Connect with us

Olahraga

Senam SKJ Baru Diperkenalkan Kepada Masyarakat Mimika

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Mimika berkolaborasi dengan Ikatan Guru Olahraga Nasional (Igornas) Kabupaten Mimika memperkenalkan Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) terbaru melalui kegiatan senam bersama di Graha Eme Neme Yauware, Jumat (9/9/2022).

Hari Olahraga Nasional (Haornas) diperingati setiap tanggal 9 September. Adapun Haornas merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah akan pentingnya pendidikan olahraga di Indonesia.

Peringatan Haornas ke-39 ini mengangkat tema ‘Bersama Cetak Juara’. Tema ini sejalan dengan semangat Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), dimana ujung dari sebuah pembinaan olahraga adalah mencetak juara di pentas dunia, seperti Olimpiade serta kejuaraan dunia.

Sebelum kegiatan senam, kegiatan dirangkaikan dengan jalan santai yang diikuti oleh pelajar mulai dari tingkat SD sampai SMA dengan rute jalan mulai dari Graha Eme Neme Yuaware menuju Diana Shopping Center menuju jalan Cendrawasih. Kemudian jalan Yos Sudarso menuju Belibis, dan kembali ke Graha Eme Neme Yuaware.

“Tujuannya untuk mensosialisasikan senam pelajar atau SKJ pelajar 2021 yang digagas oleh Kementerian Pemuda Olahraga. Kedepan SKJ ini akan diseragamkan di seluruh sekolah di Indonesia,” kata Ketua Igornas Kabupaten Mimika, Suwandi, kepada wartawan di sela-sela kegiatan.

Ia mengatakan sebagai langkah awal memperkenalkan senam SKJ, penyelenggara mengundang sejumlah sekolah yang berada di sekitaran lokasi kegiatan.

“Kurang lebih ada 20-an sekolah yang kami libatkan dalam senam bersama ini, SD, SMP, SMA. Sekolah yang kami undang ini juga sekolah yang lokasinya di dekat sini. Sementara sekolah yang lain belum karena menyangkut jarak transportasi,” kata Suwandi.

Ia mengimbau agar melalui kegiatan senam bersama ini, seluruh warga untuk ikut mengambil bagian demi menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat dan bugar.

“Nanti mungkin kedepannya kita akan libatkan semuanya. Artinya agar kita dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang bugar,” kata Suwandi

Ia juga menjelaskan, gerakan SKJ yang diperkenalkan ini merupakan hasil adopsi dari semua SKJ yang telah ada sebelumnya.

“SKJ yang terbaru ini adalah bagian dari semua SKJ yang diadopsi, kemudian agak dipersingkat waktu durasinya hanya enam menit. Jadi dengan durasi yang singkat ini membuat siswa seakan-akan kaya di panggung, jadi mereka lebih semangat. Ini untuk memancing semangat siswa. Itu perbedaannya dengan SKJ yang dulu dan gerakannya lebih simpel. SKJ yang dulu kadang membuat siswa jenuh karena durasinya panjang dan gerakannya begitu begitu saja. Sekarang lebih semangat,”katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Olahraga Disparbudpora Mimika, Polina Sarira menyebutkan, acara memperingati Hari Olahraga Nasional ini merupakan yang pertama di Mimika.

“Hari Olahraga Nasional ini kan baru pertama kali diadakan di Mimika. Dan di tahun yang akan datang kita akan adakan lagi Hari Olahraga Nasional yang lebih baik dari sekarang dan biar lebih rutin lagi,” Kata Polina.

Ia pun berharap masyarakat Mimika bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini, karena olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan.(MSC)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ekonomi

PON XX Papua berikan dampak ekonomi bagi UKM di Jayapura

Published

on

By

SENTANI,KTP.com – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dari 2 hingga 15 Oktober lalu, ternyata membawa dampak ekonomi bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Demikian disampaikan Ondofolo atau Kepala Suku Kampung Simporo, Kabupaten Jayapura, Abderson Tokoro melalui siaran pers, Minggu (12/12).

