Tanah Papua
Tahun Ini Distrik Hoya Targetkan Bangun Lapter dan Balai Kampung
TIMIKA,KTP.com – Pemerintahan Distrik Hoya dalam tahun anggaran 2022 menargetkan dua pekerjaan besar yakni pembangunan lapangan terbang (lapter) dan pembangunan Balai Kampung Hoya.
“Program ini melekat pada dua OPD yakni Dinas Perhubungan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK). Saya sudah koordinasi dengan dua Dinas ini untuk pembangunan dua fasilitas besar bagi masyarakat ini,” kata Kepala Distrik (Kadistrik) Hoya, Karel Kum, Jumat (4/2/2022).
Karel menyayangkan ada pernyataan pejabat daerah terkait soal lokasi lapter di Hoya. Lokasinya tidak ada masalah dan masyarakat bersama dirinya pada Senin mendatang akan menyerahkan tanah ke Dishub untuk pembangunan lapter.
“Kalau lokasi yang sekarang terdapat batu wadas yang susah tapi kenyataan masyarakat sudah potong batu itu dan sebagian lahannya sudah dibuka masyarakat,”ungkapnya.
Sedangkan Balai Kampung Hoya kata dia selama ini belum ada. Untuk keperluan administrasi kepala Kampung dan aparat Kampung kadang menumpang pada fasilitas kantor yang ada, seperti di Kantor distrik, rumah pegawai, pustu.
(Baca Juga: Kampung Nawaripi Memiliki Pengolahan Air Bersih Secara Mandiri)
“Tahun ini sudah lolos dalam pembahasan APBD, sehingga dirinya kejar harus jadi sehingga aparat Kampung bisa kerja,” tuturnya.
Berkaitan dengan dua program ini, jelas Karel pekan depan dirinya bersama pegawai distrik naik ke Hoya untuk lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mendukung dan menerima pekerjaan lapter dan Balai Kampung.
“Jika tidak ada halangan dirinya bersama masyarakat pada Senin pekan depan akan menyerahkan lahan pembangunan lapter ke pemkab melalui Dinas Perhubungan,” jelasnya.
Menjawab pertama apakah di Hoya hanya dua program, menurut dia yang besar hanya dua ini dan yang lain ada banyak. Fokus dirinya sebagai kepala distrik dua yang besar ini yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dengan lapter ke depan penerbangan akan terjadi secara rutin dan masyarakat bisa turun naik Timika Hoya atau Hoya Timika. Selama ini pihaknya carter pesawat pulang pergi seratus juta lebih.
“Kami minta Pemkab stop bangun lapter di tempat lain dan prioritas di Hoya yang selama ini sangat susah,” tegasnya.(DEN)

















