Connect with us

Tanah Papua

57 Anak Meninggal Karena Campak, Pemda Asmat Bentuk Tim Penanggulangan

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Bupati Kabupaten Asmat, Elisa Kambu mengaku telah membentuk Tim Penanggulangan Wabah Campak dan Gizi Buruk yang melibatkan beberapa Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) yang akan disebar di 224 kampung di 23 distrik yang ada di Kabupaten Asmat.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat telah mengirim Tim medis ke sejumlah distrik di Kabupaten Asmat sejak Selasa (9/1/2018) lalu. “Tim penanggulangan wabah campak dan gizi buruk yang berjumlah besar ini akan bekerja serentak mulai 15 Januari. Mereka akan disebar di 224 kampung dari 23 distrik yang ada di Kabupaten Asmat hingga Februari,” kata Elisa Kambu dalam keterangan tertulis, Senin (15/1/2018).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Asmat, Steven Langi mengatakan wabah campak mulai terdeteksi sejak September 2017 lalu. Dinkes Asmat, kata Steven, lalu memerintahkan Puskesmas untuk menggiatkan kegiatan pengobatan dan imunisasi melalui kegiatan puskesmas keliling.

“Kendala yang kami hadapi karena tidak semua wilayah bisa dijangkau ditambah dengan minimnya tenaga medis dan paramedis. Kendala lain karena mobilitas masyarakat yang sangat tinggi yang lebih sering tinggal di hutan dan hidup berpindah-pindah,” kata Steven.

Peningkatan wabah campak dan gizi buruk ini juga dilaporkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asmat yang telah merawat 568 pasien dalam periode September 2017 hingga 11 Januari 2018. “Dari 568 pasien itu, 393 pasien rawat jalan dan 175 rawat inap di RSUD Asmat,” kata Steven.

(Baca Juga: Presiden Imbau Pemda Berperan Aktif Periksa dan Awasi Kesehatan Masyarakat)

 

57 Anak Meninggal Karena Wabah Campak

Laporan tim medis yang dikirim Dinkes Asmat ke sejumlah distrik sejak 9 hingga 13 Januari lalu menemukan sebaran penderita campak di Kabupaten Asmat. Tim yang dikirim ke Distrik Suator dan Distrik Kolf Braza hanya menemukan kasus campak di wilayah Waganu I.

“Di kedua distrik itu, tim medis yang melakukan pengobatan, imunisasi dan pemberian vitamin A dan PMT terhadap 933 anak di 9 kampung. Dari 9 kampung hanya di wilayah Waganu I ditemukan 3 orang campak dan 5 suspek,” kata Steven.

Sementara tim yang dikirim ke Distrik Fayit dan Distrik Atsy melayani pengobatan dan imunisasi terhadap 1.724 pasien di 16 kampung. Di daerah ini, kata Steven, tim medis menemukan 101 anak menderita campak dan 7 orang gizi buruk. “Di wilayah ini diperoleh informasi 22 anak meninggal, 21 diantaranya karena campak dan seorang lagi karena gizi buruk,” kata Steven.

Tim medis yang melakukan pengobatan ke Distrik Jetsy dan Distrik Sirets juga mendapati ratusan anak yang menderita campak. Menurut Steven, pengobatan dan pemberian imunisasi yang dilakukan terhadap 320 anak dari 4 kampung di Distrik Jetsy ditemukan 112 anak menderita campak.

Sementara pengobatan terhadap 732 anak dari 5 kampung di Distrik Sirets ditemukan 108 anak penderita campak. “Di kedua distrik ini belum ada laporan anak meninggal karena campak,” kata Steven.

Penyebaran wabah campak yang paling parah terjadi di Distrik Pulau Tiga yang telah mengakibatkan 35 anak meninggal dunia dan beberapa diantaranya juga menderita gizi buruk.

Tim medis, kata Steven, pertama kali mendatangi Kampung Nakai yang sempat merujuk 4 pasien campak dan gizi buruk ke RSUD Asmat. Di kampung ini tim medis melakukan pengobatan campak kepada 63 anak dan memberikan vaksin kepada 110 anak. Di Kampung Kappi, tim medis melakukan pengobatan campak kepada 3 anak dan memberikan vaksin kepada 105 anak. “Tim medis di Kampung Kappi mendapat laporan 2 orang anak meninggal akibat campak,” kata Steven.

(Baca Juga: drg Aloysius Giay: Kasus Penyakit dan Kematian Ini Sudah Berulang Kali di Asmat)

Sementara di Kampung As, tim medis melakukan pengobatan campak kepada 28 anak dan memberikan vaksin kepada 71 anak. Di daerah ini dilaporkan 8 anak meninggal akibat campak dan satu diantaranya juga menderita gizi buruk.

Jumlah terbanyak korban meninggal akibat campak diterima tim medis di Kampung Atat. Disini ada 23 anak meninggal karena campak dan 2 diantaranya juga menderita gizi buruk. Di kampung ini tim medis melakukan pengobatan campak kepada 53 anak dan memberikan vaksin kepada 108 anak.

“Dari 5 kampung yang didatangi di Distrik Pulau Tiga, hanya di Kampung Ao tidak ditemukan wabah campak ataupun anak gizi buruk, namun tim medis tetap melakukan pemberian vaksin kepada 93 anak,” kata Steven. (Ong)

Komentar