Connect with us

Tanah Papua

DKPP Jatuhkan Sanksi Peringatan Kepada Komisioner KPU dan Bawaslu Papua

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi peringatan kepada komisioner KPU Provinsi Papua Tarwinto dan komisioner Bawaslu Papua Anugrah Pata terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Mimika 2018.

Tarwinto adalah komisioner KPU Provinsi Papua periode 2013-2018 dan kembali terpilih pada periode 2018-2023, sementara Anugrah Pata adalah komisioner Bawaslu Papua periode 2013-2018 dan kembali terpilih untuk periode 2018-2023.

DKPP menjatuhkan sanksi peringatan kepada Tarwinto dalam Perkara Nomor 158/DKPP-PKE-VII/2018 dengan pengadu Robbi Kamaniel Omaleng, Perkara Nomor 159/DKPP-PKE-VII/2018 dengan pengadu Anugrah Pata. Sementara Anugrah Pata dijatuhi sanksi peringatan dalam Perkara Nomor 171/DKPP-PKE-VII/2018 dengan pengadu Yohanes Felix Helyanan dan Herman.

(Baca Juga: DKPP Pecat 4 Komisioner KPUD Mimika)

Keduanya mendapat sanksi peringatan dari DKPP karena tidak melaksanakan putusan DKPP Nomor 34/DKPP-PKE-VII/2018 yang berisi perintah untuk mengoreksi keikutsertaan pasangan calon (paslon) Hans Magal – Abdul Muis (HAM) pada Pilkada Mimika 2018.

KPU Papua Tidak Serius Melaksanakan Putusan DKPP

Dalam putusan DKPP tersebut, KPU Provinsi Papua diperintahkan untuk mengambil alih KPUD Mimika untuk selanjutnya melakukan koreksi terhadap paslon HAM dengan pengawasan Bawaslu Papua, maksimal 7 hari setelah putusan dibacakan pada 18 April 2018.

Kenyataannya kemudian, KPU Papua hanya mengambil alih KPUD Mimika dan hingga 7 hari setelah putusan DKPP dibacakan mereka tidak melakukan koreksi terhadap keikutsertaan paslon HAM.

(Baca Juga: Lewat 7 Hari, KPU Papua Belum Koreksi Syarat Calon Hans Magal-Abdul Muis)

Ketidakseriusan KPU Papua menindaklanjuti putusan DKPP kemudian menjadi alasan bagi pasangan HAM untuk mengajukan keberatan ke Bawaslu Papua, yang saat itu juga mengambilalih Panwas Kabupaten Mimika.

Celah hukum ini yang pada akhirnya memaksa Bawaslu Papua dalam putusan sidang musyawarah sengketa Pilkada Mimika dengan pemohon paslon HAM, lalu membatalkan Surat Keputusan KPU Kabupaten Mimika Nomor 17/HK.03.Kpt/9109/KPU-Kab/V/2018 tentang perubahan kedua atas Keputusan KPU Kabupaten Mimika Nomor 12/HK.03.1-Kpt/ 9109/ KPU-Kab/IV/2018 tertanggal 7 Mei 2018.

Bawaslu Papua kemudian kembali memerintahkan KPU Papua untuk melakukan koreksi ulang syarat calon paslon HAM mengacu pada putusan DKPP.

(Baca Juga: Batalkan SK 17, Bawaslu Perintahkan Koreksi Ulang Syarat Calon Paslon HAM Sesuai Putusan DKPP)

Dari fakta sidang DKPP akhirnya terungkap ada 3 komisioner KPU Papua yang menolak melaksanakan putusan DKPP untuk mengoreksi paslon HAM, yakni Adam Arisoi, Musa Sombuk, dan Beatrix Wanane.

Mantan komisioner KPU Papua Musa Sombuk, saat itu, bahkan berpendapat bahwa DKPP tidak berwenang mengoreksi hasil syarat calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Mimika 2018. Dalam keterangan persidangan, KPU juga terbukti memperdebatkan putusan DKPP yang final dan mengikat.

KPU Provinsi Papua yang menjalankan tugas KPU Kabupaten Mimika secara nyata telah melanggar etika dengan tindakan yang semestinya.

“Terhadap rangkaian fakta tersebut DKPP menilai tindakan KPU Provinsi Papua tidak dibenarkan secara etika. KPU Provinsi Papua telah melanggar Ketentuan Pasal 14 huruf e Undang-undang Nomor 7 tentang Pemilihan Umum yang berbunyi KPU berkewajiban, melaksanakan Putusan DKPP,” kata Harjono membacakan pertimbangan hukum Putusan DKPP.

Dalam sidang DKPP juga terungkap malpraktik penetapan SK KPUD Mimika Nomor 20/HK.03.1.Kpt/9109/KPU-KAB/V/2018 yang ditetapkan pada pleno yang digelar di Kantor KPU Provinsi Papua di Jayapura, Kamis (31/5/2018).

“DKPP berpendapat, terhadap SK Nomor 19/HK.03.1.Kpt/9109/KPU-KAB/V/2018 dan 20/HK.03.1.Kpt/9109/KPUKAB/V/2018 cacat prosedur dan tidak berkepastian hukum terlebih lagi, dalam kedua SK tersebut ditandangani oleh Ocepina Magal yang secara nyata tidak mengikuti pleno,” kata Ketua DKPP Harjono membacakan putusan DKPP.

(Baca Juga: KPUD Mimika Terbitkan SK Nomor 20, KPU RI dan KPU Papua Langgar UU Nomor 10/2016)

Dari fakta sidang DKPP, juga terungkap bahwa 2 dari 5 komisioner KPU Papua, Tarwinto dan Izak Hikoyabi menolak putusan KPUD Mimika yang kembali meloloskan paslon HAM pada Pilkada Mimika.

DKPP menilai keputusan Tarwinto mendukung dilakukannya konsultasi kepada KPU RI dalam rangka menindaklanjuti putusan DKPP dinilai sebagai tindakan yang tidak profesional dalam menghormati putusan DKPP yang bersifat final dan mengikat.

“Berdasarkan fakta dan bukti tersebut dalil aduan pengadu meyakinkan DKPP dan jawaban Teradu I tidak dapat diterima. Teradu I Tarwinto terbukti melanggar prinsip integritas dan Profesionalitas serta berkepastian hukum sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) huruf b ayat (3) huruf a juncto Pasal 11 Peraturan DKPP RI Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum,” ujar Harjono.

Bawaslu Adukan KPU Papua dan KPUD Mimika

Keputusan KPUD Mimika bersama KPU Papua untuk kembali meloloskan paslon HAM juga berujung pengaduan Bawaslu Papua ke DKPP yang tertuang pada Perkara Nomor 159/DKPP-PKE-VII/2018 dengan pengadu Anugrah Pata.

Dari fakta persidangan terungkap bahwa komisioner Bawaslu Papua Jacob Paisei telah mengingatkan terkait pemenuhan syarat calon pada Pasal 7 ayat (2) huruf o.

(Baca Juga: Kajati Papua: Berkas Perkara Komisioner KPUD Mimika Sudah Dikembalikan ke Penyidik)

Akan tetapi, KPU Kabupaten Mimika tetap menetapkan paslon HAM memenuhi syarat sebagai Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika tahun 2018. Terhadap keputusan tersebut, Bawaslu Provinsi Papua menerbitkan Berita Acara Nomor 38/PL.03.1-BA/9109/KPU-Kab/V/2018 yang pada prinsipnya menyatakan keberatan atas ditetapkannya kembali paslon HAM.

Dari pengaduan Bawaslu tersebut, DKPP akhirnya menjatuhkan sanksi pemberhentian kepada 3 komisioner KPUD Mimika yakni Theodora Ocepina Magal, Derek Mote, dan Yoe Luis Rumaikewi. Selain itu, DKPP juga menjatuhkan sanksi peringatan kepada komisioner KPUD Mimika Reinhard Gobai dan komisioner KPU Papua Tarwinto.

