Connect with us

Tanah Papua

Di Mimika dan Nabire Masih Banyak Antibiotik Dijual Tanpa Resep Dokter

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan (Loka POM) di Kabupaten Mimika, Rudolf Bonay mengungkapkan bahwa di Mimika dan Nabire penjualan antibiotik tanpa resep dokter masih banyak terjadi.

Rudolf menjelaskan, kasus tersebut paling banyak terjadi di Kabupaten Nabire. Hal ini menunjukkan tidak tertibnya Apotek dalam menjual Antibiotik yang seharusnya tidak dijual sembarangan tanpa resep dari dokter.

Hal ini terungkap setelah pihaknya melakukan pengawasan pada sarana pelayanan kesehatan dan sarana kefarmasian di Nabire dan Mimika.

“Sejauh ini hasil pengawasan kami, kami temukan temuan pelanggaran itu pelanggaran-pelanggaran minor. Pelanggaran-pelanggaran minor artinya kita lakukan sanksi administrasi. Sanksi administrasi itu seperti surat peringatan ataupun peringatan keras,” ungkap Rudolf, Kamis, 25 September 2025.

“Pelanggaran-pelanggaran yang kita temukan itu, misalnya ya, di sarana-sarana toko atau misalnya apotek. Nah, kebanyakan pelanggaran itu administrasi. Administrasi seperti apa? Misalnya kita temuan ada penjualan antibiotik tanpa resep, misalnya di apotek,” lanjutnya.

Menurut Rudolf untuk praktik kefarmasian sendiri rata-rata apotek di wilayah Mimika sudah cukup tertib dan patuh. Hanya ada beberapa apotek yang masih ditemukan menjual antibiotik tanpa resep.

Namun demikian, kondisi ini justru berbanding terbalik dengan Kabupaten Nabire di mana ditemukan penjualan antibiotik tanpa resep dokter terjadi sangat masif.

“Ya, kalau (di Mimika) cukup tinggi sih kami secara garis besar sih tidak cukup tinggi, tapi ada. Yang cukup tinggi itu di Nabire. Kami baru dua minggu yang lalu, kami baru lakukan pengawasan di Nabire dan di sana memang penggunaan antibiotik sangat tidak tertib,” kata Rudolf.

Kondisi ini kata Rudolf kemungkinan terjadi karena Kantor Loka POM berada di Kabupaten Mimika sehingga pengawasan lebih intens terjadi di Mimika, sementara di Nabire tak dapat dilakukan secara rutin.

Akibatnya, banyak apotek yang mendapat sanksi administrasi. Rudolf menyebut, apabila masih ditemukan maka akan ditindak secara tegas. Namun, Loka POM akan lebih mengedepankan pembinaan terlebih dahulu.

“Apotek ini kan juga memberikan sumbangsih untuk kesehatan, ya, artinya dia punya peran penting di situ. Sehingga kita mengedepankan pembinaan,” ujarnya.

Berkaitan dengan ini, Loka POM di Kabupaten Mimika juga telah bersurat kepada pemerintah daerah di dua daerah tersebut untuk mengeluarkan edaran tentang penjualan antibiotik.

Sebab, kata Rudolf kondisi ini merupakan “silent pandemic” atau adanya wabah yang muncul secara diam-diam.

“Kalau kita berpikir ya dulu kita minum, sakit, minum obat, bisa sempat sembuh. Tapi sekarang kadang lama sekali baru sembuh. Nah, itu sebenarnya salah satu resistensi antimikroba,” pungkasnya.(MWW)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *