Tanah Papua
Dinkes Mimika Bekali 50 Petugas Pustu dan Klinik untuk Percepat Eliminasi Malaria
TIMIKA,KTP.com – Dalam upaya memperkuat kapasitas Puskesmas Pembantu (Pustu) dan klinik milik pemerintah dalam menanggulangi penyakit menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menyelenggarakan workshop penanggulangan malaria. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grend Tembaga pada Rabu (10/6/2026).
Sebelum memasuki materi inti tentang malaria, para peserta terlebih dahulu dibekali pemahaman mengenai kusta, frambusia, HIV, tuberkulosis (TBC), dan hepatitis. Workshop ini diikuti oleh 50 petugas yang berasal dari berbagai Pustu dan klinik pemerintah di wilayah Mimika.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin, menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan untuk menyegarkan kembali wawasan petugas terkait program malaria, sehingga mereka mampu melaksanakan upaya penanggulangan malaria secara optimal di wilayah kerjanya masing-masing.
Lebih lanjut, Dinas Kesehatan juga berupaya mendorong percepatan eliminasi malaria melalui peningkatan jumlah tes massal di tengah masyarakat, dengan memaksimalkan peran Pustu.
(Baca Juga: Tingkatkan Ekonomi Keluarga,Pemkab Mimika Bakal Latih Perempuan Pesisir Olah Pangan Lokal )
“Mereka harus melakukan tes malaria massal di kampungnya. Kemudian bagaimana masyarakat yang ada di kampung itu bisa tes malaria paling tidak enam kali dalam setahun,” ujar Kamaludin saat diwawancarai.
Selain itu, petugas Pustu juga diminta untuk memastikan setiap pasien malaria mendapatkan pengobatan yang sesuai standar, melakukan survei migrasi penduduk, serta mencegah masuknya sumber penularan baru ke kampung-kampung yang sudah dinyatakan bebas malaria.
Kamaludin mengakui bahwa secara umum, tenaga kesehatan di setiap Pustu sudah mampu melakukan pemeriksaan, pengobatan, dan pelaporan kasus malaria. Pembekalan serta pembaruan tata laksana malaria, termasuk penyesuaian pengobatan sesuai standar terbaru, rutin dilakukan oleh dinas.
Namun, dari hasil diskusi dengan 50 peserta workshop, masalah logistik masih menjadi tantangan utama, terutama bagi Pustu yang berada di wilayah pedalaman. Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan akan berkoordinasi dengan instalasi farmasi agar distribusi logistik ke puskesmas ditambah, sehingga nantinya dapat diteruskan ke Pustu.
“Terkait logistik, katanya ada kekurangan. Kita diskusikan hari ini, kita juga sudah bicara sama instalasi farmasi untuk logistiknya lebih banyak didropping ke puskesmas, supaya puskesmas bisa dropping ke pustunya,” pungkas Kamaludin.(EH)


















