Connect with us

Tanah Papua

‘Pecah Kongsi’ Komisioner KPUD Mimika Dalam Rapat Pleno Penetapan Paslon

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Mimika memutuskan 4 pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan memenuhi seluruh syarat pencalonan dan calon untuk maju pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Mimika 2018.

Keempat paslon yang dinyatakan lolos dalam rapat pleno yang digelar di Hotel Grand Alison Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (18/2/2018),  yakni pasangan Hans Magal – Abdul Muis (HAM), pasangan Petrus Yanwarin-Alpius Edowai (Petraled), Wilhelmus Pigai-Athanasius Allo Rafra (MUSA), dan pasangan Robertus Waropea-Albert Bolang (RnB).

(Baca Juga: Eskalasi Politik Memanas, Polres Mimika Kawal Komisioner KPUD dan Panwaslu)

Dalam rapat pleno yang dimulai pukul 23.00 WIT, KPUD Mimika juga memutuskan 3 paslon berstatus tidak memenuhi syarat (TMS). Ketiga paslon tersebut yakni 2 paslon dari jalur perseorangan, Maria Kotorok – Yustus Way (Mariyus) dan Philipus Wakerkwa-H Basri (Philbas), serta pasangan petahana Bupati Mimika Eltinus Omaleng – Johanes Rettob (OM-TOB) yang diusung 9 partai politik (parpol).

Pengawalan Ketat Kepolisian

Dari pantauan di Hotel Grand Alison, ketika rapat pleno akan dimulai sudah terjadi ketegangan antara pengurus parpol dengan anggota Polres Sentani yang mengamankan kegiatan tersebut.

Para pengurus parpol kesal karena kepolisian membatasi hanya 4 orang anggota tim sukses yang boleh mendampingi paslon dalam ruang rapat pleno. “Tolong jangan membuat keributan, kami hanya melaksanakan aturan dari KPUD Mimika,” kata Kabag Ops Polres Jayapura menjawab kekesalan Max Weleruken, pengurus salah satu parpol pengusung pasangan OMTOB.

“Ini hajatan partai politik, kenapa lantas kami dibatasi. Di Timika perwakilan partai diperbolehkan 7 orang kenapa di sini hanya 4 orang. Ada apa ini?” ujar Max mengungkapkan kekesalannya.

Situasi kembali reda setelah ditenangkan Kapolres Jayapura, AKBP Viktor Dean Mackbon, yang datang bersama Ketua KPUD Mimika Theodora Ocepina Magal untuk menenangkan tim sukses.

Kapolres Jayapura, AKBP Vicktor Dean Mackbon mengamankan pelaksanaan Rapat Pleno KPUD Mimika dengan agenda Penetapan Paslon di Hotel Grand Alison Sentani Jayapura, Minggu (18/2/2018) dini hari.

Mempertontonkan Ketidaksiapan Komisioner KPUD dan Panwaslu

Rapat pleno penetapan paslon dipimpin Ketua KPUD Mimika, Theodora Ocepina Magal didampingi 4 komisioner lainnya, Yoe Luis Rumaikewi, Alfrets Petupetu, Reinhard Gobai dan Derek Mote. Selain itu hadir komisioner Panwaslu Mimika yang dipimpin Toni Lehander Agapa dan 7 pasangan calon, kecuali calon wakil bupati Abdul Muis yang tidak terlihat mendampingi Hans Magal.

Usai membuka rapat pleno penetapan paslon, Ocepina Magal langsung membacakan hasil penelitian paslon perseorangan yang dinyatakan memenuhi syarat dukungan kartu tanda penduduk (KTP) dan sebaran di Kabupaten Mimika.

“Empat pasang yang dinyatakan lolos yakni pasangan Petraled dengan dukungan memenuhi syarat sebanyak 23.890 KTP dengan sebaran 13 distrik. Pasangan HAM dengan dukungan sah 26.437 dan sebaran di 12 distrik, selanjutnya pasangan RnB dengan dukungan sah 23.091 dan sebaran di 16 distrik. Terakhir pasangan MUSA dengan dukungan sah 41.118 KTP dengan sebaran 17 distrik,” kata Ocepina Magal.

(Baca Juga: KPUD Mimika: 6 Balon Perseorangan dan 1 Balon Parpol Lolos Administrasi Pendaftaran)

Dari putusan ini, secara berurutan, Maria Kotorok (Mariyus) dan Philipus Wakerkwa langsung menyampaikan keberatan, karena tidak ada penjelasan berapa jumlah dukungan KTP yang mereka laporkan yang dinyatakan tidak sah.

Dalam ketidaksiapan, salah seorang komisioner KPUD Derek Mote keceplosan menyebut ada sejumlah kecurangan dengan menambah dukungan untuk pasangan perseorangan yang dilakukan Panitia Pemilihan Distrik (PPD). Pernyataan Derek kemudian berbuntut hujan interupsi dan akhirnya Ocepina meminta rapat diskors 15 menit.

Rapat pleno kembali dilanjutkan 1 jam kemudian, setelah komisioner Panwaslu dan aparat mencari anggota komisioner di kamar hotel Alison. Saat skors sidang dicabut, Panwaslu langsung menyampaikan protes meminta KPUD konsisten dengan waktu. “Tolong komisioner KPUD konsisten dengan waktu, kalau skors 15 menit jangan molor sampai 1 jam,” kata Imelda Rosita Ohee.

Ia pun langsung menyambung pertanyaan sebelumnya, yang meminta klarifikasi komisioner KPUD Mimika terkait keterangan adanya penambahan jumlah dukungan oleh PPD. Ia juga meminta penjelasan terkait keberatan dari Maria Kotorok (Mariyus) dan meminta penjelasan komisioner KPUD.

“Tadi dari Tim Mariyus menyampaikan pada verifikasi tahap 1, dukungan mereka 13.121, mohon dijelaskan supaya paslon mendapat sebuah jawaban,” kata Imelda.

“Hasil verifikasi pertama, dukungan kami yang sudah diterima sebanyak 13.121, dan kami sudah menyerahkan kekurangan dukungan kepada KPUD yang dinyatakan memenuhi syarat (MS). Kami pun sudah menerima bahwa suara sah kami dari kekurangan yang kami lampirkan sebanyak 9.325 diatas dari batas minimal 9.152 untuk mencapai 22.273. Kenapa saat tiba di Jayapura, kami tiba-tiba berstatus tidak memenuhi syarat (TMS),” kata Maria Kotorok menambahkan.

Ditengah kebingungan anggota KPUD Mimika, kembali Philipus Wakerkwa menanyakan hal senada dengan Maria dan meminta penjelasan terkait dukungan yang sudah mereka setorkan yang berjumlah lebih dari 50 ribu KTP.

“Adik-adik KPUD kami minta klarifikasi jumlah suara sah kami dari total 50 ribu lebih dukungan KTP yang sudah kami setorkan ke KPUD. Ingat kalian bisa sembunyi kami punya KTP, tapi di silon (sistem informasi pencalonan) sudah tercatat, jadi tolong jelaskan,” kata Philipus Wakerkwa.

Philipus lalu mengusulkan jika komisioner KPUD tidak mampu menjelaskan berapa suara mereka yang tidak sah, artinya proses verifikasi tidak sah. “Karena KPUD melakukan verifikasi yang tidak sah, mending semua paslon jalur perseorangan diloloskan saja,” kata Philipus.

(Baca Juga: KPUD Mimika: 6 Pasang Bakal Calon Perseorangan Belum Memenuhi Syarat)

Tak mampu memberi penjelasan kepada paslon, komisioner KPUD  kembali menskors rapat pleno selama 15 menit. “Kami meminta kepada komisioner KPUD dan Panwaslu serta paslon tidak meninggalkan ruangan,” kata Kapolres Jayapura, AKBP Vicktor Mackbon didamping Dandim 1701 Letkol Inf Nova, yang mengantisipasi rapat kembali molor.

Saat skors rapat dibuka, komisioner KPUD kembali membacakan perolehan suara 4 paslon jalur perseorangan dan dilanjutkan dengan membaca hasil penelitian paslon jalur parpol, pasangan petahana Bupati Mimika. Pasangan Eltinus Omaleng – Johanes Rettob didukung oleh 9 partai dengan jumlah dukungan 29 kursi dari total 35 kursi di DPRD Mimika.

