Connect with us

Tanah Papua

Satgas Damai Cartenz Tangkap Penyuplai Amunisi Kelompok Bersenjata di Jayapura

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) 2026 menangkap seorang pria berinisial AG, yang diduga kuat sebagai pemasok utama amunisi bagi kelompok bersenjata di Papua. Penangkapan buron yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir lima bulan ini terjadi di Jayapura pada Selasa, 7 Juli 2026.

Petugas mencegat AG saat ia dalam perjalanan menuju perbatasan Skouw, yang diduga sebagai bagian dari upayanya melarikan diri ke Papua Nugini (PNG).

Penangkapan ini mengonfirmasi tindakan tegas otoritas keamanan dalam memutus rantai pasokan logistik militer ke wilayah konflik.

Kepala Satuan Tugas Penegakan Hukum (Kasatgas Gakkum) Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. I Gusti Gde Era Adhinata, menyatakan bahwa operasi ini merupakan kelanjutan dari penyelidikan terstruktur sebelumnya.

“Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan kasus jaringan senjata dan amunisi kelompok Simon Payage yang sebelumnya ditangkap di Yahukimo,” kata KBP I Gusti Gde dalam konferensi pers di Posko Satgas ODC 2026 di Mimika, Rabu (8/7/2026).

*Afiliasi Jaringan dan Penyitaan Ratusan Amunisi*
​Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa jaringan AG berafiliasi erat dengan kelompok bersenjata Kodap Yali-Gema Yahukimo.

Koneksi ini mengindikasikan adanya mobilisasi dan keterkaitan aktivitas logistik antarwilayah di Yahukimo dan Yalimo.

Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat (Kasatgas Humas) Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mempertegas keterkaitan antar-kelompok tersebut.

“Amunisi tersebut ini ada hubungannya dengan kasus Simon Payage yang sudah kita amankan sebelumnya di Yahukimo,” ungkap Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Dalam operasi penangkapan ini, otoritas keamanan menyita sejumlah barang bukti militer substantif yang meliputi:
​298 butir amunisi (dengan rincian: 252 butir kaliber 5,56 mm, 36 butir kaliber 7,62 mm, dan 10 butir kaliber 9 mm)
​1 pucuk senjata api rakitan
​4 buah magasin SS1
​6 buah laras senjata api bekas berkarat yang sudah tidak berfungsi (afkiran).

Pihak berwenang menegaskan bahwa temuan ini menambah daftar panjang material militer yang disita dari jaringan yang sama, setelah sebelumnya polisi mengamankan sekitar 200 butir amunisi.

​Saat ini, tim penyidik Satgas ODC 2026 masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap AG. Langkah ini diambil guna memetakan jalur penyelundupan senjata lintas batas serta mengejar anggota jaringan tersisa yang masih melarikan diri.(MWW)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *