Tanah Papua
Willem Wandik :Netralitas Penyelenggara Pemilu Minimalisir Konflik di Papua
JAYAPURA,KTP.com – Pelaksanaan Pemilu serentak, terutama pemilihan umum anggota legislatif dan pemilihan kepala daerah dinilai berpotensi memicu konflik di Provinsi Papua.
Untuk itu,jelang pemilihan umum tahun 2024 mendatang, diharapkan penyelenggara pemilu, yakni Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk bersikap netral menjelang Pemilu 2024,dari tingkat pusat,Provinsi.
Hal tersebut tersebut disampaikan oleh tokoh Pegunungan Tengah Papua Willem Wandik,SE.M.Si, saat menghadiri ibadah syukuran wisudawan mahasiswa asal Puncak di Buper Waena,Kamis,30 November.
“Jika pelaksanaan pesta demokrasi ini berjalan dengan baik,tidak ada kesalahan,manipukasi suara, intimidasi, saya yakin pelaksanaan pemilu akan berjalan dengan baik dan aman,terutama penyelenggara pemilu harus bersikap netral dan berjalan sesuai dengan undang-undang,dan itu yang kita ingingkan agar pelaksanaan demokrasi berjalan dengan aman, itu juga yang dikehendaki Tuhan,”kata Bendahara PDIP Provinsi Papua Tengah Ini.
Kata Willem Wandik,di beberapa daerah di wilayah Pegunungan Tengah dan Papua tengah, potensi untuk konflik itu ada, sehingga dirinya berharap agar penyelenggara pemilu, termasuk partai politik dan pemerintah daerah,TNI-Polri,duduk bersama, menyatukan persepsi, guna mengantisipasi petensi-potensi konflik yang akan terjadi saat pemilihan umum.
“Saya pengalaman membangun di daerah yang konflik, dan pernah juga mengurus perdamaian konflik karena pemilu, oleh sebab itu saya ingatkan lagi agar penyelenggara pemilu harus tegas terhadap aturan dan juga harus netral,”kata Willem Wandik.
Sementara itu, terkait dengan berhasilnya mahasiwa asal Puncak yang telah wisuda S-1 dan S-2,Willem Wandik mengaku bangga, karena dengan keberhasilan ini, sudah tentu menjadi keberhasilan bagi pemerintah daerah Kabupaten Puncak dan juga bagi para orang tua di Puncak
Sebab selama dirinya memimpin Kabupaten Puncak selama 10 tahun, salah satu teroboasan adalah memberikana beasiswa bagi mahasiwa asal Puncak, guna memacu SDM di Puncak.
Mulai dari biaya pendidikan,hingga pemondokan,semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Puncak,dan ternyata pada wisuda Uncen,30 November 2023, ada sekitar 20-an lebih mahasiswa asal Puncak, berhasil diwisudakan.
“Kita targetkan setiap tahun harus ada mahasiswa asal Puncak yang lulus,sheingga tahap demi tahap SDM kita semakin banyak, ini membuktikan bahwa kita telah berhasil dalam membangun SDM Puncak,”kata Bupati Willem.
“Ingat agar jangan lama-lama pegang ijazah di Jayapura sini,segera cari pekerjaan,jangan hanya tunggu penerimaan PNS, tapi lamar juga di swasta,BUMN, contohnya manajer hotel,manejer rumah makan, itu gaji besar dari pada PNS,peluang banyak, segara daftar sehingga bisa dapat pekerjaan,karena itu tujuan kita kuliah adalah tiak dibodohi dan juga bisa dapat pekerjaan,”kata Willem.(MAR)



