Tanah Papua
Tiga Anggota Satgas Pamrahwan Yonif 753/AVT Raider Tewas Akibat Miras Oplosan
MULIA, Kabartanahpapua.com – Tiga prajurit TNI dari Batalyon 753/AVT Raider yang bertugas sebagai Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) di Kabupaten Puncak Jaya tewas setelah mengkonsumsi minuman beralkohol oplosan. Selain itu, ada 2 prajurit lainnya yang masih menjalani perawatan intensif di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi membenarkan kejadian 3 prajurit TNI yang meninggal di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (19/7/2018) kemarin.
“Tiga prajurit TNI yang meninggal RSUD Mulia adalah prajurit yang bertugas di daerah tersebut. Awalnya mereka mengeluh pusing, mual, dan kesakitan di dada sehingga dilarikan ke RSUD Mulia,” kata Aidi dalam keterangan tertulis, Jumat (20/7/2018).
(Baca Juga: Ketua MUI Mimika: Sudah Habis Air Liur Teriak Stop Miras)
Menurut Aidi, kejadian ini bermula ketika sejumlah anggota melaksanakan kerja bakti membersihkan area sekitar pos, pada Kamis (19/7/2018) pagi. Setelah kegiatan itu, mereka lalu beristirahat di saung yang terletak di belakang pos sambil makan dan minum.
Di antara mereka ada yang membeli minuman kaleng suplemen Ena’O di warung dekat pos. Karena ketidaktahuan mereka lalu mencoba mencampur minuman suplemen ini dengan alkohol 70 persen yang biasa dipakai untuk membersihkan luka.
“Dari keterangan rekan-rekannya, ada 5 prajurit yang ikut mengkonsumsi minuman bercampur alkohol itu. Beberapa saat setelah meneggak minuman oplosan ini, ke-5 prajurit ini tertidur di saung,” ujar Aidi.
Sekitar pukul 12.30 WIT, kata Aidi, mereka dibangunkan oleh rekannya untuk makan siang. Saat bangun ke-5 prajurit ini mengeluh pusing, mual, dan merasa kesakitan di dada. Setelah berkoordinasi dengan Danki Pos, selanjutnya ke-5 prajurit ini segera dilarikan ke RSUD Mulia untuk mendapat pertolongan.
“Pada pukul 13.20 WIT, Praka Felix dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosa sementara keracunan alkhol. Pada pukul 21.00 WIT, kembali diterima laporan dua anggota meninggal yakni Pratu George dan Pratu Agustinus. Dua prajurit lainnya kemudian dirujuk ke RS Marthen Indey Jayapura,” kata Aidi.
Setelah kejadian ini, dilakukan pengecekan di sejumlah warung yang berada di sekitar pos dan tidak ditemukan ada yang menjual minuman beralkohol atau minuman keras (miras).
“Dari pengecekan ini disimpulkan bahwa kejadian ini akibat ketidaktahuan prajurit mencoba mencampur minuman suplemen dengan alkohol pembersih luka yang seharusnya tidak bisa dikonsumsi. Disayangkan karena kejadian ini luput dari pengawasan pimpinan,” kata Aidi.
Korban Dievakuasi
Dua prajurit TNI korban miras oplosan, Pratu Abdul dan Pratu Leonardus akhirnya dievakuasi ke RS Marthen Indey Jayapura, pada Jumat (20/7/2018) siang. Sebelumnya, kedua prajurit ini sempat mendapat perawatan di RSUD Nabire.
(Baca Juga: Pahami Hukum dan HAM, Niscaya jadi Prajurit yang Disiplin dan Berperilaku Baik)
Sementara itu 3 jenazah anggota TNI, langsung di kirim ke kampung halamannya masing-masing menggunakan pesawat carter untuk dikebumikan.
Jenazah Praka Felix dikirim ke kampung halamannya di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, jenazah Pratu George dikirim ke Merauke, dan jenazah Pratu Agustinus dikirim ke Jayapura. (Mas)



