Tanah Papua
Jembatan Kali Biom Rusak, Kodim 1702 Jayawijaya Dirikan Posko Tanggap Bencana
WAMENA, KTP.com – Kodim 1702 Jayawijaya mendirikan Posko Tanggap Bencana dekat Jembatan Kali (sungai) Bion di Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo.
Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang mengatakan pendirian posko itu untuk mengatisipasi kondisi darurat akibat rusaknya Jebatan Kali Bion, Rabu (24/2/2021) lalu.
Jembatan Kali Bion berada di ruas jalan Trans Papua Jayapura-Wamena, yang menghubungkan Kabupaten Jayawijaya dengan Kabupaten Yalimo.
Hal tersebut disampaikan Dandim Jayawijaya usai meninjau kondisi jembatan bersama Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wamena, Zepnat Kambu, Kamis (25/2/2021) kemarin.
“Posko Tanggap Bencana ini akan diisi 34 personel ditambah 6 personel kesehatan serta menyiagakan satu mobil ambulans,” ujar Dandim Jayawijaya dalam keterangan tertulisnya, Jumat 26/2/2021).
Rencananya, kata dia, Posko tanggap bencana ini akan beroperasi hingga kendaraan kembali bisa melintasi Kali Bion.
“Posko ini untuk memberikan pertolongan darurat jika ada orang sakit atau ibu yang akan melahirkan yang hendak dibawa ke Rumah Sakit di Wamena,” katanya.

Dandim 1702 Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang bersama Kepala BPJN Wamena Zepnat Kambu meninjau jembatan Kali Biom di Kabupaten Yalimo, Kamis (25/2/2021). (Pendam XVII Cenderawasih)
Bangun Jembatan Darurat
Sementara itu, Kepala BPJN Wamena Zepnat Kambu mengatakan pihaknya segera mengambil langkah-langkah darurat pasca-bencana ini.
“Pertama, kami akan membangun jembatan darurat agar ruas jalan ini bisa kembali digunakan masyarakat dan kendaraan roda dua dan empat bisa kembali melintas,” katanya.
Langkah kedua, kata dia, akan berusaha menyelamatkan rangka jembatan yang saat ini dalam keadaan miring agar bisa digunakan kembali.
“Kami juga akan melakukan normalisasi kali dan memasang brojong sepanjang 20 meter di dua sisi berbeda untuk menahan derasnya air terutama saat terjadi banjir,” paparnya.
Selain itu, BPJN Wamena berencana membangun jalur alternatif sementara melewati kampung Amuki dan Arikbalek menunggu pengerjaan jembatan Kali Bion.
“Kami bersama Dandim akan berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Yalimo untuk bertemu dengan kepala kampung dan pemilik ulayat mengenai jalur alternatif ini,” katanya.
Untuk pengerjaan di lapangan, BPJN Wamena sudah menyiapkan 7 unit ekskavator ditambah 3 unit ekskavator milik PT Cipta Jaya.
“Semua alat berat ini akan digunakan untuk membangun jalan alternatif agar aktivitas transportasi kembali lancar,” pungkasnya. (REX)



