Connect with us

Tanah Papua

Demianus Tewas Ditembak di Mil 50, Keluarga: Aparat Harus Bertanggung Jawab

Published

on

TIMIKA, KTP.com – Demianus Magai, warga Distrik Kwamki Narama yang sehari-hari berprofesi sebagai pendulang ditemukan tewas di pinggir kali di Mil 50, Senin (22/3/2021) kemarin.

Dari pengakuan keluarga, Demianus meninggalkan kamp untuk pergi berburu kuskus pada Minggu (21/3/2021) malam sekira pukul 21.00 WIT. Karena tak kunjung kembali ke kamp, istri dan anaknya lalu mencari dan akhirnya menemukan jenazahnya.

“Jenazahnya ditemukan di pinggir kali tak jauh dari kamp mereka di Mil 50. Di tubuh Demianus ada bekas luka tembak di bokong kiri,” ujar Erianus Magai di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, Senin (22/3/2021).

(Baca Juga: Kapolres Mimika: Hanya Satu Jenazah Anggota KKB di TKP Mil 53)

Erianus mengatakan bahwa Demianus bersama istri dan anaknya tinggal di kamp dekat dengan lokasi pendulangan emas di areal pengendapan tailing PT Freeport Indonesia (PTFI) di Mil 50. Saat Demianus pergi berburu, salah seorang anaknya mengaku sempat mendengar suara letusan.

“Kami menduga saudara kami Demianus ditembak aparat karena diduga anggota TPN-OPM. Tapi kami tegaskan dia warga sipil yang sehari-hari bekerja sebagai pendulang,” katanya.

Hal senada disampaikan kerabat korban, Neri Magai yang menyesalkan insiden penembakan salah sasaran yang menewaskan Demianus. Menurutnya, keluarga sudah menerima kejadian itu, namun ia mendesak supaya pelaku harus diproses hukum.

“Aparat harus bisa membedakan mana anggota TPN-OPM dan mana warga sipil. Ini jelas pelanggaran hukum dan kami minta harus diproses hukum. Kami juga berharap Komnas HAM dan Aktivis kemanusiaan mengawasi proses hukum ini,” tutur Neri.

(Baca Juga: Polres Mimika Tangkap Anggota KKB Kali Kopi di Jalan Trans Papua Timika-Nabire)

Sejauh ini belum ada penjelasan dari aparat kepolisian terkait tewasnya Demianus Magai di Mil 50.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu pasca kontak-tembak di hutan Mil 53 areal PTFI, Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata sudah mengingatkan warga untuk tidak masuk ke areal Mil 50.

Terlebih saat ini, aparat kepolisian dibantu TNI sedang berupaya untuk menutup celah bagi simpatisan TPN-OPM atau yang sering disebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang akan memasok bahan makanan bagi mereka. (REX)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *