Tanah Papua
Maksimalkan PAD Dinas Perikanan Akan Kembangkan Pelabuhan Perikanan
TIMIKA,KTP.com – Dalam rangka memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mimika dari sektor perikanan untuk pengiriman hasil tangkap, Dinas Perikanan Kabupaten Mimika akan kembangkan pelabuhan perikanan.
Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Antonius Welerubun mengatakan, pihaknya mengakui pendapatan asli daerah (PAD) terkait pengiriman hasil tangkap menggunakan kontainer selama ini masih belum maksimal. Hal tersebut dikarenakan sarana dan prasarana yang dimiliki belum memadai.
“Kendala itu ada di sarana dan prasarana yang belum memadai. Selama ini kontainer yang mereka gunakan tidak didaratkan ke pelabuhan perikanan. Mereka hanya berlabuh di laut sehingga bisa jadi kan kita tidak tahu secara pasti berapa kontainer yang keluar perhari atau perbulan,”kata Anton saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/2/2022)
Menurutnya, pelabuhan perikanan yang sudah ada saat ini harus segera dikembangkan lagi untuk mendukung adanya kawasan khusus daratan kontainer. Oleh sebab itu pihaknya masih sementara mengusulkan untuk masuk di masukkan pada APBD Perubahan agar nantinya diupayakan dilakukan penimbunan di kawasan daratan dengan kontainer.
“Mungkin juga nanti kita siapkan tempat cas kontainer. Dengan begitu otomatis penerimaan PAD kita akan meningkat,”tuturnya.
(Baca Juga:Dinas Perikanan Mimika Akan Gelar Pelatihan Budi Daya Kepiting Bagi Masyarakat Kekwa Fanamo dan Omawita)
Terkait dengan anggaran pengembangan pelabuhan tersebut, Anton meyebutkan kemungkinan dibutuhkan dana sekitar 5 miliar. Total dana itu kata dia, sudah terhitung mulai dari awal penimbunan sampai dengan pengadaan alat.
“Paling tinggi itu sekitar 5 miliar. Tapi nantinya kan kita bisa hasilkan pendapatan juga dari situ dengan biaya cas hitung perjam dan juga ongkos penyewaan tempat kontainer. Dengan begitu, di pastikan semua akan tertib,” terangnya.
Di samping itu, ia mengungkapkan bahwa hal ini juga berpeluang untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Jadi ini kan mereka transfer (ikan) dari kapal ke pelabuhan, dari pelabuhan ke tempat daratan kontainer, kemudian dari kontainer dia pindah ke pelabuhan besar untuk diberangkatkan. Ini semua tentu butuh tenaga kerja sehingga semua bisa terserap di situ,”ujarnya.(DEN)
















