Connect with us

Tanah Papua

Sekolah Dibakar KKSB, Siswa SD dan SMP Banti Ikut UN di Timika dan Tembagapura

Published

on

TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Para siswa Sekolah Dasar (SD) Inpres Wa’a Banti dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Banti masih dapat mengikuti Ujian Nasional (UN) meski bangunan sekolah mereka dibakar kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pada 24 Maret lalu.

Dari total 56 siswa kelas 3 SMP Negeri Banti dan 38 siswa kelas 6 SD Inpres Wa’a Banti hampir seluruhnya telah mengikuti UN yang dilaksanakan di beberapa lokasi berbeda.

(Baca Juga: 24 Siswa SMP Negeri Banti akan Diikutkan pada UN Susulan)

Kepala SMP Negeri Banti Markus Sombo mengatakan semua siswa kelas 3 yang berjumlah 56 siswa sudah melaksanakan UN di Timika dan Tembagapura. Menurutnya, pasca pembakaran gedung sekolah mereka sebagian siswa terpaksa pindah ke Timika untuk melanjutkan pendidikan.

“Dari 56 siswa itu, 32 siswa diantaranya mengikuti UN di Timika. Sementara 24 siswa lain mengikuti UN susulan, yakni 17 siswa melaksanakan UN susulan di SMP Taruna Timika dan 7 siswa di SMP Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) Tembagapura,” kata Markus Sombo di Timika, Kamis (10/5/2018) kemarin.

Ada 7 siswa ikut UN SD Susulan

Kondisi yang sama dialami siswa SD Inpres Wa’a Banti yang sebagian diantaranya terpaksa dititipkan di SD Taruna Papua Timika yang memiliki asrama. “Ada 27 siswa SD Inpres Wa’a Banti yang dipindahkan ke SD Taruna Papua pasca gedung sekolah dibakar Maret lalu,” kata Kepala SD Inpres Wa’a Banti, Markus Lepang di Timika.

Markus Lepang mengatakan 31 siswa telah mengikuti UN dari total 38 siswa kelas 6 SD Inpres Wa’a Banti. Untuk 7 siswa lainnya, kata Markus Lepang, sudah dihubungi oleh para guru dan rencananya akan diikutkan pada ujian susulan 12 hingga 14 Mei mendatang.

“Ada 31 siswa yang sudah mengikuti UN, masing-masing 4 siswa mengikuti UN di SMP YPJ Tembagapura dan 27 siswa lainnya di SD Taruna Papua Timika,” kata Markus Lepang.

(Baca Juga: Memperjuangkan Rakyat Seperti Apa, Kalau Bakar Sekolah dan Rumah Sakit?)

Menurut Markus Lepang, pasca kebakaran gedung sekolah mereka sempat beredar isu bahwa para siswa ditelantarkan. Namun, dengan keikutsertaan para siswa ini dalam UN menjadi bukti bahwa pihak sekolah tidak pernah meninggalkan para anak didiknya.

“Isu itu tidak benar, buktinya kami telah berupaya dan selalu bersama mereka hingga saat ini mereka semua bisa mengikuti ujian nasional dengan baik,” ujar Markus Lepang.

Siswa SMP Negeri Banti mengikuti ujian nasional susulan di SMP YPJ Tembagapura, Kabupaten Mimika. (ist)

Peran Orang Tua

Markus Lepang berharap agar para orang tua berperan untuk mendorong anak-anak mereka untuk tetap bersekolah dan tidak terpengaruh dengan lingkungan sekitarnya yang dapat membahayakan masa depan mereka. “Orang tua diharapkan terus mendorong anak mereka untuk tetap bersekolah, karena itu akan berdampak pada masa depan anak-anak,” kata Markus Lepang.

Hal senada diungkapkan personel Polsek Tembagapura Aipda Fitra yang selama ini rajin mendampingi warga Kampung Banti dan sekitarnya. Menurut Fitra, anak-anak di Kampung Banti dan sekitarnya memiliki keinginan sekolah yang sangat tinggi, namun mereka masih mudah terpengaruh dengan lingkungannya.

“Kami berharap ada peran orang tua yang terus mendukung anak-anak mereka untuk tetap bersekolah, misalnya dengan memberikan pengawasan untuk memastikan anak mereka tetap bersekolah,” kata Fitra.

(Baca Juga: Polsek Tembagapura Dampingi 8 Siswa asal Banti Mengikuti UN SD dan Susulan SMP)

Demianus Alom, salah seorang siswa SMP Negeri Banti yang mengikuti ujian susulan di SMP YPJ Tembagapura menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah khususnya TNI-Polri dan para guru serta PT Freeport Indonesia sehingga mereka dapat mengikuti UN.

Ia berharap agar KKSB tidak mengulang lagi aksi mereka seperti saat membakar gedung sekolah mereka, karena itu akan menghambat pendidikan anak-anak Papua. “Buat om-om yang sudah membakar sekolah kami, kami hanya bisa berdoa semoga om-om dorang diberi kesadaran. Kami berterima kasih karena kami sudah dibantu oleh Pemerintah bisa ikut UN ini,” kata Demianus setelah mengikuti ujian susulan di SMP YPJ Tembagapura. (Ern)

Komentar