Tanah Papua
Puskesmas Wania Hadirkan Layanan Komprehensif dan Digitalisasi untuk Masyarakat Mimika
TIMIKA,KTP.com – Puskesmas Wania, Provinsi Papua Tengah, terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.
Layanan khusus juga tersedia untuk ibu hamil serta kesehatan ibu dan anak, yang menjadi fokus perhatian utama.
Kepala Puskesmas Wania, drg. Marliana Tarukponno, saat ditemui wartawan pada, Kamis (4/12/2025) menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan ini dilengkapi dengan berbagai unit pelayanan. “Kami memiliki pelayanan kesehatan gigi, IGD, dan laboratorium untuk menunjang diagnosis di tingkat pertama,” jelasnya.
Puskesmas Wania aktif menjalankan program imunisasi, kesehatan lingkungan (kesling), kesehatan kerja, dan kesehatan jiwa. Untuk program prioritas, Puskesmas berfokus pada Standar Pelayanan Minimal (SPM), penanggulangan Malaria, pengelolaan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai), serta program Vaksin dan Obat.
“Semua program berjalan dengan baik. Untuk malaria, kami menjalankan program tuntas bersama puskesmas lainnya, termasuk pemberian dosis optimal untuk Promaq. Program imunisasi juga terus berjalan ke posyandu dan UKS,” tutur drg. Marliana.
Terkait ketersediaan BMHP dan obat, ia menegaskan bahwa status Puskesmas sebagai BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) memudahkan pengelolaan sehingga stok tetap tercukupi.
Salah satu terobosan penting adalah inovasi digitalisasi.Puskesmas Wania telah sepenuhnya menerapkan sistem Rekam Medis Elektronik (RME). “Sekarang semua rekam medis, baik di puskesmas induk, Pustu, maupun pos pelayanan, sudah terintegrasi secara digital.
Dulu manual, data bisa terpisah. Sekarang, jika seorang pasien berobat di Pustu lalu kontrol ke puskesmas, datanya langsung bisa dilihat. Ini sangat memudahkan,” paparnya.
Dalam satu tahun terakhir,tantangan utama yang dihadapi adalah lonjakan jumlah penduduk yang signifikan di wilayah kerja. “Dulu penduduk sekitar 17.000, lalu 21.000, sekarang sudah mencapai 44.000 jiwa. Sementara, bangunan dan fasilitas puskesmas tetap. Otomatis, kami merasa semakin sempit,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal ini, strategi yang diambil adalah mendekatkan layanan ke masyarakat dengan memperbanyak titik layanan. “Kami telah membuka Pustu dan pos pelayanan di setiap kampung dan kelurahan. Tidak ada lagi area yang tidak terjangkau. Jika ada yang perlu rujukan, baru ke puskesmas induk,” jelasnya. Beberapa titik layanan tersebut berada di Kampung Kadun Jaya, Mawokauw Jaya, Nawaripi, Kelurahan Wonosari, dan SP 4 Wonosari Jaya.
Menutup pembicaraan,drg. Marliana menyampaikan harapannya untuk kemajuan Puskesmas Wania di tahun mendatang. “Harapan kami, bisa mendapatkan gedung baru yang lebih layak. Dengan demikian, kami bisa melayani lebih banyak masyarakat dan mereka bisa berobat dengan lebih nyaman,” pungkasnya.
Dengan layanan komprehensif, dukungan teknologi, dan strategi perluasan akses, Puskesmas Wania terus berupaya menjadi ujung tombak kesehatan primer yang andal bagi masyarakat Papua Tengah. (EH)



