Tanah Papua
Lebih Dari 200 pelajar di Mimika ikut Sosialiasi 4 Konsensus Kebangsaan
TIMIKA,KTP.com – Lebih dari 200 pelajar di Kabupaten Mimika mengikuti sosialisasi empat konsensus kebangsaan yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), di ruang serbaguna Hotel Grand Tembaga, Kamis (28/8/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, Frans Kambu.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan nilai-nilai dasar empat konsensus kebangsaan bagi para pelajar sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) serta membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun empat konsensus dimaksud terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan semboyan Bhineka Tunggal Ika.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, Frans Kambu mengatakan bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indoneia tentang diri dan lingkungannya, yang didasari oleh falsafah, cita-cita dan tujuan nasional.
Namun, Frans mengakui bahwa sampai saat ini pemahaman wawasan kebangsaan di kalangan pelajar di Kabupaten Mimika masih sangat kurang.
“Karena itu perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan kecintaan para pelajar terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang pada akhirnya dapat meningkatkan rasa nasionalisme, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta nilai-nilai patriotisme pada pelajar di Kabupaten Mimika,” kata Frans kambu dalam amanatnya pada pembukaan sosialisasi.
Lanjut dikatakan, Kabupaten Mimika memiliki 18 distrik dan 152 kampung/kelurahan dengan luas wilayah 21.633 kilometer persegi.
Pada Semester I tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Mimika sebanyak 320.839 jiwa yang terdiri dari berbgai suku bangsa.
Dengan adanya perbedaan ini tentunya pelajar di Mimika tidak luput dari perbedaan budaya, adat istiadat, agama dan tingkat ekonomi lapisan pelajarnya. Dengan demikian, potensi gesekan dalam kehidupan sehari-hari sangatlah mungkin terjadi.
Kemudian, di tengah perbedaan yang ada, perkembangan teknologi dan informasi yang semakin maju di era yang lebih modern ini berlangsung begitu cepat dan semakin kompleks, berbagai pengaruh negatif juga terdapat di dalamnya.
Dalam hal ini juga kerap terjadi penyebaran informasi hoaks yang tidak jelas kebenarannya, yang mengandung ujaran kebencian serta penghinaan baik kepada individu maupun kelompok.
Hal-hal inilah yang sangat bisa menyebabkan perpecahan bahkan pertikaian antar pelajar. Untuk itu, diperlukan upaya peningkatan rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta cinta tanah air, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan.
Sehingga, di Kabupaten Mimika dapat tercitpta kedamaian, keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan pelajar yang secara bersama-sama demi terwujudnya Mimika yang responsif, enerjik, transparan, objektif, dan berdaya saing menuju Gerbang Emas (Gerakan Kebangkitan Ekonomi Adil dan Sejahtera).(MWW)
















