Tanah Papua
Pemda dan PTFI Siap Pulangkan Pengungsi Asal Lolos Tes Covid-19
TIMIKA, KTP.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika bersama PT Freeport Indonesia akhirnya mengabulkan tuntutan para pengungsi untuk memulangkan mereka ke daerah asalnya di Distrik (kecamatan) Tembagapura.
Kepastian mengenai rencana pemulangan warga asal sejumlah kampung tersebut disampaikan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob di Posko Pengungsi di Jalan Baru, Timika pada Senin (18/1/2021) sore.
“Pemerintah dan Freeport tidak tinggal diam, kami terus berusaha untuk memulangkan masyarakat pengungsi,” ujar John Rettob di hadapan ratusan pengungsi.
John Rettob mengungkapkan kendala yang dihadapi saat ini adalah memastikan warga yang kembali ke Tembagapura tidak terinfeksi Covid-19. Karenanya, ia meminta warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan rapid tes terlebih dahulu.
“Ada aturan dan prosedur yang harus kila lakukan sebelumnya yaitu masyarakat harus tes Covid-19 untuk memastikan tidak ada yang terinfeksi virus. Ini dilakukan demi kepentingan bersama, jadi masyarakat benar-benar sehat baru bisa naik (pulang),” katanya.
(Baca Juga: Pengungsi Desak Pemda Mimika Serius Urus Kepulangan Mereka)
Ia juga memastikan bahwa pihak perusahaan sudah menyediakan bus untuk memulangkan pengungsi. Namun, kata dia, harus mengikuti protokol kesehatan sehingga daya tampung bus yang semula 46 orang hanya bisa memuat 30 penumpang.
“Intinya bus sudah siap, tetapi proses yang perlu kita lakukan adalah tes Covid-19 karena kita tahu namanya perusahaan ketat secara aturan. Jadi kita ikuti aturan yang ada.”
“Mudah-mudahan tidak ada kendala maka hari Rabu (20/1/2021) atau Kamis (21/1/2021) masyarakat sudah mulai naik namun secara bertahap,” katanya menerangkan.
Dalam pertemuan itu, John Rettob mengungkapkan bahwa Pemda bersama Freeport juga membahas bantuan bagi warga yang akan kembali ke daerah asal. Pasalnya, warga sudah meninggalkan rumah dan kebun selama kurang lebih 10 bulan.
“Kami bersama perusahaan juga sudah menyiapkan bantuan kebutuhan makanan di atas (kampung). Masyarakat sudah lama meninggalkan kebun, nanti makan apa. Untuk itu kami akan bantu sampai masyarakat bisa menyesuaikan dan berkebun seperti kehidupan sebelumnya di kampung,” kata John Rettob.
(Baca Juga: Haris Azhar: Kami Akan Minta Pemda Sediakan Transportasi Kembalikan Warga Ke Distrik Tembagapura)
Selanjutnya ia meminta koordinator pengungsi melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan Kepala Distrik Tembagapura untuk selanjutnya melakukan pemeriksaan kesehatan di Kuala Kencana. Kepada warga yang berkumpul, John Rettob berpesan agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker.

Ratusan pengungsi mendatangi Terminal Gorong-Gorong Timika pada Senin (18/1/2021) pagi. (ist)
Mendatangi Terminal Gorong-Gorong
Sebelumnya, pada Senin (18/1/2021) pagi, ratusan pengungsi kembali berdatangan ke Terminal Gorong-Gorong untuk menanyakan jadwal pemulangan mereka ke Tembagapura. Kedatangan ratusan warga ini, mendapat penjagaan dari aparat kepolisian, Satgaspam Obvitnas PTFI dan sekuriti PTFI.
Selanjutnya perwakilan PTFI bersama Kasat Pam Obvitnas AKP I Ketut Agus Utama lalu berdialog dengan perwakilan warga. Dalam dialog itu, Agus Utama meminta mereka kembali ke Posko pengungsi dan menunggu pengumuman dari pihak Pemda yang saat itu sedang mengadakan pertemuan.
Setelah mendapat penjelasan dari koordinator warga, ratusan warga ini akhirnya mau kembali ke Posko Jalan Baru dan sebagian lagi diangkut menggunakan truk Dalmas. (REX)
