Abderson mengatakan, UKM di kabupaten Jayapura selama pegelaran PON XX Papua 2021 cukup memberikan pendapatan atau income dari penjualan aneka cinderamata atau souvenir hasil kerajinan tangan asli Papua, seperti batik khas Papua, sarang semut, noken, topi bulu, ukiran kayu, koteka, tifa, mutiara, anyaman arborek, matoa, durian, keripik keladi, sagu lempeng, abon gulung, kue sagu bagea Jayapura dan lain-lain.

“Ini merupakan suatu sukses ekonomi, terutama bagi masyarakat di kabupaten Jayapura,” ujar Abderson.

Selain itu, jelas Abderson, pihaknya juga melihat pembangunan venue-venue pendukung PON di klaster kabupaten Jayapura, mendorong lahirnya atlet-atlet potensial asal negeri Kenambhai Umbay.

Oleh karena itu, tuturnya, venue-venue yang ada dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pembinaan atlet-atlet di aneka cabor, terutama anak asli Papua.

“Potensi kita anak-anak Papua kita lihat sangat mumpuni dan mereka sudah memiliki potensi secara alamia sejak lahir. Tinggal kita poles dan menjadikan atlet andalan untuk aset kabupaten Jayapura khususnya dan Papua umumnya,” bebernya.

Menurutnya venue-venue PON telah mendapat sertifikasi internasional. Tapi tentu konsekuensinya adalah biaya pemeliharaan dan perawatan venue dari Pemprov Papua yang cukup mahal, sehingga perlu dijaga dan dirawat.

Venue PON XX Papua 2021 yang tersebar di klaster kabupaten Jayapura, masing-masing Lukas Enembe Sport Complex, Stadion Lukas Enembe, Istora Papua Bangkit, Arena Menembak Indoor Lukas Enembe, Arena Akuatik Kampung Harapan, Doyo Baru Sport Complex, GOR Hoki Doyo Baru, Lapangan Cricket Doyo Baru, GOR STT GIDI Sentani, Stadion Barnabas Youwe dan GOR Toware.(*)

Komentar
Continue Reading

Olahraga

Pemerintah Papua diminta segera bayar lahan venue aquatic PON

Published

on

By

SENTANI,KTP.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua diminta segera bayar lahan venue aquatic seluas delapan hektar di Stadion Papua Bangkit, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.

Demikian hal ini disampaikan oleh Ketua Gerakan Pemuda Jayapura (Gapura) Jack Puraro yang mengaku sebagai juru bicara keluarga besar keturunan Daud Moro Ohee yang memiliki lahan seluas 8 hektar, yang dibangun venue aquatic untuk pelaksanaan PON XX Papua.

“Perlu saya sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua, agar menepati janjinya kepada pemilik ulyat, untuk menyelesaikan hak kami setelah PON XX Papua digelar, tetapi yang terjadi setelah PON dilaksanakan dan bahkan Peparnas selesai, kami melihat bahwa tidak ada itikat baik dari pemerintah, bagi kami keluarga pemilik ulayat dalam menyelesaikan hak-hak kami,” katanya di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (11/12).

Ia berharap Pemprov Papua tidak membohongi rakyat dengan janji-janji muluk, tetapi menepati sehingga kepercayaan rakyat makin besar. “Kami harap pemerintah untuk tidak melakukan pembohongan terhadap masyarakat apalagi kami pemilik hak ulayat, tempat berdirinya venue aquatic, karena itu saya berharap kepada pemerintah untuk menyelesaikannya,” harapnya.

Selain itu, Jack Puraro juga meminta kepada Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri untuk memfasilitasi dalam penyelesaian pembayaran hak ulayat venue aquatic dan jalan alternatif serta membebaskan dua orang pemilik hak ulayat yang ditahan hingga kini, padahal rekan-rekannya yang lain sudah dibebaskan.

“Juga secara khusus kepada Kakanda Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri yang kemarin sempat bernegosiasi dengan kami, sebelum PON XX digelar, beliau sendiri datang bertemu dengan kami keluarga, beliau pasang badan, untuk menyelesaikan hak ulayat kami secara khusus di venue aquatic,” katanya.

