Tanah Papua
Mendikbud: Saya Diutus Presiden Jenguk Guru Korban Kekerasan KKSB dan Melihat Pelaksanaan UN di Papua
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat sekolah menengah pertama di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Senin (23/4/2018).
“Kunjungan ini sesuai janji saya untuk mengecek kesiapan dan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer dan kertas. Saya ingin melihat yang paling pinggir karena daerah ini dari aspek sarana dan prasarana, kemudian dari aspek penyelenggaraan mungkin masih banyak kekurangan,” kata Menteri Muhadjir kepada sejumlah wartawan di SMP Negeri 2 Mimika.
(Baca Juga: Dinas Pendidikan Dasar Mimika Kutuk Pelaku Penganiaya Guru di Arwanop)
Dalam kunjungannya ini, Menteri Muhadjir melihat pelaksanaan ujian nasional di SMP YPPK Bernardus, SMP Sentra Pendidikan, SMP Negeri 3 Mimika, SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 2. Selain itu, ia juga melihat kondisi SD Inpres Kwamki Narama yang mengalami kerusakan akibat konflik di daerah itu.
Menurutnya, pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer dan kertas sudah berjalan baik sesuai ketentuan yang berlaku. Laporan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni Usmani, kata Menteri Muhadjir, pelaksanaan UN di Kabupaten Mimika diikuti 3.519 siswa dari 54 SMP sederajat, dan dari jumlah itu ada 1.500 siswa yang mengikuti UNBK di 14 sekolah.
“Memang ada pengecualian di beberapa tempat tadi, karena sekolah itu berada di daerah konflik (Kwamki Narama) sehingga pertukaran pengawas untuk ujian ini tidak bisa dilaksanakan karena memang dalam keadaan khusus,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Menyinggung kondisi sekolah yang tidak terawat dan rusak akibat konflik di Kwamki Narama, kata Menteri Muhadjir, akan menjadi catatan Kemendikbud untuk dipertimbangkan mendapat bantuan guna perbaikan menyeluruh.
Menteri Muhadjir mengatakan saat ini Pemerintah Pusat sudah mengurangi bantuan yang sifatnya fisik dan fasilitas. Oleh karena itu, ia berharap ada kerja sama dengan Pemda setempat. Menurutnya, Kemendikbud pasti akan memberikan bantuan fasilitas kepada sekolah di Papua, namun untuk besarannya dan bentuknya seperti apa masih disesuaikan dengan alokasi anggaran yang dimiliki Kemendikbud.
“Karena itu kedatangan saya untuk membujuk dan mengimbau agar Pemda bersama-sama kita untuk segera menyiapkan fasilitas yang memadai agar semakin banyak yang ikut UNBK,” kata Menteri Muhadjir.

Mendikbud Muhadjir Effendy berfoto bersama guru SMP Negeri 2 Mimika. (Ong/Kabartanahpapua.com)
Jenguk Guru Korban Penganiayaan KKSB
Dalam kunjungan ini, Menteri Muhadjir juga mengaku diperintah Presiden Joko Widodo untuk menjenguk guru korban penganiayaan dari anggota kelompok kriminal separatis bersenjata di Kampung Arwanop, Distrik Tembagapura.
Rencananya, Menteri Muhadjir akan bertemu dengan para guru korban penganiayaan dan akan mengunjungi Kampung Banti dan Arwanop di Tembagapura.
“Saya diutus Presiden Jokowi untuk membesuk terutama mereka yang mengalami masalah akibat kasus kekerasan di Arwanop. Besok pagi, saya akan ke sana (Banti dan Arwanop) dan sore ini akan bertemu dengan para guru,” kata Menteri Muhadjir.
(Baca Juga: TNI Evakuasi Guru Kontrak Korban Kebiadaban KKSB di Arwanop)
Mengenai kemungkinan untuk mengangkat para guru kontrak ini menjadi pegawai negeri sipil sedang diusulkan oleh Kemendikbud. Usul ini, kata Muhadjir akan disampaikan kepada Presiden pada rapat kabinet.
“Sedang kita pertimbangkan untuk mengangkat mereka menjadi PNS, karena itu tidak sepenuhnya wewenang Kemendikbud, tapi antar kementerian. Nanti saya laporkan kepada Bapak presiden, mudah-mudahan Bapak Presiden membuat keputusan yang menggembirakanlah,” kata Menteri Muhadjir. (Ong)



