Connect with us

Tanah Papua

Rombongan Warga SP-1 Diserang OTK di Bundaran Cek Poin 28, 1 Orang Tewas

Published

on

TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Satu orang meninggal dunia dan 2 orang lainnya luka-luka ketika ketika rombongan warga menggunakan mobil bak terbuka diserang orang tak dikenal (OTK) di jalan ujung Bandara, tak jauh dari cek poin mil 28, Timika, Senin (12/3/2018), sekitar pukul 15.00 WIT.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, rombongan warga ini berasal dari Satuan Pemukiman 1 (SP-1), Distrik Wania dalam perjalanan menuju Kampung Landu Mekar, Distrik Kwamki Narama. Rombongan warga ini rencananya hendak bergabung dengan Kelompok Aser Murib di Kampung Landu Mekar. Namun dalam perjalanan, rombongan ini dibuntuti oleh OTK menggunakan mobil avanza.

(Baca Juga: Polisi Ancam Tangkap Tokoh Masyarakat yang Jadi Provokator di Kwamki Narama)

Ketika melewati perempatan cek poin mil 28, tiba-tiba mobil avanza ini menghadang mobil bak terbuka yang mengangkut belasan orang. Dari dalam mobil avanza ini, keluar beberapa orang yang langsung menyerang penumpang mobil bak terbuka.

Akibat penyerangan mendadak ini, tiga orang penumpang mobil bak terbuka mengalami luka sabetan benda tajam. Sementara penumpang lainnya berlarian menyelamatkan diri. Para penyerang langsung kabur, ketika puluhan warga Kampung Landu Mekar yang membawa senjata tajam seperti parang dan panah datang ke lokasi penyerangan karena mendengar 3 rekan mereka diserang.

Aparat kepolisian yang datang ke lokasi langsung mengamankan warga yang membawa senjata tajam. Ada 24 orang warga yang membawa panah dan parang yang diamankan dan langsung digelandang ke tahanan Polsek Mimika Baru.

Sementara tiga korban luka-luka akibat penyerangan orang tak dikenal langsung diangkut menggunakan mobil Patroli Pos Polisi Subsektor Kwamki Narama ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.

Ketiga korban luka-luka ini yakni Septinus mengalami luka sabetan golok di wajah, Kelly terkena sabetan golok di tangan dan Koteka mengalami luka memar di kaki kanan. Setelah sempat menjalani perawatan intensif di IGD RSUD Mimika, Septinus akhirnya meninggal dunia karena mengalami pendarahan hebat.

(Baca Juga: Humas Polda Papua: Mabes Polri Tempatkan Lulusan Terbaik AKPOL ’98 di Mimika)

Akibat kejadian ini, situasi di Distrik Kwamki Narama yang sejak dua bulan terakhir diwarnai tawuran antarkampung kembali memanas. Aparat kepolisian dan TNI yang berjaga di Distrik Kwamki Narama terlihat berjaga di perbatasan pemukiman warga Kampung Mekurima dengan Kampung Landu Mekar dan Kelurahan Harapan.

Selain itu, aparat kepolisian juga terlihat mengintensifkan patroli menyusul aksi gerilya warga dari Kwamki Narama untuk mencari musuh mereka di Kota Timika. Tawuran antarkampung di Distrik Kwamki sejak Oktober 2017 lalu mengakibatkan 10 orang meninggal dunia dan ratusan warga luka-luka. Upaya aparat kepolisian untuk mendamaikan warga bertikai sejauh ini belum membuahkan hasil. (Rex)

Komentar