Connect with us

Tanah Papua

Pdt Jupinus: Mereka Bakar Sekolah, Kita Kembali Masuk ke Masa Kegelapan

Published

on

TIMIKA, KTP. com – Pendeta Jupinus Wama mengungkapkan keprihatinannya melihat aksi brutal kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak sepekan terakhir. Selain membunuh guru, KKB juga menjarah barang milik warga dan yang lebih miris mereka memperkosa anak-anak perempuan yang mereka temui.

“Jadi yang hancur itu bukan hanya sekolah kita, tapi kita punya anak-anak perempuan juga sudah hancur, di rumah juga sudah hancur semua,” ujar Pendeta Jupinus didampingi sejumlah warga kepada aparat TNI-Polri yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Kampung Yulukoma, Distrik Beoga, Jumat (16/4/2021).

(Baca Juga: KKB Bakar Gedung Sekolah SMP Negeri 1 Yulukoma)

Akibat aksi brutal KKB, kata Pendeta Jupinus, banyak warga yang terpaksa melarikan diri untuk bersembunyi di hutan. Ia mengaku bersyukur situasi di Distrik Beoga sudah kembali aman setelah kehadiaran aparat TNI-Polri.

“Sekarang sudah mulai aman, jadi kita bisa panggil kembali keluarga yang lari ke hutan,” katanya.

Pendeta Jupinus menyebut aksi brutal KKB membunuh guru dan membakar sekolah mengakibatkan daerah mereka kembali ke masa kegelapan. Padahal, kata dia, dengan kehadiran sekolah mereka bisa mengenal dunia dan anak-anak di kampung itu bisa menuntut ilmu.

“Sekarang tuan tanah marah, Tuhan marah, kita juga marah karena mereka bakar sekolah, kita masuk kembali ke dalam kegelapan,” tuturnya.

(Baca Juga: Kesaksian Junaidi, Kepsek SMP Negeri 1 Beoga yang Lolos dari Kebiadaban KKB)

Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Puncak bisa segera datang melihat kondisi di Distrik Beoga.

“Kita kasi masukan untuk datangkan kembali guru-guru, bangun kembali sekolah supaya jadi seperti yang kemarin-kemarin,” ucapnya berharap.

Pendeta Jupinus bersama warga lainnya mengungkapkan kekhawatiran jika KKB kembali datang ke Distrik Beoga. Ia mengungkapkan harapannya agar aparat TNI-Polri bisa memastikan KKB tidak datang lagi ke kampung mereka. (GOW/REX)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *