JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil mengusir kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) dari Kampung Banti, Banti 2 dan Opitawak di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Selasa (3/4/2018) pagi.
Sebanyak 50 personel TNI dari Brigif 20/ IJK, Yonif 751/ Raider dan Yonif 754/ ENK yang dipimpin Danbrigif 20/ IJK Kolonel Inf Frits Pelamonia sempat terlibat kontak tembak dengan anggota KKSB sejak Minggu (1/4/2018) sore sebelumnya akhirnya berhasil mengusir anggota KKSB keluar dari 3 kampung di Distrik Tembagapura.
“Pasukan TNI yang masuk ke Kampung Banti dalam rangka merebut kembali kampung-kampung yang dikuasai oleh KKSB. Penyerangan terhadap pasukan TNI menjadi bukti KKSB telah bersiaga menghadapi aparat keamanan,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Muhammad Aidi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (3/4/2018).
(Baca Juga: Kontak Tembak dengan TPN-OPM, Anggota Yonif 751 Raider Tewas di Tembagapura)
Kontak tembak antara TNI dengan anggota KKSB mengakibatkan 1 prajurit TNI Pratu Vicky Irad Rumpaisum meninggal tertembak dan Kopda Sumanto mengalami luka tembak di betis kanan. Dari pihak KKSB, kata Aidi, terpantau 2 orang tewas dan puluhan luka-luka.
“Sebelum melarikan diri, mereka membakar sejumlah rumah warga. Aparat yang melakukan pengejaran sempat mendapati seorang bayi yang disimpan di dalam honai yang hendak dibakar. Saat ini bayi tersebut sudah diserahkan ke Kepala Kampung Banti Johanes Jamang,” kata Aidi.

Setelah menduduki kembali 3 kampung yang sempat dikuasai KKSB sejak Februari lalu, selanjutnya Dansatgas Kol Inf Frits Pelamonia melakukan pendekatan kepada warga agar tidak trauma.
“Dari pendataan, tidak ada warga sipil yang menjadi korban akibat kontak tembak antara TNI dengan KKSB. Mereka selanjutnya melakukan pendataan kerusakan akibat aksi kriminal yang dilakukan KKSB sebelumnya,” kata Aidi.
(Baca Juga: Kapolda Papua Akui Sejumlah Kampung di Tembagapura Masih Dikuasai KKSB)
Sebelumnya, kata Aidi, anggota KKSB telah melakukan serangkaian aksi pengrusakan dan pembakaran bangunan sekolah dan rumah sakit serta beberapa rumah warga di Kampung Banti. Serangkaian aksi kriminal di Kampung Banti diduga sebagai realisasi dari ultimatum KKSB dari TPN-OPM diberbagai media yang menyatakan perang terhadap TNI-Polri.
“Aksi penindakan ini sebagai realisasi hasil koordinasi TNI-Polri setelah anggota KKSB melakukan serangkaian tindakan kriminal di Tembagapura,” kata Aidi. (Ong)






