Satu Data Jadi Kunci, DP3AP2KB Mimika Gandeng Dinkes Tekan Stunting

TIMIKA,KTP.com– Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk mewujudkan satu data terintegrasi sebagai langkah strategis percepatan penurunan stunting. Hal ini disampaikan Kepala DP3AP2KB Mimika, Johana Anatje Belandina Arwam, pada, Kamis (20/8/2026)

Menurut Johana, fokus utama bidang pengendalian penduduk saat ini adalah menyamakan data antarinstansi agar program penanganan stunting berjalan efektif dan tidak tumpang tindih di lapangan.

“Kami ingin satu data dengan Dukcapil, dan tentunya untuk data stunting dengan Dinkes [Dinas Kesehatan]. Agar dinas ini case tidak memerlukan data lain. Kami lari, dinas juga tidak memiliki data lain. Jadi satu data,” ujar Johana.

Ia menjelaskan, pihaknya berpatokan pada data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika karena mereka lebih banyak berada di lapangan melalui kegiatan Posyandu. “Data yang kita pakai dari Dinas Kesehatan supaya satu data. Jangan pemberdayaan perempuan punya satu data, kita punya data lain. Sehingga kita di jalan, di dalam lapangan tidak tumpang tindih,” tegasnya.

Johana mengakui bahwa perbedaan data antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih menjadi kendala utama. Berbagai program penanganan stunting sebenarnya telah banyak berjalan, namun persoalan data yang tidak sinkron dinilai berpotensi menghambat efektivitas intervensi di lapangan.

(Baca Juga: 923 Penerima di Kelurahan Perintis Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng)

“Harapan kami ke depan itu satu data yang kita pakai. Jadi untuk Kabupaten Mimika itu datanya tidak beda-beda,” ujarnya saat ditemui dalam kegiatan bersama Wahana Visi Indonesia beberapa waktu lalu.

Untuk mewujudkan satu data, DP3AP2KB terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Salah satunya dengan menggandeng Wahana Visi Indonesia melalui Proyek PASTI Papua untuk memperkuat sistem pendataan hingga ke tingkat desa.

“Kolaborasi menjadi kunci agar program yang dijalankan dapat berjalan efektif,” kata Johana.

DP3AP2KB berharap dengan satu data yang terintegrasi, penanganan stunting di Mimika dapat lebih terarah dan tepat sasaran. Johana menekankan bahwa dalam program ini dibutuhkan tangan-tangan terampil dan hati yang tulus untuk melayani masyarakat.

“Sehingga apa yang menjadi tujuan dan visi misi bupati dan wakil bupati yang menjadi kerinduan masyarakat Kabupaten Mimika dapat kita capai,” tandasnya. (EH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *