Tanah Papua
TNI Akui Senpi Milik Almarhum Serka Sahlan Hilang
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Senjata api (senpi) milik almarhum Serka Sahlan dilaporkan hilang setelah diserang kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Kamis (17/9/2020).
Dalam insiden itu, Serka Sahlan diketahui membawa senpi laras panjang jenis FNC dengan 25 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter dan sebuah magasin.
Asisten Operasi Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Brigjen TNI Suswatyo, saat dikonfirmasi membenarkan informasi mengenai hilangnya senjata itu. Ia mengaku masih mencari informasi lengkap terkait insiden itu.
“Yang hilang hanya senjata laras panjang saja. Tapi untuk perkembangannya, nanti saya coba cari infonya,” ujar Suswatyo, Kamis (17/9/2020) malam.
(Baca Juga: Anggota Babinsa dan Pengemudi Ojek Tewas Dibantai KKSB)
Seperti diberitakan sebelumnya, rombongan Babinsa Koramil 1404-06 Hitadipa yang menggunakan 6 sepeda motor diserang KKSB saat melakukan perjalanan dari Sugapa menuju Distrik Hitadipa, Kamis (17/9/2020) sekira pukul 14.20 WIT.
Dalam insiden itu, Serka Sahlan yang mengendarai sepeda motor paling depan ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak dan luka sayatan benda tajam.
“Rencananya jenazah Serka Sahlan akan dievakuasi ke Nabire,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria membenarkan insiden kontak tembak antara Satgas Aparat Teritorial (Apter) Koramil Hitadipa dengan KKSB di Distrik Sugapa.
Reza mengatakan pihaknya masih menyelidiki insiden yang berujung gugurnya satu prajurit TNI itu.
“Saat ini masih dilakukan pendalaman dan investigasi terkait kejadian itu,” kata Reza melalui pesan singkat.
(Baca Juga: Dua Warga Korban Penembakan KKSB di Intan Jaya Dievakuasi ke Timika)
Kutuk Aksi Kekerasan
Sementara itu, Bupati Kabupaten Intan Jaya Natalis Tabuni mengutuk aksi kekerasan terhadap warga sipil dan aparat di wilayah Kabupaten Intan Jaya. Ia mendesak kepolisian segera mengusut tuntas rentetan kejadian yang telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
“Siapapun dia, perbuatannya sudah melewati batas kemanusiaan. Kami berharap kepolisian segera mengungkap dan menindak tegas pelakunya,” ujar Natalis dilansir dari laman Bogopapua.net.
Bupati Natalis yang saat ini sedang melaksanakan dinas di luar daerah, berencana secepatnya segera kembali ke Sugapa. Ia berharap bisa segera berkoordinasi dengan aparat membahas rentetan insiden yang terjadi di wilayah Kabupaten Intan Jaya.
“Saya meminta semua pihak untuk berhati-hati dan memberikan ruang bagi aparat untuk memberikan pengamanan yang lebih maksimal di Kabupaten Intan Jaya,” pungkasnya. (REX)
















