Connect with us

Tanah Papua

Perbatasan RI-PNG Rawan Transaksi Narkotika

Published

on

Jayapura, Kabartanahpapua.com – Upaya Pemerintah membenahi wilayah perbatasan mulai berdampak pada semakin tingginya aktivitas perdagangan antarnegara melalui jalur perdagangan tradisional.

Di sisi lain, berbagai praktik penyelundupan barang-barang ilegal serta narkotika dan obat terlarang mulai terungkap berkat kesigapan aparat TNI-Polri yang berjaga di sepanjang perbatasan RI-Papua Nugini (PNG).

Seperti yang terjadi Kamis (28/12/2017) lalu, saat aparat TNI-Polri di Pos Perbatasan RI-PNG di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura menangkap seorang warga PNG berinisial RW (30) yang membawa belasan paket ganja.

Kapolsek Muara Tami, Kompol M Mukabsi mengatakan terungkapnya upaya penyelundupan ganja ke Kota Jayapura bermula dari kecurigaan petugas Pos Perbatasan saat itu, Brigadir Taufik bersama Pratu Fredi Koraag dari Satgas Pamtas Yon 432 Kostrad.

Saat memeriksa barang bawaan RW (30), kata Mukabsi, ditemukan belasan paket ganja kering ukuran besar. “RW (30) sempat berusaha melarikan diri kembali ke wilayah PNG namun langsung dikejar oleh anggota TNI-Polri di Pos Perbatasan. RW (30) akhirnya diamankan oleh aparat dengan bantuan warga yang kebetulan berada di Zona Netral,” kata Mukabsi melalui sambungan telepon.

Menurut Mukabsi, upaya mengamankan warga Vanimo Province ini tidak berjalan mulus karena sempat berusaha dihalangi oleh Tentara PNG.

“Sempat terjadi perdebatan antara anggota TNI-Polri dengan Tentara PNG yang mencoba mengamankan RW (30). Namun anggota TNI-Polri berkeras dan akhirnya Tentara PNG mengalah menyerahkan RW (30),” kata Mukabsi.

Dari tangan RW (30), aparat TNI-Polri mengamankan 18 paket ganja kering ukuran besar serta beberapa lembang uang kertas kina. Selanjutnya RW (30) digiring ke Mapolres Kota Jayapura untuk menjalani penyidikan lebih lanjut.

Pada hari sebelumnya, Pos Koramil Muara Tami juga mengamankan 3 orang yang membawa ganja kering dalam pemeriksaan rutin di jalan lintas batas RI-PNG.

(Baca Juga: PLTA Mini, Kado Natal Istimewa Batalyon 512/QY Untuk Warga Perbatasan RI-PNG)

Ladang Ganja di Perbatasan RI-PNG

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kol Inf M Aidi mengaku tak heran jika di wilayah perbatasan marak dengan transaksi narkotika. Pasalnya, kata Aidi, prajurit TNI sudah berulang kali menemukan ladang ganja saat melakukan patroli di wilayah perbatasan RI-PNG.

“Dalam tiga bulan terakhir, patroli pengamanan perbatasan (Pamtas) dari Batalyon 410/ Alugoro sudah tiga kali menemukan ladang ganja di Kabupaten Keerom,” kata Aidi di Jayapura.

Pada awal September lalu, Patroli Pamtas Yon 410/ Alugoro menemukan ladang ganja di lereng pegunungan antara Kampung Kalilapar dan Kampung Umbapuy, Kabupaten Keerom. Di lokasi tersebut ditemukan puluhan pohon ganja setinggi 1,5 meter.

Satgas Pamtas Yon 410, kembali menemukan ladang ganja di Distrik Waris, Kabupaten Keerom pada 27 November dan 20 Desember lalu.

Dansatgas Pamtas Yon 410/ Alugoro, Letkol Inf Heri Amrullah mengatakan lokasi temuan ladang ganja biasanya berada di tengah belantara yang jarang dilalui orang. Dengan kondisi tanah gembur dan cuaca yang mendukung, tak heran jika pohon ganja yang ditemukan tumbuh subur.

“Lokasi penemuan ladang ganja sangat jauh dari perkampungan, medan berat dan sulit dijangkau. Ke depan patroli harus lebih intensif karena diduga masih masih ladang-ladang ganja di antara belantara perbatasan RI-PNG,” kata Heri. (Rex/Ong)

Komentar