Connect with us

Tanah Papua

Danrem 172/PWY: Yang Terpenting Bisa Diterima Masyarakat

Published

on

JAYAPURA, KTP.com – Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan meminta prajurit yang bertugas mengamankan wilayah perbatasan RI-PNG untuk melakukan operasi humanis.

Hal ini disampaikan Danrem 172 saat memimpin upacara penerimaan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG di wilayah Kolaops Korem 172/PWY di Satrol Lantamal X Jayapura, Selasa (9/3/2021) kemarin.

“Kalian memang satuan tempur, namun selaku komandan saya berharap kalian melakukan operasi secara humanis yang bisa diterima oleh hati dan jiwa masyarakat Papua,” ujar Danrem.

(Baca Juga: Pangdam Cenderawasih Ingatkan Prajurit Satgas Pamtas Tidak Tergiur Keuntungan Finansial)

Izak menekankan tujuan utama operasi humanis agar bisa diterima masyarakat Papua. Setelah berhasil meraih hati masyarakat maka dengan sendirinya kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi.

“Daripada kita melaksanakan operasi yang menurut kita benar tetapi tidak bisa diterima oleh rakyat Papua,” katanya.

Ia juga meminta para prajurit Satgas Pamtas yang baru untuk memahami dan melaksanakan motto Korem 172/Praja Wira Yakthi yakni ‘Kenali masyarakat, Datangi mereka, dan Layani Mereka’.

“Laksanakan motto ini, karena yang kita hadapi adalah masyarakat kita sendiri, saudara kita. Mereka berlawanan dengan kita karena ada komunikasi yang tidak terjalin dengan baik. Kalian adalah komunikator-komunikator yang akan mempertemukan perbedaan itu,” ucapnya.

(Baca Juga: Cantiasa: Jangan Pernah Menyakiti Hati Rakyat)

Pada kesempatan itu, Izak menyampaikan 6 poin yang harus dilaksanakan prajurit dalam melaksanakan tugas.

Pertama, tingkatkan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI sebagai landasan moral.

Kedua, pedomani prosedur tetap (protap) dan peraturan yang berlaku. Hindari pelanggaran dan perhatikan faktor keamanan baik personel maupun peralatan.

Ketiga, laksanakan serah terima yang baik dan teliti, segera beradaptasi serta laksanakan tugas secara proporsional dan profesional.

Keempat, pelihara dan kembangkan loyalitas, solidaritas, dan jiwa korsa agar terjalin sinergisitas.

Kelima, harus memberi kebaikan. Pelajari karakter dan budaya serta kearifan lokal sehingga kehadiran TNI dapat diterima dengan baik.

Poin penekanan terakhir, agar setiap prajurit dapat membantu pemerintah daerah memberikan pemahaman tentang tatanan kehidupan baru dalam menghadapi pandemi Covid-19 kepada masyarakat.

Sebagai informasi, Satgas Pamtas RI-PNG yang baru ini berasal dari Batalyon 131/Braja Sakti (BS), Batalyon 512/Quratara Yudha (QY), dan Batalyon 403/Wirasada Pratista (WP).

Setelah melakukan serah terima dengan Satgas Pamtas sebelumnya, selanjutnya mereka akan diberangkatkan ke pos masing-masing. (MAS)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *