Tanah Papua
TNI Bersama Kick Andy Foundation Beri Bantuan Kaki Palsu di Merauke
MERAUKE, Kabartanahpapua.com – Koramil 1707-05/Merauke bekerja sama dengan Kick Andy Foundation memberikan bantuan kaki palsu bagi penderita cacat kaki di Kabupaten Merauke. Dalam rangka kegiatan tersebut, diadakan pengukuran kaki palsu di Aula Staf Teritorial Kodim 1707 Merauke, Jumat (14/9/2018).
Komandan Koramil Merauke Mayor Inf Abdul Rahim mengatakan pemberian kaki palsu ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-73 tahun 2018. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama TNI dengan Kick Andy Foundation.
”Pengukuran kaki palsu yang dilakukan saat ini terhadap warga yang sudah terdaftar. Untuk masyarakat yang belum terdaftar dan ingin mendaftarkan diri, kami persilahkan untuk segera mendaftar ke Koramil sehingga data yang akan kami kirim ke pusat sesuai dengan jumlah pasien yang ada,” kata Abdul Rahim disela-sela kegiatan bakti sosial.
(Baca Juga: KLB Asmat adalah Cobaan bagi Bangsa Indonesia, TNI Selalu Siap Membantu)
Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) 17.04.04/Merauke Letkol Ckm Endro Prabowo selaku Koordinator Bakti Sosial Pengobatan Massal mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka peringatan HUT TNI ke-73 di Kabupaten Merauke.
Dalam pelaksanaannya, kata Endro, akan melibatkan gabungan petugas kesehatan dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU yang ada di Kabupaten Merauke. ”Pemberian bantuan kaki palsu yang akan dilakukan ini merupakan bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat,” kata Endro.
Hingga saat ini, kata Endro, sudah ada 17 orang yang sudah mendaftar untuk mendapatkan kaki palsu. “Bagi warga yang belum terdaftar, segera mendaftar ke Koramil untuk mendapat bantuan kaki palsu ini,” ujar Endro.
Perwakilan Kick Andy Foundation Sugeng menyampaikan terima kasih kepada TNI yang telah memfasilitasi kegiatan pemberian kaki palsu di wilayah Kabupaten Merauke.
”Dengan pemberian kaki palsu ini, diharapkan masyarakat yang mengalami cacat kaki dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa,” kata Sugeng. (Mas)
