Sementara itu, 4 mantan komisioner KPU Papua yaitu Adam Arisoi, Musa Sombuk, Beatrix Wanane, dan Izak Hikoyabi luput dari sanksi kode etik karena sudah tidak menjabat sebagai komisioner KPU.

“Terhadap pihak terkait Adam Arisoi, Beatrix Wanane yang hadir dalam persidangan dan Sombuk Musa Yosep dan Izak Randy Hikoyabi yang tidak hadir dalam persidangan, dalam pengaduan Pengadu Perkara Nomor 158/DKPP-PKEVII/2018 dan Perkara Nomor 159/DKPP-PKE-VII/2018 tidak terpenuhi menjadi teradu sesuai Pasal 1 angka 30 Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017,” ujar Harjono.

Putusan Multitafsir

Dalam Putusan Perkara Nomor 171/DKPP-PKE-VII/2018 dengan pengadu Yohanes Felix Helyanan dan Herman, DKPP menjatuhkan sanksi peringatan kepada komisioner Bawaslu Papua Anugrah Pata.

DKPP menilai putusan sidang sengketa Pilkada Mimika Nomor 05/PS/33.10/V/2018 tanggal 27 Mei 2018 dengan pemohon paslon HAM, multitafsir sehingga tidak memberikan kepastian hukum. Faktanya, Bawaslu Papua selaku Panwas Kabupaten Mimika menerima permohonan sengketa terhadap SK KPU Nomor 17/HK.03.1-Kpt/9109/KPU-Kab/IV/2018 tertanggal 07 Mei 2018.

(Baca Juga: Tarwinto: Putusan Bawaslu Dalam Sengketa Pilkada Mimika Multi Tafsir)

Walaupun Anugrah Pata dalam pembelaannya menyebut keputusan itu untuk menguatkan putusan DKPP, namun dalam amar putusannya tidak disebutkan secara rinci. DKPP menegaskan bahwa Bawaslu Papua selaku Panwas Kabupaten Mimika yang bertindak sebagai kuasa Peradilan Pemilu seyogyanya memberikan putusan yang jelas dan memberikan kepastian hukum.

“Berdasarkan fakta dan bukti tersebut dalil aduan pengadu meyakinkan DKPP dan jawaban Teradu I tidak dapat diterima. Teradu I Anugrah Pata terbukti melanggar prinsip berkepastian hukum sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 11 Peraturan DKPP RI Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum,” kata Harjono. (Ong)

Komentar

Tanah Papua

Kontingen Pesparawi Kabupaten Puncak Tiba di Timika

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com –Kontingen lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Xlll Kabupaten Puncak telah tiba di Timika Rabu (27/10/2021).

Penyambutan kontingen dilaksanakan dengan pengalungan noken oleh Ketua Umum Panitia Pesparawi XIII Kabupaten Mimika, Johanes Rettob, yang diwakili oleh Seksi Acara dan Portokel, Slamet Sutejo kepada Ketua Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Daerah (LPPD) Kabupaten Puncak Lopi Tabuni.

Usai acara penyambutan, kontingen langsung diarahkan panitia menuju bus yang sudah disediakan di depan pintu kedatangan bandara Mozes Kilangin Timika dan langsung bergerak menuju ke lokasi penginapan.

(Baca Juga: Kontingen Memberamo Raya Baru Pertama Kali Ikut Pesparawi)

Ketua LPPD Kabupaten Puncak Lopi Tabuni saat ditemui di bandara Mozes Kilangin menyampaikan apresiasi kepada panitia atas penyambutan yang luar biasa terhadap kontingen Kabupaten Puncak di bandara.

”Sebelumnya dalam rapat rapat kami yakin panitia sudah siap menangani pesta akbar yang dilaksanakan di tanah Amungsa bumi Kamoro,”kata Lopi.

Jumlah peserta yang ikut dalam kontingen Pesparawi Kabupaten Puncak berjumlah 146 orang. Kontingen Kabupaten Puncak akan ikut dalam sembilan kategori lomba yakni paduan suara remaja,anak,campuran,vokal group,band, solo dan etnik dari 12 kategori yang diperlombakan.

“Targetnya, kita optimis masuk dalam juara”kata Lopi.(MSC)

 

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Dukung Kemajuan Usaha POJ Tambah 8 Unit Kendaraan Dump Truck

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Guna mendukung kemajuan dan kelancaran operasional perusahaan, PT Putra Otomona Jaya (POJ) Mimika menambah 8 unit kendaraan dump truck untuk operasional perusahaan. Ke 8 unit kendaraan tersebut di berkati dengan cara melakukan ibadah pemberkatan dipimpin oleh, Pastor Yosep Ikititaro di mile 28, Rabu (27/10).

Pimpinan PT Putra Otomona Jaya, Gergorius Okoare dalam sambutannya berterima kasih kepada PT Freeport atas dukungannya hingga saat ini. Dukungan dari PTFI selama ini sangat luar biasa.

“Freeport memberikan suatu pemanfaatan untuk bisa bekerjasama diatas tanah ini. Ini supaya kita memacu, berinovasi dan bisa berpeluang dimana saja semuanya sudah ada,” kata Gery sapaan karib Gergorius Okoare.

Gery mengungkapkan, langkah-langkah yang diambil untuk masyarakat Papua asli baik Amungme maupun Kamoro ini peluangnya sudah ada. Namun, bagaimana cara mengelolanya itu yang harus diamati secara baik dan harus diikuti semua jalur. Tidak semudah yang diharapkan.

“Ini kalau hanya asalnya minta-minta terus, maka Managemen Freeport juga akan melihat bahwa ini bagaimana, apakah mampu berkembang atau tidak dan lainnya. Peluangnya sudah ada sebenarnya bagi masyarakat asli Papua, tinggal bagaimana kita memanfaatkan peluang itu dengan baik saja. Kita harus mengelolanya dengan baik dan mampu berkembang,” ungkapnya.

Gery mengajak kepada pengusaha lokal binaan Freeport, melalui departemen yang dibangun PTFI yakni SLD agar generasi lainnya bisa mengikuti ini. Atau memanfaatkan kesempatan ini.

“Sekolahnya sudah ada. Saya pun berkembang dari program ini. Saya berpesan agar yang lainnya bisa memanfaatkan ini. Saya bersyukur karena ini dari PTFI, kalau pemerintah biasanya saya malas kalau bermitra dengan pemerintah. Lebih baik saya yang lurus-lurus saja. Jadi Freeport itu bayar yang lurus-lurus saja. Kalau pemerintah tidak,” katanya.

(Baca Juga: Pelaku Usaha Di Mimika Siap Dukung Pesparawi)

Menurutnya, selain dari dukungan PTFI ini juga karena dukungan dari Bank BRI. Sebab, dirinya juga memulai usaha ini atas dukungan dana dari pihak Bank BRI.

“Kalau saya kesana mereka langsung layani saya. Jadi saya senang bermitra dengan bank. Saya selalu memberikan pertimbangan saat mengambil yang di bank karena mengingat kadang pekerjaan ini berjalan mulus dan kadang tidak,” tuturnya.

Gery mengatakan, bahwa semua ini juga berkat dukungan dan kontribusi dari seluruh karyawan, sebab karyawan adalah aset perusahaan. Dengan dukungan dari seluruh karyawan maka PT Putra Otomona Jaya tetap maju terus dan tahap demi tahap dapat berkembang lebih besar lagi.

Gery mengaku bahwa semua itu adalah modal keberanian saja. Bahwa memulai segala sesuatu itu nekat. Tentu, pasti ada pertimbangan, tetapi kalau selalu ada dalam pertimbangan terus pasti tidak akan maju.

