Connect with us

Tanah Papua

Amankan Pilkada, TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Preventif dan Proaktif

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar meminta aparat TNI-Polri untuk mengedepan tindakan preventif dan proaktif saat mengamankan pemilihan kepala daerah (pilkada).

Hal ini disampaikan Boy Rafli pada Rapat Koordinasi TNI-Polri dalam rangka pengamanan Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur dan Bupati/Wakil Bupati 2018 yang dihadiri Pangdam XVII Cenderawasih, Kapolres bersama Dandim se-Papua di Aula Rastra Samara, Polda Papua, Jumat (9/2/2018) kemarin.

“Tahapan pilkada sudah memasuki tahap pendaftaran dan pada 12 Februari mendatang akan ada pengumuman pasangan calon (paslon) yang lolos. Jangan berpikir under estimated terhadap penetapan paslon, harus selalu siap dan waspada terhadap segala situasi yang ada. Misalnya, jika ada salah satu paslon yang tidak lolos pada tahapan ini,” kata Boy Rafli dalam sambutannya.

(Baca Juga: Polda Papua Tempatkan 2 Perwira Utama di Kabupaten yang Menggelar Pilkada)

Menurut Boy Rafli, Papua menjadi daerah dengan tingkat kerawanan tertinggi di Indonesia dalam pelaksanaan pilkada serentak 2018. Namun ia berharap saat penetapan paslon 12 Februari nanti, tidak terjadi kegaduhan antar pendukung karena semua paslon berasal dari orang asli Papua (OAP).

“Situasi Papua dan Kabupaten yang menyelenggarakan pilkada masih bervariasi dinamikanya, ada yang memanas, ada yang kondusif dan ada pula daerah yang harus diawasi tingkat keamanannya. Pada penetapan paslon mendatang, kita akan fokuskan pengamanan di KPU selaku penyelenggara pilkada,” kata Boy Rafli.

Boy Rafli menjelaskan pengamanan pilkada serentak 2018 di Papua akan melibatkan 14.613 personel yang terdiri dari 7.686 personel Polri, 2.250 personel TNI dan 4.687 personel Linmas. Estimasi kekuatan yang diturunkan pada tahap awal hingga pendaftaran baru melibatkan sepertiga kekuatan yang ada.

“Saya harap dalam pengamanan, personel TNI-Polri tidak diperbolehkan menggunakan peluru tajam, kecuali personel yang ditempatkan di distrik-distrik yang memang harus berhadapan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB),” kata Boy Rafli.

Sinergi TNI-Polri kunci keberhasilan pengamanan pilkada di Papua

Sementara itu, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi TNI-Polri untuk menyukseskan pilkada serentak di Papua. “Dari analisis intelijen, Papua menjadi pilkada terpanas dan terberat di Indonesia, karena itu TNI-Polri harus bersatu dan saling berkoordinasi untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” kata George Supit.

Dia meminta agar Kapolres, Dandim, Bhabinkamtibmas, beserta Babinsa agar bekerja lebih keras dan menjadi mata dan telinga kita dalam menyukseskan pelaksanaan pilkada. “Saya juga berharap agar kita berperan aktif untuk melakukan sosialisasi agar pilkada berjalan lancar. Untuk kegiatan itu kita perlu melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat,” kata George Supit.

(Baca Juga: Prajurit TNI Terlibat Politik Praktis Pilkada, Segera Laporkan!!!)

George Supit mengaku pihaknya sudah menyiapkan dua strategi untuk mencegah terjadinya konflik pilkada yakni strategi eksternal dan internal. Untuk strategi eksternal, kata George Supit, kami melakukan pendekatan dengan forum komunikasi pimpinan daerah (forkompinda) untuk bersama-sama menghimbau kepada masyarakat dan pihak yang terlibat untuk melaksanakan pilkada damai.

“Sementara untuk strategi internal, kami akan menekankan netralitas TNI-Polri pada pilkada dan memberikan pencerahan kepada anggota di daerah dan menjaga kekompakan antara TNI-Polri untuk menyukseskan tahapan pilkada,” kata George Supit. (Mas)

Komentar
Continue Reading
Advertisement