Connect with us

Tanah Papua

Keuskupan Timika Gelar Pelatihan Pemetaan Partisipatif

Published

on

TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Gereja Katolik Keuskupan Timika, menggelar pelatihan Pemetaan Partisipatif di Timika, Kabupaten Mimika, pekan lalu.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Timika tersebut diikuti sebanyak 30 petugas Gereja Katolik Keuskupan Timika, yang terdiri dari para rohaniwan dan umat setempat yang tergabung dalam tim rencana pemetaan Dekenat Mimika.

Uskup Timika Mgr Jhon Philip Saklil mengatakan bahwa pelatihan pemetaan partisipatif merupakan salah satu tindak lanjut dari program penyelamatan dan pengelolaan sumber ekonomi masyarakat adat dalam program tungku api.

“Berbicara tentang penyelamatan dan pengelolaan sumber ekonomi yaitu bagaimana melindungi dan mengelola dusun mereka. Untuk memulai tema besar ini maka dilakukan dengan pemetaan sehingga kita tahu apa yang kita persoalkan, apa yang kita mau lindungi dan mau perjuangkan,” ujar Mgr Jhon.

(Baca Juga: Tantangan Kesehatan Papua: Alam, Manusia, dan Tatakelola)

Mgr Jhon berharap agar para peserta dapat menimba ilmu mengenai pemetaan partisipatif sehingga dapat menggunakannya untuk mengenal dan memetakan lingkungan dimana ia tinggal, termasuk memiliki data ketika berbicara terkait persoalan yang ada di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Kita harus berpastoral dengan data yang kuat, maka itu gerakan tungku api ini harus didukung dengan data sehingga apa yang kita bicarakan itu konkret. Apa yang bisa kita buat bersama umat,” kata Mgr Jhon.

Pelatihan pemetaan partisipatif ini menghadirkan para narasumber dari USAID Lestari yang telah berkompeten dan berpengalaman melakukan pemetaan partisipatif dan Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Agats yang telah melakukan pemetaan partisipatif di sejumlah distrik di kabupaten Asmat.(Rex)

Komentar