“Keterangan, ya kami akan berketetapan KPU keputusan ini disini, saya menyatakan tidak, saya menyatakan tidak memenuhi syarat atau TMS untuk ijazah. Jadi nanti kami akan bertetapan di KPU disini, kami yang ada berlima akan, kami akan berketetapan untuk apa yang kami putusan di malam hari ini. Demikian untuk saya sampaikan untuk kita di malam hari ini,” kata Yoe Luis Rumaikewi dengan tergagap membaca keputusan KPUD yang tidak meloloskan pasangan OMTOB.

Sesaat setelah itu, Yoe Luis langsung menskors rapat pleno dan meninggalkan meja sidang bersamaan dengan juru bicara tim sukses OMTOB yang melakukan interupsi. Sempat terdengar keributan antara komisioner KPUD di belakang panggung, dan selanjutnya dua anggota KPUD, Derek Mote dan Reinhard Gobai kembali duduk di meja rapat.

Dua Anggota KPUD Mimika, Derek Mote dan Reinhard Gobai yang berbeda pendapat dengan 3 komisioner lainnya dalam Rapat Pleno KPUD Mimika.

Ketika skors rapat pleno dibuka, langsung diwarnai interupsi dari juru bicara tim sukses OMTOB, Herman dan Daniel. Herman mendesak komisioner KPUD Mimika untuk menjelaskan ijazah mana milik Bupati Mimika Eltinus Omaleng yang dinyatakan tidak sah.

“Saat melakukan verifikasi ke Makassar, ijazah SMP Eltinus tidak sah karena sekolahnya sudah tidak ada sehingga kami tidak bisa melanjutkan verifikasi,” kata Ocepina Magal.

(Baca Juga: Ini Penjelasan Tim Hukum Bupati Mimika Terkait Putusan MA dan Isu Ijazah Palsu)

Jawaban tersebut, kembali ditimpali Daniel yang mengingatkan komisioner KPUD bahwa yang disyaratkan dalam Pasal 45 ayat (2) huruf d poin 1, Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016, bahwa yang menjadi syarat adalah ijazah pendidikan terakhir.

“Harus diingat bahwa jika sekolah tersebut sudah tidak ada, bukan berarti bahwa ijazah tersebut palsu. Kamipun mempertanyakan kenapa ijazah terakhir Eltinus Omaleng yang lulus S2 Hukum dari Universitas Cenderawasih yang diverifikasi,” kata Daniel.

Herman menimpali dengan menyampaikan sejumlah dokumen hukum terkait tuduhan ijazah palsu kepada Bupati Mimika. “Kami meminta Panwaslu mengambil sikap terkait pelanggaran yang dilakukan komisioner KPUD Mimika,” kata Herman.

Menanggapi permintaan tim sukses OMTOB, Ketua Panwaslu Mimika Toni Lehander justru meminta tim sukses tidak melakukan uji materi dalam rapat pleno KPUD. “Sekarang bukan saatnya uji materi UU. Itu nanti ranahnya di pengadilan, kami sangat paham aturan UU, Peraturan KPU dan kami juga punya Gakkumdu yang terdiri dari polisi dan jaksa,” kata Toni.

Tak mampu memberikan menjawab argumen juru bicara tim sukses OMTOB, Yoe Luis kembali melakukan skors rapat pleno, lalu tiga komisioner KPUD, Ocepina Magal, Yoe Luis, dan Alfrets Petupetu langsung bersembunyi di belakang panggung.

Suasana sempat gaduh, karena tim sukses marah dan menganggap komisioner KPUD Mimika membuat keputusan sepihak lalu bersembunyi di belakang aparat.

Komisioner KPUD sempat mencabut skors, dan kembali diwarnai interupsi dari Maria Kotorok, Philipus Wakerkwa dan juru bicara OMTOB. “Kami kecewa kepada KPUD karena tidak membacakan berapa perolehan suara kami sehingga dianggap TMS, padahal dalam pleno di Timika, kami sudah memenuhi syarat (MS). Kami protes terhadap perlakuan diskriminatif ini,” kata Maria.

Hal senada diungkapkan Philipus Wakerkwa yang langsung mengancam akan membawa kasus ini ke ranah pelanggaran pemilu. “Ingat dua ketua KPUD Mimika yang terdahulu dipecat atas gugatan kami, dan kalian harus jelaskan kalau tidak ingin bernasib sama dengan mereka,” kata Philipus.

Tak mampu menjawab argumentasi paslon Yoe Luis kembali menskors rapat dan kembali bersembunyi di belakang panggung. Saat ditanya oleh Kapolres, Yoe mengaku tengah membuat berita acara. Melihat sikap komisioner KPUD, AKBP Victor Mackbon lalu memberi ultimatum kepada komisioner KPUD untuk segera mengambil keputusan paling lambat pukul 05.00 WIT.

“Kami sudah hampir 24 jam berjaga di sini, kami meminta KPUD segera mengambil keputusan dan kami beri waktu hingga pukul 05.00 WIT,” kata Victor.

Sejumlah tim sukses mempertanyakan formulir pengaduan dalam Rapat Pleno KPUD Mimika dengan agenda Penetapan Paslon di Hotel Grand Alison Sentani Jayapura, Minggu (18/2/2018) dini hari.

Berita Acara Penetapan Paslon sepihak

Tepat pukul 05.00 WIT, Ketua KPUD Mimika Ocepina Magal kembali mencabut skors rapat pleno dan menegaskan bahwa agendanya adalah penandatanganan berita acara.

“Sekarang saatnya penandatanganan berita acara, interupsi tidak diberi kesempatan dan silahkan mengadu ke Panwaslu,” kata Ocepina Magal yang sempat terdiam ketika diingatkan bahwa salah seorang diantara paslon masih berstatus Bupati Mimika.

“Kami kecewa dengan sikap dan perlakuan KPUD, dengan adanya tudingan ijazah palsu tentu beliau tidak akan duduk lagi sebagai bupati, nyatanya sampai saat ini masih berstatus Bupati Mimika. Apa yang dipertontonkan komisioner KPUD Mimika sangat mempermalukan warga Kabupaten Mimika,” kata Daniel.

(Baca Juga: Kapolda Papua dan Pangdam Cenderawasih Tinjau Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Mimika)

“Bagaimana mungkin KPUD Mimika sudah mengumumkan paslon tertentu lolos sementara kami belum pernah mendengarkan pembahasan tentang dukungan suara sah, syarat calon dari masing-masing paslon, seperti hasil tes kesehatan yang sampai saat ini belum dibacakan,” kata Herman

Daniel mengingatkan dalam Pasal 180 ayat (1) dari UU Nomor 10 tahun 2016, diatur tentang pidana bagi orang yang sengaja melakukan perbuatan melawan hukum yang menghilangkan hak seseorang menjadi calon kepala daerah.

“Dalam UU No 10 Tahun 2016, Pasal 180 ayat (1) dan (2) sudah sangat jelas mengatur tentang pidana bagi mereka yang sengaja menghambat seseorang menjadi calon kepada daerah diancam dengan pidana penjara paling lama 72 bulan dan paling sedikit 36 bulan,” kata Daniel.

Mendengar ancaman gugatan dari paslon, Ocepina Magal yang diketahui adalah kakak kandung Hans Magal langsung menutup rapat pleno tanpa pembacaan berita acara. Sempat terjadi keributan, karena Panwaslu tidak menyiapkan formulir pengaduan, namun situasi mereda setelah pihak KPUD berjanji menyiapkan form tersebut 2 jam kemudian.

Meski diputus TMS, Eltinus Omaleng bersama Johanes Rettob terlihat masih tersenyum dan meminta puluhan simpatisan pendukung yang hadir di Hotel Grand Alison Sentani, untuk tetap tenang. “Kita akan menempuh jalur hukum dan mengadukan perlakuan diskriminatif KPUD Mimika ke Panwaslu,” kata Johanes Rettob. (Ong/Rex)

Komentar

Tanah Papua

Satu Anggota Gugur Saat Kontak Tembak Terjadi di Distrik Kiwirok Pegunungan Bintang

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Kontak tembak antara aparat TNI-POLRI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lamek Alipki Taplo kembali terjadi di Distrik Kiwirok Pegunungan Bintang Minggu (26/9/2021) sekitar pukul 04.50 wit.

Berdasarkan kronologis peristiwa menyebutkan bahwa personel Gabungan TNI-Polri sedang melakukan penjagaan di Polsek Kiwirok.

Personel gabungan mendapatkan tembakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lamek Alipki Taplo, sehingga personil membalas tembakan dan terjadi kontak tembak.

Dari kontak tembak tersebut mengakibatkan gugurnya satu orang personel Satgas Nemangkawi atas nama Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio yang mendapatkan luka tembak di bawah ketiak sebelah kanan.

