Tanah Papua
DP3AP2KB Mimika Gelar Advokasi Pemenuhan Hak Anak dan Resmikan Forum Anak 2026
TIMIKA,KTP.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika mengadakan kegiatan advokasi serta sosialisasi kebijakan pemenuhan hak anak (PHA). Acara ini menyasar berbagai lembaga, baik pemerintah maupun non-pemerintah, termasuk media dan pelaku usaha di tingkat kabupaten dan kota.
Bertempat di Hotel Kanguru pada Rabu (3/6/2026), kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pelajar dari jenjang SMP, SMA, dan SMK beserta guru pendamping. Hadir sebagai narasumber utama, Ety Sri Nurhayati, yang merupakan Perencana Ahli Madya Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan PHA Wilayah II dari Kementerian PPPA.
Rangkaian acara juga dimanfaatkan untuk membentuk Forum Anak Tahun 2026. Dalam paparannya, Ety menekankan bahwa Forum Anak memegang peranan krusial sebagai ruang partisipasi anak dalam menyuarakan aspirasi, kebutuhan, dan pendapat mereka kepada pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya.
“Dengan mendengarkan langsung masukan anak atau melalui kotak saran, pemerintah bisa merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran karena benar-benar sesuai kebutuhan mereka,” jelas Ety saat ditemui.
Ety menambahkan, peran Forum Anak idealnya menjangkau hingga level kampung. Karena itu, pemerintah daerah diminta berkolaborasi dengan elemen masyarakat, salah satunya dengan membentuk Forum Anak di setiap distrik. Organisasi perangkat daerah (OPD) terkecil juga disarankan rutin turun lapangan dan menciptakan program yang mendorong partisipasi anak.
(Baca Juga: Proyek di Atas Rp1 Miliar Wajib TKDN, Wabup Mimika Minta PPK Perketat Pengawasan)
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada DP3AP2KB Mimika. Menurutnya, langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak-hak anak terpenuhi.
Ia mengingatkan bahwa anak adalah generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga perlu diberikan ruang seluas-luasnya untuk tumbuh optimal secara fisik, mental, sosial, dan spiritual. Fransiskus juga menjelaskan bahwa Forum Anak Nasional adalah organisasi binaan Kemen PPPA yang berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan anak-anak di seluruh Indonesia, khususnya dalam mewujudkan hak partisipasi.
“Forum Anak adalah sarana penting untuk mendorong partisipasi anak. Lewat forum ini, anak-anak bisa menyampaikan gagasan dan kebutuhan mereka, yang kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan yang berpihak pada kepentingan anak,” ujarnya.
Sesi diskusi berlangsung hidup. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, peran pemerintah menyediakan ruang aman bagi Forum Anak untuk berekspresi, hingga strategi menjangkau anak-anak di pelosok daerah.
Mengakhiri kegiatan, Kepala Seksi Pencegahan Terhadap Perempuan, Fince Kambuaya, berpesan kepada seluruh peserta agar aktif dalam Forum Anak dan memanfaatkan wadah tersebut untuk kegiatan positif demi masa depan.
“Saya minta kerja sama dari para guru pendamping. Banyak materi berharga yang bisa didapat di forum anak. Kepada adik-adik semua, mari aktif, jangan diam saja atau terkurung. Jangan sampai ada anak yang terlibat hal-hal tidak baik, seperti menggunakan lem. Itu tidak boleh,” tegasnya. (EH)


















