Tanah Papua
Bahas Pilkada Damai, Kok KPUD dan Panwas Mimika Tak Hadir?
Timika, Kabartanahpapua.com – Kepolisian Daerah Papua menggelar Dialog Interaktif dalam rangka pelaksanaan pilkada damai dan demokratis di Provinsi Papua tahun 2018 yang diadakan di Hotel Horison, Timika, Kabupaten Mimika, Rabu (20/12/2017).
Dalam sambutan Kapolres Mimika yang dibacakan Wakapolres Mimika, Kompol Arnolis Korowa mengatakan kepolisian akan mengawal jalannya pelaksanaan pilkada di Kabupaten Mimika dengan mengedepankan situasi kantibmas tetap terjaga.
“Pada pilkada 2013 lalu yang diikuti 11 kandidat, saya dipercaya institusi Polri menjabat KabagOps Polres Mimika. Saat itu, saya tekankan agar tidak melakukan copy paste kejadian pilkada di Kabupaten Puncak. Saat terjadi kegaduhan, saya mencari otak di balik kejadian. Sekarang, sebagai manusia Papua kembali dipercaya untuk mengamankan Pilkada Mimika,” kata Arnolis.
Arnolis mengajak semua pihak untuk memberikan sumbangsih demi kelancaran pelaksanaan pilkada 2018 di Kabupaten Mimika. Kepada para kandidat, Arnolis berpesan agar menyiapkan diri untuk bersaing secara sehat.
“Pada pelaksanaan pilkada akan ada sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari pengawas pemilu (Panwas), Polri dan Kejaksaan.Sentra Gakkumdu ini nantinya yang akan mengolah laporan masyarakat jika ada pelanggaran pidana pemilu,” kata Arnolis.
AKBP Hotman Hutabarat selaku perwakilan Polda Papua mengatakan Kapolda Papua mengajak kita semua mengawal kegiatan pilkada 2018 mendatang agar terwujud pilkada yang damai dan demokratis.
Semua unsur yang hadir disini, kata Hotman, diharapkan dapat bertukar pikiran, belajar dari pengalaman agar pelaksanaan pilkada dapat berjalan aman dan lancar, sesuai dengan keinginan kita bersama.
“Masyarakat diharapkan bersama para penyelenggara pilkada, aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat kita, bersama-sama menyukseskan pelaksanaan pilkada damai dan demokratis,” kata Hotman.
Dalam dialog bersama narasumber fokus pada upaya menciptakan pilkada 2018 yang damai dan demokratis demi kemajuan Papua.
Tidak Tepat Sasaran
Salah seorang peserta, Tansil Azhari menilai kegiatan yang digelar Polda Papua tidak tepat sasaran. Pasalnya, kata dia, kegiatan tersebut tidak melibatkan perangkat pelaksana pemilu seperti KPUD atau Panwaslu.
“Seharusnya kegiatan seperti ini melibatkan langsung pihak partai, panwas, dan KPUD. Bila perlu seluruh kandidat yang bertarung di pilkada hadir sehingga dialog ini tepat sasaran,” kata Tansil.
Menanggapi kritikan tersebut, Arnolis mengaku pihaknya sudah beritikad baik untuk merangkul dan membuka ruang kepada penyelenggara pemilu untuk kegiatan ini. Ia berharap pada pelaksanaan pilkada nantinya tidak ada pihak-pihak yang menabrak aturan dan mengganggu pelaksanaan pilkada
“Jadi penting sekali panwas dan KPUD hadir. Saya tidak tau apakah sudah diberikan undangan. Nanti saya cek anggota kenapa tidak hadir jadi intinya kita siapkan sehingga jangan sampai ada yang menabrak aturan,” katanya.
Hadir dalam kegiatan itu, perwakilan Muspida plus Kabupaten Mimika, tokoh masyarakat dan perwakilan dari partai politik. (Rex)
