Jenazah almarhum Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Polri dari Distrik Kiwirok Pegunungan Bintang menuju Oksibil, ibukota kabupaten Pegunungan Bintang.

(Baca Juga: KKB dan Aparat TNI-Polri Kembali Kontak Tembak di Distrik Kiwirok)

Sekitar pukul 07.16 wit, telah tiba helikopter Polri dan mendarat di Bandara Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang guna mengevakuasi korban menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Jenazah korban kemudian diterbangkan dari Oksibil menuju Jayapura dengan menggunakan pesawat carter Smart Air.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangan tertulis kepada wartawan Minggu (26/9/2021) mengatakan saat ini jenazah telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua untuk dilakukan tindakan medis

Kamal mengatakan, direncanakan jenazah korban akan diterbangkan ke Kampung halamannya di Kampung Paniang Aceh. Melalui via Bandara Sukarno Hatta ke Bandara Kuala Namo Medan dan kemudian ke Kampung Paniang Aceh.

“Personil gabungan TNI-Polri terus melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Lamek Alipki Taplo”kata Kamal.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Olahraga

Tim Bidang Kesehatan PB PON SUB Mimika Evaluasi Aturan Menonton PON

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Dampak dari membludaknya penonton saat pertandingan Futsal PON antara tim Papua Vs NTB dan Sulsel Vs Malut kemarin, bidang kesehatan PB PON SUB Mimika melakukan evaluasi terhadap penonton yang menonton pada pertandingan PON.

“Antusias masyarakat tinggi sehingga kami tidak bisa melarang masyarakat menonton. Penerapan prokes tetapi masih ada beberapa catatan yang perlu untuk dievaluasi,” kata Koordinator bidang kesehatan PB PON SUB Mimika dalam pers conference di hotel Grand Mozza, Minggu (26/9/2021).

Menurut Reynold, melihat protokol kesehatan (prokes) saat dua laga tersebut dilaporkan panpel sudah berjalan baik namun sebenarnya tidak berjalan secara maksimal.

“Membeli tiket secara online dan ketika masuk dilakukan pemeriksaan, hanya saja yang disyaratkan oleh Kemenpora adalah prokes pada indoor harus ketat dimana penonton seharusnya 25 persen saja namun kemarin lebih,”tuturnya.

Reynold menegaskan agar panitia penyelenggara memperhatikan hal-hal yaitu jarak duduk harus 2 meter dengan kapasitas penonton 26 persen atau hanya 375 orang untuk Venue Futsal.

“Selama duduk tempat yang sudah ditentukan tidak boleh berpindah sampai pertandingan selesai. Di malam hari tidak boleh ada konvoi,” tegasnya.

Selanjutnya untuk penonton juga Reynold mengungkapkan, untuk arena indoor sesuai prokes penonton tidak boleh berteriak dan masker tetap harus terpasang. Selain itu dalam pertandingan indoor tidak disyaratkan untuk penonton yang memiliki komorbid, lanjut usia, anak-anak dibawah usia 12 tahun dan ibu hamil.

“Yang sudah berjalan tidak ada penonton yang boleh bawa air minum, makanan dan rokok. Alat musik tidak boleh dibawa tetapi beberapa ada yang bawa termasuk poster. Itu tidak boleh dibawa,”ungkapnya.

Reynold menambahkan, masyarakat Mimika sudah menjadi tuan rumah yang baik dan prokes di Mimika bisa menjadi contoh. Hanya saja jika kejadian seperti dua pertandingan kemarin terulang lagi maka pertandingan terancam tanpa penonton.

“Ada reward untuk supporter yang menerapkan prokes. Jika kita masih ingin tetap mendapatkan euforia namun prokes diabaikan maka kasihan kalau atlet kita bertanding tanpa ada dukungan atau penonton,”ujarnya.(DEN)

Komentar
Continue Reading

Olahraga

Emas Pertama PON XX Di Klaster Timika Diraih Atlet Terbang Layang Papua

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Papua patut berbangga karena menjadi penyumbang medali emas pertama pada PON XX Papua Klaster Mimika. Atlet Penerbang Andri Abdul Rohman yang menyumbangkan medali emas pertama dari cabang olahraga (Cabor) medali emas.Dalam event PON kali ini Andi mengikuti nomor Precision Landing Single Seater putra untuk grup A dengan total nilai yang dikumpulkan 2444,13 dari batas nilai 2500.

Sementara urutan kedua diraih Atlet Penerbang Camar dari Kontingen Jawa Timur dengan total nilai akhir 2440,96 dan berhak membawa pulang medali perak. Selanjutnya peraih medali perunggu, Atlet Penerbang Sutikno dari Provinsi DKI Jakarta dengan total nilai akhir yang dikumpulkan 2387.09.

Urutan selanjutnya Aris dari Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai akhir 2340,25, Sugianto dari Jawa Barat dengan total nilai akhir 2394,41, terakhir Adam dari Provinsi Banten dengan total nilai akhir 2266,62.

Andri, penyumbang emas untuk Papua ini begitu turun dari pesawat layang di Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika, Minggu (26/9/2021) sore Andi langsung mendapat sambutan hangat dari timnya. Bahkan Andri tampak meneteskan air mata saat dipeluk oleh pelatih-pelatihnya.

(Baca Juga: Hasil Cabor Terbang Layang PON XX Hari Pertama dan Kedua)

Ia mengaku sangat bangga dengan prestasinya ini karena merupakan emas pertama yang ia peroleh selama mengikuti sejumlah event baik PON maupun Kerjurna.

“Saya sangat bangga karena ini medali emas pertama yang saya persembahkan untuk tanah Papua tercinta. Saya orang Jawa, saya cinta Papua,” ujarnya.

Kebahagiaan pria 30 tahun yang dalam dunia terbang layang lebih dikenal dengan nama Ablai ini, menjadi lebih berlipat ganda karena selain mendapatkan medali emas dalam ajang bergengsi di Indonesia ini, pada hari Rabu (29/9/2021) ini istri tercintanya akan melahirkan anak ketiga untuknya.

“Kebanggaan dan kebahagiaan saya menjadi semakin berlimpat ganda, hari Rabu besok saya akan mendapatkan anak ketiga. Ini anugerah terindah dalam hidup saya yang tidak akan pernah saya lupakan,” ujarnya.

Ablai yang bergabung dengan tim Papua sejak PON 2016 lalu itu sudah berjanji pada pelatihnya, Paul Graham Manusefer bahwa ia akan menyumbangkan medali emas untuk Tanah Papua dan hari ini ia membuktikan janjinya itu.
“Sejak awal saya sudah janji dengan pelatih saya, saya bilang om saya akan buktikan saya akan sumbang emas untuk Tanah Papua yang saya cintai” katanya dengan semangat.(DEN)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

3 Juta Masker di Sumbangkan BNPB Utuk PON XX Papua

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Mendukung pelaksanaan pekan olahraga nasional (PON) XX Papua, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sumbang 3 juta masker untuk PB PON XX Papua.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi juga selaku Ketua Satgas Prokes PON XX Papua di kantor BPBD, Sabtu (25/9/2021), mengungkapkan sumbangan masker tersebut sebagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca pelaksanaan pekan olahraga Nasional (PON) XX Papua.

BNPB sebagai Satgas Covid-19 Nasional akan membuka gerai masker di setiap venue sambil mengajak masyarakat untuk mematuhi prokes. Disampaikan penyelenggaraan PON XX Papua selain sukses Prestasi, Sukses Administrasi dan Sukses Ekonomi, pelaksanaan PON XX Papua juga harus suskes protokol kesehatan (Prokes).

“Jangan sampai ada cluster baru Covid-19 setelah pelaksanaan PON XX Papua. Ada anggota BNPB yang selalu standby disetiap Kluster. kita juga bekerjasama dengan TNI dan Polri serta relawan yang kita rekrut untuk membagikan masker kepada masyarakat baik itu di gerai yang kita buka maupun mobile keliling,” terangnya.

BNPB telah melatih para relawan untuk teknis pelaksanaan dilapangan. Setiap venue akan dibuka gerai masker, setiap masyarakat yang masuk untuk menyaksikan pertandingan akan dibagikan masker sambil mengedukasi masyarakat,dan kegiatan ini akan berlangsung hingga akhir pelaksanaan PON XX Papua.

(Baca Juga: Hasil Cabor Terbang Layang PON XX Hari Pertama dan Kedua)

Plt Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo menambahkan penyebaran Covid-19 masih ada disekitar, untuk itu pelaksanaan PON XX Papua tetap dengan prokes yang baik sehingga PON XX Papua tidak menyumbang cluster baru Covid-19.

Sementara itu, Asep Supriatna selaku Kasubsatgas Prokes PON XX Papua Cluster Mimika kepada Salam Papua mengatakan sumbangan masker untuk Kluster Mimika sebanyak 350 ribu masker.

“Rencananya besok kita mulai dengan pembagian masker keliling sambil mengajak masyarakat untuk patuh menerapkan protokol kesehatan. Hari ini kita telah melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas relawan prokes untuk mendukung PON XX di Papua, sebanyak 95 relawan dari berbagai organisasi masyarakat dan organisasi pemuda yang ada di Kabupaten Mimika mendapat pembekalan terkait dengan perubahan perilaku, protokol kesehatan (prokes) dan penggunaan aplikasi InaRISK untuk monitoring pelaporan aktivitas. Mereka akan disebar ke berbagai titik sekitar tempat penyelenggaraan pertandingan maupun tempat-tempat keramaian,”jelasnya.(DEN)

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Tanah Papua1 hari ago

Satu Anggota Gugur Saat Kontak Tembak Terjadi di Distrik Kiwirok Pegunungan Bintang

TIMIKA,KTP.com – Kontak tembak antara aparat TNI-POLRI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lamek Alipki Taplo kembali terjadi di Distrik...

Uncategorized1 hari ago

3.892 Relawan PON Kluater Mimika Mulai Tanda Tangan Kontrak

TIMIKA,KTP.com – Relawan PON kluster Mimika lakukan penandatanganan pakta integritas yang dilakukan di SMA Negeri 1 Mimika, Jumat (24/9/2021). Sesuai...

Olahraga1 hari ago

Tim Bidang Kesehatan PB PON SUB Mimika Evaluasi Aturan Menonton PON

TIMIKA,KTP.com – Dampak dari membludaknya penonton saat pertandingan Futsal PON antara tim Papua Vs NTB dan Sulsel Vs Malut kemarin,...

Olahraga1 hari ago

Emas Pertama PON XX Di Klaster Timika Diraih Atlet Terbang Layang Papua

TIMIKA,KTP.com – Papua patut berbangga karena menjadi penyumbang medali emas pertama pada PON XX Papua Klaster Mimika. Atlet Penerbang Andri...

Tanah Papua1 hari ago

3 Juta Masker di Sumbangkan BNPB Utuk PON XX Papua

TIMIKA,KTP.com – Mendukung pelaksanaan pekan olahraga nasional (PON) XX Papua, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sumbang 3 juta masker untuk...

Tanah Papua2 hari ago

Brigjen Pol Suhendri Pimpin Apel Cek dan Beri Arahan Pengamanan PON di Mimika

TIMIKA,KTP.com – Kepala Operasi Deraku Cartensz 2021 Brigjen Pol Suhendri memimpin apel gelar pasukan dalam rangka melakukan pengecekan dan memberikan...

Olahraga2 hari ago

Tim Futsal Papua Masih Perkasa, Atasi NTB, 3-2

TIMIKA,KTP.com – Tim Futsal Putra PON XX Papua yang didukung oleh ratusan pendukungnya masih tampil perkasa..setelah berhasil menundukkan Tim Nusa...

foto: Yosefina foto: Yosefina
Olahraga2 hari ago

Marthen Paiding: Belum Ada Keluhan Pelayanan dari Kontingen PON XX Papua Klaster Timika

TIMIKA,KTP.com – Hingga saat ini belum ada komplain dari kontingen PON XX Papua Klaster Mimika terkait layanan yang sudah jalan,...

Tanah Papua2 hari ago

17 Warga Sipil Berhasil di Evakuasi Dari Distrik Kiwirok Pegunungan Bintang

JAYAPURA,KTP.com – Satgas Nemangkawi telah berhasil melakukan evakuasi 17 warga sipil dari Distrik Kiwirok ke Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan...

Olahraga3 hari ago

Hasil Cabor Terbang Layang PON XX Hari Pertama dan Kedua

TIMIKA,KTP.com – Perlombaan cabang olahraga (Cabor) terbang layang PON XX Papua hari pertama, Kamis (23/9/2021) dan hari kedua, Jumat (24/9/2021)...

Tanah Papua

Advertisement

Trending