“Saya harap dan kami keluarga berharap untuk kakanda Kapolda, kami minta tolong dengan apa yang sudah
disampaikan yah. Karena kami keluarga menerima dengan lapang dada bahwa Kapolda sendiri juga adalah anak adat, anak asli Papua.Dan juga pertimbangan Pak Kapolda adalah ketua kontingen PON Papua, untuk menuju perhelatan PON XX, untuk itu kami mengerti dan berikan kesempatan agar pelaksanaan bisa berlangsung kemudian kami punya hak untuk diselesaikan. Kami berharap pemerintah jangan seakan-akan lupa, begitu tanggung jawabnya kepada kami,” pintanya.

Lalu, yang berikut terkait jalan alternatif, ungkap Jack, bahwa sebelum PON XX digelar dilakukan beberapa kali pemalangan oleh pemilik ulayat tanah, hingga berujung ditahan oleh pihak kepolisian, tapi belum juga dibebaskan.

“Saya mau minta tolong, serius kepada kakanda Kapolda, waktu terjadi pemalangan oleh Suku Puhiri di Stadion Papua Bangkit. Lalu ada juga keluarga kami lakukan hal yang sama yakni Jubel Ohee dan Erik Ansaka melakukan Pemalangan di Jalan Alternatif, kemudian semua ditangkap dan dibawah pergi untuk diamankan tetapi yang terjadi hari ini adalah, Keluarga Puhiri, keluarga kami yang ditangkap sudah dilepaskan semua, mereka yang palang Stadion Papua Bangkit,” ujarnya.

“Dan saudara kami, Jubel Ohee dan Eri Ansaka, kok masih ditahan sampai hari ini. Yang mereka palang kan jalan alternatif, yang benar-benar belum diselesaikan hak ulayatnya. Sebenarnya ada apa ? Karena itu saya minta tolong kepada Kakanda Kapolda tolong bebaskan Erik Ansaka dan Jubel Ohee, karena mereka ini juga adalah kepala suku, dan apa yang mereka lakukan pemalangan itu diatas hak ulayat mereka, bukan milik orang lain dan bukan tanah pemerintah, itu masih tanah ulayat, tanah adat,” jelasnya.

Untuk itu, selaku juru bicara Ondofolo Heram Rasing Kleubuew Ohee, Ondofolo Marthen Luterh Ohee, Jack berharap Polda Papua atau pun jajaran yang menahan mereka agar bisa dilepas.

“Demikian, kami berharap bisa tolong diselesaikan, itu juga pemilik ulayat dan masyarakat adat sudah ikut mendorong dan sukseskan penyelenggaran PON XX, Peparnas, karena itu kami berharap pemerintah bisa bertanggung jawab dan memagang kata-katanya, janjinya. Demikian Tuhan berkati kita semua, terima kasih, foy,” katanya.(Ian)

Komentar
Continue Reading

Olahraga

Rebut Emas Lari 200 Meter, Sri Maya Ambisi Pecahkah Rekor Nasional 400 Meter

Published

on

TIMIKA, KTP.com – Sprinter Sumatera Selatan (Sumsel) Sri Maya Sari berhasil meraih medali emas lari 200 meter putri Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Mimika Sport Complex (MSC) SP-2 Timika, Kabupaten Mimika, Senin (11/10/2021).

Di final lari 200 meter, Sri yang berada di lintasan tiga berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 24,08 detik. Posisi kedua ditempati Hasruni asal Bengkulu yang terpaut 0,03 detik dengan raihan waktu 24,11 detik. Sementara pelari cepat asal DKI Jakarta Jeany Nuraini berada di posisi ketiga dengan raihan waktu 24,61 detik.

(Baca Juga: Agustina Mardika Rebut Medali Emas Nomor Lari 1.500 Meter Putri)

Kejutan dalam final ini, ketika pemegang rekor nasional nomor 200 meter putri Alvin Tehupeiory asal Maluku hanya mampu finis di posisi keempat dengan waktu 24,69 detik. Raihan waktu ini terpaut jauh dari rekor nasional yang ia torehkan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2019 lalu yakni 23,75 detik.

Sri mengaku puas dengan capaiannya mengingat di nomor yang sama ia hanya meraih medali perunggu pada PON XIX 2016 Jawa Barat (Jabar). Ia menegaskan akan berusaha untuk meraih prestasi lebih baik dibanding PON sebelumnya.

