Tanah Papua
Kasus Covid Mimika Terus Meningkat, Angka Meninggal Bulan Juli 48 Orang
TIMIKA,KTP.com – Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Mimika Reynold Ubra mengatakan bahwa angka meninggal karena Covid di Kabupaten Mimika saat ini sudah meninngkat rata-rata empat orang perhari. Jumlah tersebut meningkat sebelumnya yaitu rata-rata tiga orang perharinya.
“Case fatality atau angka kematian sudah diatas tiga. Dalam seminggu terakhir ini rata-rata empat orang perhari,” kata Reynold di ruang Kerjanya, Senin (26/7/2021).
Dari data Dinkes Mimika untuk perkembangan Covid 19 di Kabupaten Mimika menyatakan bahwa kasus komulatif per 25 juli 2021 sebanyak 8.173 kasus dengan kasus penambahan baru 36 kasus dari pelaku perjalanan 5 orang, kontak erat 6 orang dan suspek 25 orang.
Selanjutnya untuk pasien sembuh per 25 juli 2021 adalah 7.158 orang (87,58 % dari komulatif kasus). Jumlah harian pasien sembuh atau selesai isolasi adalah 58 orang (RS Temabagapura 12 orang, RSUD 0 orang, Klinik Kuala Kencana 2 orang dan RSMM 44 orang) atau 1,82% dari 907 pasien aktif.
Kemudian untuk jumlah kematian pasien Covid 19 dalam perawatan per 25 Juli 2021 adalah, 3 kasus kematian dari 75 pasien dirumah sakit. Komulatif kematian pasien Covid berjumlah 108 orang (1,29% dari komulatif kasus), sedangkan jumlah kematian mulai 1 juli 2021 hingga 25 Juli 2021 adalah 48 kasus (2,29% dari 1610 kasus selama bulan Juli 2022).
Untuk ketersediaan tempat tidur sendiri dari data Dinkes per tanggal 25 Juli 2021 di RSUD Mimika terisi 88,89% persen dari 45 tempat tidur, RSMM terisi 51,72% dari 29 tempat tidur, Klinik Kuala Kencana terisi 20% dari 20 tempat tidur dan untuk RS Tembagapura terisi 41,67% dari 48 tempat tidur.
Dari data teresebut disimpulkan bahwa,
1. Penularan Covid 19 di Mimika meningkat dan menyebar sangat cepat dan merata yang di buktikan dengan penduduk yang terinfeksi menurut jenis kelamin, usia, suku dan wilayah.
2. Rata-rata kejadian kematian akibat Covid 19 di Mimika dalam tujuh hari terakhir adalah 4,12 kematian atau 5,8% perhari (4 lali lebih tinggi dari tahun 2020).3 Penularan Covid 19 di masyarakat masih dan sedang berlangsung terbukti dari rata kejadian perhari hampir 8 kali lebih tinggi yaitu, 3 per 100.000 penduduk naik menjadi 25 per 100.000 penduduk, apalagi 8 dari 9 pasien melakukan isolasi mandiri. 4. Ketersediaan tempat tidur pada ruang isolasi di Rumah Sakit terutama di RSUD Mimika hampir melebihi kapasitas maksimal yaitu 8 dari 10 tempat tidur sudah terpakai.
(Baca JugaKadinkes Mimika: Kasus Komulatif Covid 19 Di Mimika Meningkat Jadi 7300)
Menurut Reynold sekarang ini penyebaran Covid di Mimika semakin cepat dan meluas. Hal tersebut di karenakan peningkatan terjadi satu bulan yang lalu dan semestinya sekarang kasusnya harusnya menurun. Karena dua kali masa periode yaitu 14 hari masa inkubasi terpanjang, sedangkan PPKM di Mimika sudah memasuki hari ke 14.
Tetapi kasus semakin meningkat yang seharusnya menurun karena melewati angka inkubasi. Kenaikan tersebut diketahui dari kasus terendah di Mimika dalam satu bulan terakhir rata-rata 70 orang dan tertinggi 100 orang
“Peningkatan kasus terjadi di Mimika di mulai satu bulan lalu yaitu pada 26 Juni 2021. Harusnya menurun sekarang. Ini artinya penyebarannya sudah meluas, selain itu banyak masyarakat yang terinfeksi tidak terdata, nanti sudah parah baru datang kerumah sakit terus akhirnya menyebabkan kematian,”jelasnya.
Reynold menambahkan bahwa untuk menurunkan kasus agar tidal terjadi banyak penularan dan tidak banyak orang meninggal harus dilakukan tidak ada aktivitas sama sekali (shut down) yang tidak panjang. Misalkan dilakukan selama tiga hari kemudian dilihat perkembangannya.
“Harusnya dilakukan shut down bukan lock down yang dimana hanya mengunci wilayah-wilayah terkait saja. Kalau tidak bisa shut down saya pikir pembatasan yang dilakukan cukup bagus karena dimalam hari tidak ada aktivitas,” tuturnya.(DEN)



