Tanah Papua
Warga Pulau Karaka Duduki Pos Sekuriti Cargo Dock Portsite
TIMIKA, HaIPapua.com – Ratusan warga Pulau Karaka menduduki Pos Sekuriti Cargo Dock dan menutup ruas jalan tambang menuju Portsite, Pelabuhan Amamapare, Minggu (4/2/2018) pagi. Aksi ratusan warga ini menyusul tewasnya Kolaka Emakeparo atau Ibu Emakulata (61) yang diduga akibat peluru nyasar saat terjadi keributan di Cargo Dock, Sabtu (3/2) malam.
Ratusan warga ini menutup ruas jalan dengan ranting pohon, ban bekas, dan batu yang mengakibatkan aktivitas karyawan di Cargo Dock Pelabuhan Amamapare lumpuh total.
Perwira Staf Operasi (Pasops) Lanal Timika, Kapten Laut (P) Rohi King Dini sempat bernegosiasi dengan warga untuk membuka blokade, namun ditolak warga yang berkeras meminta pertanggungjawaban aparat atas kematian Ibu Emakulata (61). “Kami baru mau membuka jalan ini kalau jenazah dikembalikan ke sini dan ada pertanggungjawaban siapa pelaku penembakan yang menewaskan Ibu Emakulata,” kata perwakilan warga.
Massa sempat beringas saat melihat rombongan Satgas Amole mencoba mendekat ke lokasi blokade jalan. Mereka lalu membakar ban di tengah jalan dan sebagian lagi mencoba mengejar anggota Satgas. Karena tidak kondusif, anggota Satgas Amole memutuskan untuk mundur.
(Baca Juga: Tokoh Kamoro Desak Kapolda dan Pangdam Ungkap Kematian Warga Pulau Karaka)

Rombongan Tokoh Masyarakat Kamoro dipimpin Gergorius Okoare bersama Kapolres Mimika, AKBP Indra Hermawan menemui massa di Pos Security Cargo Dock Portisite.
Sepakat dilakukan Otopsi
Kondisi mulai mereda ketika rombongan tokoh masyarakat Kamoro yang dipimpin Gergorius Okoare bersama Dominikus Mitoro didampingi Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan tiba di Cargo Dock, Portsite.
Dihadapan warga Pulau Karaka, Geri Okoare menyampaikan duka cita atas kejadian yang mengakibatkan tewasnya ibu Emakulata (61). Ia pun meminta agar keluarga menyetujui otopsi terhadap jenazah ibu Emakulata (61) untuk memperkuat bukti hukum. “Sekarang jenazah sudah disemayamkan di DPRD Mimika. Kita akan proses hukum jadi harus dilakukan otopsi untuk memperkuat bukti hukum,” kata Geri di Pos Cek Point Cargo Dock, Minggu (4/2/2018) sore.
Geri menegur warga yang biasa mencuri barang di Cargo Dock untuk menghentikan kegiatan itu. Ia pun berharap agar pelaku yang sebelumnya ditahan polisi segera menyerahkan diri. “Adik-adik yang biasa mencuri itu, jangan diulangi lagi. Mencuri itu bukan budaya kita, dan sekarang ibu-ibu yang tidak bersalah kena sasaran,” kata Geri.
Tokoh adat Kamoro, Dominikus Mitoro menyesalkan aksi berlebihan dari aparat sehingga mengakibatkan satu ibu tewas terbunuh. “Jika ada yang bersalah, silahkan ditangkap tapi jangan keluarkan tembakan. Bapak-bapak semua bisa mengerti dan lihat disini kita punya anak-anak tidak ada yang muka jahat,” kata Dominikus dihadapan Kapolres Mimika.
Sementara Kapolres Mimika, AKBP Indra Hermawan menyampaikan duka cita dan penyesalannya atas kejadian yang menewaskan Ibu Emakulata. Ia menegaskan akan mengungkap kasus ini dan meminta warga agar mau bekerja sama membantu penyelidikan.
“Dari kejadian tadi malam, Saya sudah berbicara dengan Kapolda Papua dan beliau sudah mengirim penyidik kesini untuk secepatnya menyelesaikan kasus ini. Kami pun minta agar warga yang melihat kejadian ini agar mau membantu kami memberikan keterangan,” kata Indra.
Setelah beberapa saat berbicara dengan warga akhirnya pihak keluarga menyetujui agar dilakukan otopsi terhadap jenazah Ibu Emakulata. Setelah rombongan tokoh masyarakat Kamoro dan Kapolres meninggalkan lokasi, sebagian warga meninggalkan pos cek point Cargo Dock, namun sebagian lagi masih bertahan dan terus menutup ruang jalan tambang itu. (Rex)



