Tanah Papua
Satgas Kesehatan TNI Penanggulangan Campak Tiba di Asmat
TIMIKA, HaIPapua.com – Tim Satgas Kesehatan TNI Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang beranggotakan 53 personel tiba di Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika, Selasa (16/1/2017). Danrem 174/ATW, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan mengatakan Tim Medis Mabes TNI itu akan bergabung dengan 30 personel dari Kodam XVII/ Cenderawasih dan Korem 174/ATW.
“Rombongan akan langsung diberangkatkan ke Agats, untuk segera bergabung dengan Tim Penanggulangan Wabah Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat,” kata Asep saat menjemput rombongan Satgas di Bandar Udara Mozes Kilangin Timika.
Karena keterbatasan kapasitas pesawat twin otter sehingga hanya sebagian anggota Satgas Kesehatan TNI yang berangkat ke Agats membawa sebagian kecil logistik bahan makanan dan obat-obatan. “Ada sekitar 8.927 kilogram bahan makanan dan obat-obatan yang diangkut pesawat hercules dari Jakarta. Karena kapasitas angkut pesawat terbatas maka logistik akan diangkut dengan kapal,” kata Asep.
(Baca Juga: Bantu Penanggulangan Wabah Campak, Mabes TNI Kirim Satgas Kesehatan ke Asmat)
Menurut Asep, Satgas Penanggulangan Wabah Campak dan Gizi Buruk akan berada di Asmat selama sebulan dan akan dievaluasi persepuluh hari. “Tiba di Agats kita langsung laksanakan operasi, anggota satgas akan disebar di seluruh distrik. Pemkab dan Kodim sudah menyiapkan speedboat dan sebuah pesawat helikopter TNI disiagakan untuk mendukung operasi ini,” ujar Asep.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Asmat melakukan monitoring dengan menerjunkan 4 tim ke 39 kampung di 7 distrik (kecamatan) pada 9 -14 Januari 2018. Hasilnya ditemukan 471 kasus balita terkena wabah campak dan 7 kasus menderita gizi buruk. “Temuan terbanyak di Distrik Sirets dan Jetsy namun belum ada laporan korban meninggal dunia,” kata Steven Langi.
Temuan tim monitoring diperoleh informasi 58 balita meninggal akibat wabah campak dan 1 orang meninggal akibat gizi buruk dalam periode September 2017 hingga Januari 2018.
“Korban meninggal akibat campak terbanyak ditemukan di Distrik Pulau Tiga sebanyak 37 orang. Di Distrik Fayit ada 13 orang meninggal akibat campak dan seorang lagi meninggal karena gizi buruk. Sementara di Distrik Aswi dilaporkan ada 8 orang balita meninggal karena wabah campak,” kata Steven dalam keterangan tertulisnya. (Ong)



