Tanah Papua
24 Siswa SMP Negeri Banti akan Diikutkan pada UN Susulan
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) SMP, SMA dan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mimika Manto Ginting mengatakan ada 24 siswa di Kampung Banti, Distrik Tembagapura yang tidak dapat mengikuti ujian nasional.
Menurut Manto, jumlah siswa SMP Negeri Banti yang seharusnya mengikuti ujian nasional sebanyak 56 orang, namun ada 32 siswa sudah berada di Kota Timika.
“Dari total 56 siswa SMP Negeri Banti yang akan mengikuti UN, ada 32 anak sudah berada di Kota Timika,” kata Manto saat mendampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat meninjau pelaksanaan UN di Kabupaten Mimika, Senin (23/4/2018).
(Baca Juga: Mendikbud: Saya Diutus Presiden Jenguk Guru Korban Kekerasan KKSB dan Melihat Pelaksanaan UN di Papua)
Setelah berkoordinasi dengan kepala sekolah dan para guru, kata Manto, diketahui bahwa ada 2 siswa yang tinggal di Satuan Pemukiman (SP) IX dan ada 30 anak yang dititipkan di SMP Taruna Papua.
“Siswa yang berada di Kota Timika dan sekitarnya bisa mengikuti UN di SMP Taruna Papua. Sementara untuk 2 siswa yang tinggal di SP IX yang tidak berani keluar dari kampung terpaksa didatangi oleh guru,” kata Manto.
Rencananya, kata dia, untuk 24 siswa yang masih berada di Kampung Banti akan diikutkan pada UN susulan pada 11 Mei mendatang. Jika pertimbangan keamanan di Banti tidak memungkinkan maka akan dipindah ke Tembagapura.
“Saat ujian susulan, nanti kami akan mengirim tim ke Kampung Banti. Walaupun sekolah sudah dibakar tapi untuk UNKP bisa dilaksanakan di gedung Gereja. Namun, jika tidak memungkinkan, maka akan dipindahkan ke Tembagapura,” kata Manto.
(Baca Juga: Semua Guru Berhasil Dievakuasi dari Arwanop, Pasukan TNI Masih Bertahan)
Pelaksanaan UN di Kabupaten Mimika diikuti 3.519 siswa dari 54 SMP sederajat. Dari jumlah itu, ada 1.500 siswa yang mengikuti UN Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksanakan di 14 sekolah.
Sementara untuk pelaksanaan UN di wilayah pesisir dari Distrik Mimika Barat Jauh, Potowayburu hingga Distrik Jila berlangsung serentak dan semua soal sudah didistribusikan sejak Sabtu (21/4/2018) lalu.
“Di semua daerah itu kan pelaksanaan UN berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Soal sudah didistribusikan bersama pengawas pada Sabtu (21/4) lalu dan setelah ujian pada Kamis (26/4) maka mereka harus kembali ke Timika,” kata Manto. (Ong)