“PON XIX Jabar 2016, emas di 400 meter dan perunggu di 200 meter,” ujar Sri usai pengalungan medali.

(Baca Juga: Lalu Muhammad Zohri Tercepat di Nomor 100 Meter PON XX Papua)

Pada PON kali ini, Sri ikut di dua nomor lari yakni 200 meter dan 400 meter. Khusus di nomor lari 400 meter, pemegang rekor PON ini berambisi memecahkan rekor nasional milik Emma Tahapary yang sudah bertahan 37 tahun.

Untuk diketahui rekor nasional lari 400 meter putri masih dipegang Emma Tahapary yang diciptakan di Manila, Filipina pada Desember 1984 dengan catatan waktu 54,20 detik. Sementara untuk rekor PON berhasil dipecahkan Sri Maya Sari pada PON XIX Jabar dengan torehan waktu 54,46 detik.

“Pokoknya hasilkan yang terbaik nanti, insyaallah pecahkan rekor nasional 400 meter,” katanya.

Sri mengaku sudah mempersiapkan diri selama satu tahun untuk tampil pada PON XX Papua. Iapun mempersembahkan emas yang ia raih kepada seluruh masyarakat Sumsel.

“Yang penting lari semaksimal mungkin dan selama pandemi memang sudah dipersiapkan selama kurang lebih satu tahun,” pungkasnya.

Berikut hasil final lari 200 meter putri PON XX Papua:
1. Sri Maya Sari (Sumsel) dengan waktu 24,08 detik
2. Hasruni (Bengkulu) dengan waktu 24,11 detik
3. Jeany Nuraini (DKI Jakarta) dengan waktu 24,61 detik
4. Alvin Tehupeiory (Maluku) dengan waktu 24,69 detik
5. Dewi Ayu Agung (Bali) dengan waktu 24,77 detik
6. Liviana Rizki (Jawa Tengah) dengan waktu 24,96 detik
7. Fabiola Francelina (Jawa Tengah) dengan waktu 24,98 detik
8. Eka Cahaya Ningrum (Jawa Timur) dengan waktu 25,26 detik.
(Humas PPM/Febri Eka, Mujiono)

Komentar
Continue Reading

Olahraga

Agustina Mardika Rebut Medali Emas Nomor Lari 1.500 Meter Putri

Published

on

TIMIKA, KTP.com – Agustina Mardika Manik asal Sumatera Utara (Sumut) berhasil merebut medali emas dari nomor lari 1.500 meter putri Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Ia berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4 menit 28,98 detik pada babak final nomor lari 1.500 meter putri yang berlangsung di Mimika Sport Complex (MSC) SP-2 Timika, Kabupaten Mimika, Senin (11/10/2021).

Urutan kedua ditempati Dian Ekayanti asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan catatan waktu 4 menit 33,46 detik. Sementara peringkat ketiga diraih atlet asal DKI Jakarta, Novia Nur Nirwani dengan catatan waktu 4 menit 35,55 detik.

(Baca Juga: Lalu Muhammad Zohri Tercepat di Nomor 100 Meter PON XX Papua)

Agustina mengaku puas dengan keberhasilannya meraih medali emas, terlebih ia mampu melampaui catatan waktu terbaiknya yang ia buat pada Singapore Open 2018 lalu yakni 4 menit 38 detik.

Sejauh ini rekor nasional lari 1.500 meter putri masih dipegang Rini Budiarti asal DKI Jakarta dengan waktu 4 menit 18,69 detik.

“Puas dengan personal base saat ini, karena personal base saya di nomor 1.500 meter itu 4 menit 38 detik,” ujarnya usai pertandingan.

Agustina Mardika Manik (308) atlet dari Sumatera Utara (Sumut) berhasil meraih medali emas pertamanya di nomor lari 1.500 meter putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang digelar di Mimika Sport Complex, Senin (11/10/2021). (Humas PPM/Joseph Situmorang)

Ia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya pada PON kali ini merupakan kali kedua sejak PON XIX Jawa Barat. Pada saat itu, ia turun di nomor lari 200 meter dan 400 meter. Pada 2017 lalu, ia memutuskan untuk pindah ke nomor lari menengah jauh.

“Baru pindah pada 2017 di lari menengah jauh, jadi memang pengalaman saya saat ini,” katanya.

(Baca Juga: Maria Natalia Londa Pecahkan Rekor Lompat Jangkit PON)

Menurutnya, cuaca di Timika yang tidak menentu menjadi kendala tersendiri bagi atlet sehingga harus ekstra menjaga kondisi fisik. Rencananya, ia akan bertanding pada nomor lari 800 meter putri pada 13 Oktober mendatang.

“Cuacanya sangat cepat berubah, tiba-tiba hujan lalu panas, hujan, panas, jadi harus benar menjaga kondisi,” tuturnya.

Ia menuturkan bahwa medali emas ini menjadi kado istimewa untuk ulang tahun pernikahannya yang pertama. Agustina melepas masa lajangnya pada 14 Oktober 2020 lalu.

“Emas ini saya persembahkan untuk ibunda saya, untuk suami saya, dan untuk ulang tahun pernikahan yang ke satu pada 14 Oktober,” pungkasnya. (Humas PPM/Febri Eka/Jimmy Rungkat)

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Tanah Papua9 jam ago

Plt Bupati Mimika Gelar Rapat Barsama Pimpinan OPD

TIMIKA,KTP.com – Pelaksanaan Tugas (Plt) Bupati Mimika, Johanes Rettob, menggelar rapat bersama Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Mimika,Selasa...

Tanah Papua9 jam ago

Dua Jembatan di Distrik Agimuga Sedang Dikerjakan

TIMIKA,KTP.com – Pembangunan dua unit jembatan penghubung di Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika saat ini sedang dikerjakan. Dua jembatan tersebut adalah...

Tanah Papua1 hari ago

Tanggapi Dugaan Kasus Suap dan Korupsi, Presiden: Semua Sama di Mata Hukum

JAKARTA,KTP.com – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa proses hukum yang ada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus dihormati oleh semua...

Tanah Papua1 hari ago

Terkait Pengangkatan 600 Honorer K2 di Mimika, Plt Bupati : Nanti Kita Evaluasi

TIMIKA,KTP.com – Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kembali terkait dengan pengangkatan 600 honorer K2 menjadi CPNS...

Tanah Papua1 hari ago

19 buah Batrey SBNP Hilang, Freeport Syahbandar dan Apkam Patroli Gabungan

TIMIKA,KTP.com – Sebanyak 19 buah batrey Sarana Bantu Navigasi Pelayaran yang diperuntukkan untuk membantu lalulintas pelayaran kapal baik di pelabuhan...

Tanah Papua1 hari ago

Kinerja Pejabat Dilingkup Pemkab Mimika akan Dievaluasi

TIMIKA,KTP.com – Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob, mengatakan dirinya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh kinerja para pejabat dilingkup Pemerintah Kabupaten...

Tanah Papua3 hari ago

Nama Kapolres Mimika dan ADC Dicatut oleh Oknum Tidak Bertanggung Jawab untuk Lakukan Penipuan

TIMIKA,KTP.com – Nama Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra dan ADC dicatut oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan...

Tanah Papua5 hari ago

Peringatan HUT Korlantas Polri ke 67, Kapolres Mimika: Kami Berupaya Meningkatkan Kinerja

TIMIKA,KTP.com – Kepolisian Resor Mimika melaksanakan peringatan Hari Ulang Tahun Korps Lalu Lintas (Korlantas)ke 67 secara sederhana di Kantor Polres...

Tanah Papua6 hari ago

Kapolres Imbau Warga Mimika Tetap Jaga Kamtibmas dan Bijak Menggunakan Media Sosial

TIMIKA,KTP.com – Kapolres Mimika Mimika, AKBP I Gede Putra, mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Mimika, Provinsi Papua agar tetap...

Tanah Papua1 minggu ago

Ketua PMI Provinsi Papua Resmikan Markas PMI Mimika 

TIMIKA,KTP.com – Markas (Kantor) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang terletak di Jalan Yos Sudarso-Timika secara resmi...

Tanah Papua

Advertisement

Trending