Tanah Papua
Cakupan Vaksinasi Umur 18 Sampai 59 Tahun Masih Kurang Dari 20 Persen
TIMIKA,KTP.com – Cakupan vaksinasi untuk Sub Populasi Tenaga kesehatan (Nakes) pelayan publik di Kabupaten Mimika baik vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah hampir 100 persen. Sedangkan untuk masyarkat biasa umur 18 sampai 59 tahun baru mencapai 19 persen.
“Dari total 178.710 orang di kota Timika yang harus di vaksin yang sudah hampir 100 persen adalah Sub Populasi Nakes dan Pelayan publik,”kata Reynold di kantor pusat pemerintahan, Selasa (3/8/3021).
Menurut Reynold dari jumlah Sub Populasi Nakes 3.691 orang sudah menerima dosis pertama 100 persen dan untuk dosis kedua 88 persen. Sedangkan dari jumlah Sub Populasi pelayan publik 21.656 orang sudah menerima vaksin dosis pertama 100 persen namun untuk dosis kedua baru mencapai 56 persen. Kemudian dari jumlah Sub Populasi lansia 20.678 orang yang menerima dosis pertama 1 persen dan dosis kedua 0,34 persen.
(Baca Juga: Keluarga Besar TNI Kabupaten Mimika Mengikuti Vaksinasi Covid-19)
“Artinya khusus untuk Nakes Health Imunity sudah terbentuk. Untuk masyarakat biasa dan lansia masih jauh karena masih di bawah 20 persen. Sehingga dari gambaran jumlah vaksinasi itu terlihat dari cakupan imunisasi Sub Populasi yang masih rendah itu menyebabkan banyak yang terpapar covid kemudian mengalami gejala berat, kritis sampai meninggal,” tutur Reynold.
Reynold mengungkapkan, bahwa kecepatan vaksinasi sangat penting, tetapi stok vaksin yamg ada masih terbatas. Hingga saat ini di Mimika kecepatan vaksinasi bisa mencapai 3000 orang perhari yang menerima suntikan vaksin Covid 19.
“Vaksinasi yang sedang dilaksanakan oleh Pemkab Mimika saat ini masih di perioritas kan untuk zona kuning, oranye dan merah. Tapi bukan berarti pelaksanaan vaksinasi yang belum dilaksanakan di wilayah zona hijau tidak dilakukan, kita masih lihat ketersediaan vaksin,” ungkapnya.
Reynold menambahkan untuk mencegah daerah terpencil masih menjadi zona hijau sambil menunggu pelaksanaan proses vaksinasi yang masih di perioritas kan pada zona kuning, oranye dan merah yaitu dengan cara sosial promosi 3M. Selain itu mengaktifkan Satgas ditingkat Distrik dan Kampung.
“Mestinya di zona hijau juga harus dilakukan secara serempak karena untuk mendapatkan healt imunity namun dilihat dari ketersediaan vaksin kami perioritaskan pada zona kuning, oranye dan merah dahulu,” ujarnya.(DEN)