“Jadi jujur kami berangkat dari modal kepercayaan. Saya harap semua semangat, kendaraan ini baru jadi gunakan baik supaya kendaraan ini bisa menghasilkan uang untuk kita semua. Baik untuk keluarga karyawan dan keluarga saya serta semuanya,”ujarnya.(DEN)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Kontingen Memberamo Raya Baru Pertama Kali Ikut Pesparawi

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Kontingen lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Xlll Kabupaten Mamberamo Raya telah tiba di Timika Rabu (27/10/2021) untuk ikut ambil bagian pertama kali dalam perhelatan Pesparawi XIII.

Penyambutan kontingen dilaksanakan dengan pengalungan noken oleh Ketua Umum Panitia Pesparawi XIII Kabupaten Mimika, Johanes Rettob, yang diwakili oleh Seksi Acara dan Portokoler, Slamet Sutejo kepada Asisten lll Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Memberamo Raya yang juga merupakan Ketua Kontingen Memberamo Raya , Ramses Asmuruf.

Usai acara penyambutan, kontingen langsung diarahkan panitia menuju bus yang sudah disediakan di depan pintu kedatangan bandara Mozes Kilangin Timika dan langsung bergerak menuju ke lokasi penginapan.

(Baca Juga: Kolter Pertama Kontingen Pesparawi Jayawijaya Tiba di Timika)

Asisten lll Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Memberamo Raya yang juga Ketua Kontingen Memberamo Raya , Ramses Asmuruf saat ditemui di Bandara Moses Kilangin mengatakan bahwa Pesparawi XIII di kabupaten Mimika merupakan pertama kalinya kabupaten Memberamo Raya ikut ambil bagian menjadi peserta dalam lomba Pesparawi terakbar di tanah Papua.

“Kita baru pertama kali ikut Pesparawi XIII di kabupaten Mimika,”kata Ramses.

Ramses mengatakan kontingen Memberamo Raya sendiri berjumlah 101 orang terdiri dari penyanyi dan ofisial.

Kontingen Memberamo Raya sendiri akan ambil bagian dalam tiga kategori lomba yakni paduan suara campuran, paduan suara wanita dan vokal grup.

“Terima kasih atas penyambutan yang sangat meriah dan antusias dalam rangka Pesparawi XIII,”kata Ramses.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Bupati Omaleng Serahkan Dana 15 Milyar Untuk Konferensi KINGMI

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Bupati Mimika Eltinus Omaleng menyerahkan bantuan sebesar 1 miliar rupiah dari total bantuan sebanyak 15 miliar untuk pelaksanaan konferensi kingmi yang rencananya akan dilaksanakan pada 31 Oktober – 6 November mendatang.

Dana tersebut diberikan kepada Bupati Puncak yang juga selaku ketua Panitia pelaksana Konferensi Kingmi Wilem Wandik, penyerahan tersebut dilaksanakan di Gereja Kingmi, Mile 32, Selasa (26/10/2021).

“Bantuan ini nanti kemudian akan diserahkan kepada Ketua panitia 1 dan 2 untuk diberikan kepada koordinator bidang-bidang pelaksanaan contohnya ke bidang konsumsi dan yang lainnya,” ungkapnya dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut.

Bupati Omaleng mengungkapkan akan membagi rata seluruh dana kepada bidang-bidang kepanitiaan.

“Bantuan ini baru satu (1 miliar) belum yang lain, saya akan serahkan lagi uang sebesar 5 miliar untuk acara mulai tanggal 1-6 November mendatang,”ungkapnya.

Untuk masalah konsumsi Bupati menekankan agar masyarakat atau jemaat memilih satu orang untuk bertanggungjawab melaksanakan tugas sebagai koordinator.

“Mama-mama perlu memilih satu orang yang dipercaya, karena saya akan kasih uang, untuk beli sayur dan kebutuhan konsumsi lainnya, mungkin dari Mimika satu, Puncak satu, atau bagaimana,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan yang juga Bupati Puncak Wilem Wandik mengucapkan terima kasih kepada Bupati Mimika yang telah memberikan bantuan 1 miliar dari total 15 miliar untuk pelaksanaan konferensi Kingmi.

