Connect with us

Tanah Papua

Besuk Korban Penembakan di Distrik Fayit, Pangdam Cenderawasih Minta Maaf

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring menyampaikan permohonan maaf kepada korban penembakan dalam kerusuhan di Distrik (kecamatan) Fayit, Kabupaten Asmat.

Hal tersebut disampaikan Pangdam Cenderawasih saat menjenguk Jhon Tatai (25) yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Kotaraja, Kota Jayapura, Sabtu (1/6/2019) malam.

“Mewakili seluruh prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih, khususnya pelaku penembakan Serka Fajar menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut,” ujar Yosua Sembiring yang didampingi Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua Frits Ramandey.

(Baca Juga: Rusuh di Distrik Fayit, Kodam Cenderawasih Kirim Tim Investigasi)

Pangdam mengungkapkan rasa prihatin dan bela sungkawa menyusul jatuhnya korban jiwa dalam kerusuhan yang terjadi di Distrik Fayit pada Senin (27/5/2019) lalu.

“Kita semua selaku anak-anak Tuhan tentu tidak ada yang menghendaki kejadian ini, namun hal ini sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa yang harus kita terima dengan lapang dada,” kata Yosua Sembiring.

Jhon Tatai (25), satu dari 5 warga yang tertembak dalam aksi massa berujung perusakan di Distrik Fayit. Ia mengalami luka tembak di lengan kirinya sehingga harus diamputasi. Pasca kejadian itu, ia sempat dievakuasi dan mendapat perawatan di RSUD Agats, Kabupaten Asmat. Untuk perawatan lebih lanjut, pada Sabtu (1/6/2019), Jhon (25) dirujuk ke RS Bhayangkara Jayapura.

Pada kesempatan itu, Pangdam Cenderawasih menegaskan bahwa pihaknya akan menanggung semua biaya pengobatan dan akomodasi keluarga yang mendampingi Jhon (25) selama perawatan. Selain itu, Kodam Cenderawasih akan membiayai ongkos transportasi ketika kembali ke kampung halamannya.

“John tidak perlu berpikir macam-macam, semua biaya kami yang tanggung. John sudah ditangani oleh dokter yang terbaik yang akan merawat dengan sebaik-baiknya. Banyak berdoa dan makan cukup agar cepat sembuh,” pesan Pangdam kepada Jhon (25).

(Baca Juga: Ini Temuan Tim Investigasi TNI-Polri dan Komnas HAM Papua di Distrik Fayit)

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan massa bersenjata tajam dari Kampung Akan Tapak, Bagair, dan Baos menyerang ke Distrik Fayit, Senin (27/5/2019) siang. Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan hasil dari investigasi diketahui bahwa massa tersebut berasal dari tiga kampung di Distrik Aswi.

“Massa mengaku meluapkan kekecewaan mereka, karena calon anggota legislatif (caleg) asal Distrik Aswi, John Tatai yang merasa perolehan suaranya mencukupi untuk meraih kursi DPRD Asmat dialihkan ke Fitalis Akun, caleg lain dari partai yang sama,” kata Aidi.

Dalam perjalanan menuju Agats, Ibukota Kabupaten Asmat, sekitar 350-an massa singgah di Distrik Fayit. Di sini, mereka melampiaskan kekesalannya dengan menyerang rumah salah seorang anggota DPRD Asmat, Hamdayani. “Massa menganggap Hamdayani turut menggembosi perolehan suara caleg yang mereka dukung,” papar Aidi.

Melihat aksi perusakan itu, salah seorang anggota TNI bernama Serka Fajar berusaha meredam aksi massa dengan melepaskan tembakan peringatan. Bukannya takut, mendengar suara tembakan membuat massa menjadi beringas dan berusaha menyerang Serka Fajar.

“Dalam kondisi terpojok, Serka Fajar lalu menembak 5 orang yang berusaha menyerangnya dengan senjata tajam,” ujar Aidi.

(Baca Juga: Pangdam Cenderawasih: Oknum TNI yang Menembak Perusuh di Distrik Fayit Sudah Ditahan)

Akibat penembakan itu, 4 orang meninggal dunia yakni Xaverius Sai (40), Nikolaus Tupa (38), Matias Amunep (16), dan Frederikus Inepi (35). Seorang lagi, Jhon (25) harus kehilangan lengan kirinya karena diamputasi.

“Korban meninggal dunia sudah dikebumikan di kampung mereka, sementara pelaku penembakan Serka Fajar sudah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut di Pengadilan Militer,” tutur Aidi.

“Sementara itu kepolisian juga masih mencari provokator aksi massa tersebut dan pada saat yang sama Pemerintah Daerah Kabupaten Asmat sedang memfasilitasi proses rekonsiliasi antara warga dengan TNI,” pungkas Aidi. (Ong)

Komentar