Connect with us

Tanah Papua

Dua Jenazah Guru Korban Penembakan KKB Diterbangkan ke Sulawesi Selatan

Published

on

TIMIKA, KTP.com – Dua jenazah guru korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak diterbangkan dari Bandar Udara Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika, Minggu (11/4/2021) siang.

Rencananya kedua jenazah guru ini akan dikebumikan di daerah asalnya di Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Satu jenazah akan dikirim ke Desa Tapparan, Kecamatan Rantetayo dan satu lagi ke Desa Toyasa Akung, Kecamatan Bangkelekila,” ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Yulukoma, Junaidi Arung Salele di Timika, Sabtu (10/4/2021) kemarin.

(Baca Juga: Guru SD Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Kabupaten Puncak)

Kedua korban kebiadaban KKB ini dievakuasi dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak ke Timika, Sabtu (10/4/2021) kemarin. Sebelum proses evakuasi, aparat TNI-Polri melakukan pengamanan wilayah Bandar Udara Perintis Beoga untuk memastikan keamanan pesawat.

“Sebelumnya sudah sejak kemarin direncanakan untuk evakuasi ke Timika, tapi kondisi tidak memungkinkan. Barulah setelah aparat mengamankan wilayah bandara sehingga pesawat bisa masuk dan puji Tuhan kami bisa dievakuasi,” katanya.

(Baca Juga: Dunia Pendidikan Berduka, Guru SMP Yulukoma Tewas Ditembak KKB)

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang guru ditembak KKB di Kampung Yulukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Oktovianus Rayo (40) guru SD Klemabeth ditembak KKB di rumahnya di Perumahan Guru SMP Negeri 1 Yulukoma pada Kamis (8/4/2021) pagi lalu.

Berselang sehari, KKB kembali menembak guru SMP Negeri 1 Yonatan Renden (28) di dekat rumahnya di ujung Bandar Udara Perintis Beoga.

Kedua jenazah sempat disemayamkan di Puskesmas Beoga, sebelumnya akhirnya dievakuasi ke Timika. (REX/GOW)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *