Connect with us

Tanah Papua

Pasien Rujukan Terus Bertambah Tak Mampu Ditampung RSUD Agats

Published

on

TIMIKA, HaIPapua.com – Tim terpadu penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat bekerja cepat memasuki pelosok perkampungan Kabupaten Asmat.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf M Aidi mengatakan data dari Posko Terpadu Penanggulangan KLB Asmat di Agats menyebutkan ratusan anak mendapat pemeriksaan dan imunisasi setiap hari sejak tim diberangkatkan Kamis (18/1/2018) lalu. Aidi mencontohkan Tim 3 Satgas Terpadu TNI-Kemenkes-Pemda Asmat di Distrik Pantai Kasuari dan Dekoumur telah melakukan pemeriksaan dan pemberian imunisasi kepada 980 anak di 6 kampung.

“Dalam pemeriksaan itu, 28 anak mengidap penyakit campak dan 19 anak penderita gizi buruk. 3 anak penderita campak dan seorang penderita gizi buruk menjalani rawat inap di Puskesmas Kamur. Ada juga 84 orang menjalani pengobatan poli umum,” kata Aidi melalui telepon selulernya, Sabtu (20/1/2018) malam.

Menurut Aidi, keberadaan pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah di kampung-kampung akhirnya menemukan banyak pasien anak yang sudah parah sehingga harus segera mendapat perawatan intensif.

“Seperti temuan di Distrik Sawaerma, Pulau Tiga dan Joerat, ada 12 anak yang harus dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats, Jumat (19/1) kemarin. Sepanjang hari ini ada 13 anak dari Sawaerma dan 2 lainnya dari Distrik Suator dievakuasi RSUD,” kata Aidi.

(Baca Juga: KLB Asmat adalah Cobaan bagi Bangsa Indonesia, TNI Selalu Siap Membantu)

Banyaknya jumlah penderita gizi buruk dan campak yang dirujuk dari kampung mengakibatkan sebagian pasien tak bisa lagi ditampung di RSUD Agats. “Hari ini masih ada 18 pasien yang harus menjalani rawat inap di Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena sudah tidak tertampung bangsal. Tim kesehatan sudah membangun tenda di Gereja GKI untuk menampung pasien yang terus berdatangan dari kampung-kampung,” kata Aidi.

Data sementara dari Posko Terpadu Penanggulangan KLB Asmat sejak 17 hingga 19 Januari 2018, tercatat 4.006 warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan diantaranya 3.511 anak mendapat imunisasi, 55 anak mendapat penanganan gizi buruk dan 397 orang mendapat pengobatan campak.

“Selain itu, 4 orang menjalani perawatan malaria, 4 orang TBC, 3 orang penderita dispapsia dan 2 orang mendapat perawatan akibat tetanus,” kata Aidi.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, tim kesehatan tersebut juga memberikan makanan tambahan untuk pasien anak dan untuk orang tua anak.

Sementara itu, Dansatgas Kesehatan TNI KLB Asmat Brigjen TNI Asep Setia Gunawan menegaskan selama 1 bulan fokus satgas untuk menangani gizi buruk dan wabah campak. Jika kondisi sudah teratasi, kata Asep, maka tim akan digeser ke tempat lain.

“Tim kesehatan daerah, baik dari TNI khususnya dari Kodam Cenderawasih akan tetap di sini. Kita targetkan sampai tiga bulan untuk penanganan campak selanjutnya gizi buruk. Ini konsepnya akan berlanjut oleh Pemerintah Daerah,” kata Asep yang juga sebagai Danrem 174/ATW Merauke.

(Baca Juga: Tim Terpadu Penanggulangan Campak dan Gizi Buruk Disebar ke 19 Distrik)

Dari laporan tim yang berada di lapangan, sebagian besar penderita campak kebanyakan adalah anak-anak yang didahului karena gizi buruk. Secara khusus Asep menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah membantu saudara-saudara di Kabupaten Asmat.

“Atas nama Satgas Kesehatan TNI dan Pemerintah Kabupaten Asmat, saya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah banyak berpartisipasi memberikan bantuan untuk meringankan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa wabah penyakit di Asmat,” katanya. (Ong)

Komentar