(Baca Juga: Kolter Pertama Kontingen Pesparawi Jayawijaya Tiba di Timika)

“Secara resmi kami menerima bantuan sebesar 1 miliar dari 15 miliar yang diberikan oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng hari ini,” katanya.

Wilem menambahkan dana yang diberikan sebanyak 1 miliar akan digunakan untuk upacara bakar batu dan konsumsi peserta konferensi Kingmi.

“Jangan dilihat 1 miliarnya atau dua dan tiga, 10 ribu rupiah saja itu adalah uang tuhan, jadi panitia jangan menyalahgunakannya, karena yang diberikan ini (dana) adalah amanah dari Tuhan untuk dilaksanakan,”ujarnya.(DEN)

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Tanah Papua1 hari ago

Kontingen Pesparawi Kabupaten Puncak Tiba di Timika

TIMIKA,KTP.com –Kontingen lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Xlll Kabupaten Puncak telah tiba di Timika Rabu (27/10/2021). Penyambutan kontingen dilaksanakan...

Tanah Papua1 hari ago

Dukung Kemajuan Usaha POJ Tambah 8 Unit Kendaraan Dump Truck

TIMIKA,KTP.com – Guna mendukung kemajuan dan kelancaran operasional perusahaan, PT Putra Otomona Jaya (POJ) Mimika menambah 8 unit kendaraan dump...

Tanah Papua1 hari ago

Kontingen Memberamo Raya Baru Pertama Kali Ikut Pesparawi

TIMIKA,KTP.com – Kontingen lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Xlll Kabupaten Mamberamo Raya telah tiba di Timika Rabu (27/10/2021) untuk...

Tanah Papua2 hari ago

Bupati Omaleng Serahkan Dana 15 Milyar Untuk Konferensi KINGMI

TIMIKA,KTP.com – Bupati Mimika Eltinus Omaleng menyerahkan bantuan sebesar 1 miliar rupiah dari total bantuan sebanyak 15 miliar untuk pelaksanaan...

Tanah Papua3 hari ago

Kolter Pertama Kontingen Pesparawi Jayawijaya Tiba di Timika

TIMIKA,KTP.com – Kontingen Pesparawi XIII se-Tanah Papua mulai berdatangan di Timika diawali hari ini, Senin (25/10) dengan kedatangan Kabupaten Jayawijaya...

Tanah Papua3 hari ago

Tapal Batas Mimika Dogiyai Masih Bermasalah

TIMIKA,KTP.com – Hingga saat ini masih terjadi tarik ulur terkait tapal batas antara Kabupaten Mimika dan Kabupaten Dogiyai di Kementrian...

Tanah Papua5 hari ago

Galian C Ilegal Semakin Berani Satpol PP Mimika Lapor Polisi

TIMIKA,KTP.com – Praktek galian C ilegal yang berada di kali selamat datang semakun berani bahkan tidak segan-segan melawan Satuan Polisi...

Tanah Papua5 hari ago

Bina Kemampuan Khusus, YPTP Latih Anak Anak Amor Buat Sofa

TIMIKA,KTP.com – Yayasan Pengembangan Telenta Papua (YPTP) terus melakukan upaya-upaya pengembangan kemampuan dan keterampilan bagi anak anak Amungme dan Kamoro...

Tanah Papua6 hari ago

Dukung Pesparawi se – Tanah Papua, Pangansari Utama Sumbangan Lima Kontener Air Mineral

TIMIKA,KTP.com – Sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan Pesparawi se-Tanah Papua yang  berlangsung 30 Oktober – 6 Nopember...

Tanah Papua7 hari ago

Koarmada III Gelar Serbuan Vaksinasi Maritim di Wilker Lanal Timika

TIMIKA,KTP.com – Komando Armada (Koarmada) III yang merupakan Komando utama TNI AL yang membawahi wilayah laut Indonesia bagian timur,  Jumat...

Tanah Papua

Advertisement

Trending