Pemerintah Kabupaten Mimika Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Penanggulangan AIDS, TB, dan Malaria

Berita, Tanah Papua33 Dilihat

TIMIKA,KTP.com– Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (ATM) melalui Forum Kemitraan Lintas Sektor yang digelar di Hotel Horison Diana, Kamis (20/8/2026).

Forum ini bertujuan merevitalisasi kemitraan melalui Surat Keputusan Pemerintah Daerah, membangun komitmen bersama secara tertulis dari tingkat kabupaten hingga kampung/kelurahan, serta mendorong dukungan dan realisasi anggaran kampung untuk program pencegahan dan pengendalian AIDS, TB, dan malaria.

Selain itu, forum diharapkan menjadi wadah koordinasi tiga bulanan untuk memastikan berbagai pihak terlibat secara aktif dan berkelanjutan dalam penanggulangan ketiga penyakit tersebut.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan bahwa penanggulangan AIDS, TB, dan malaria tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Ketiga penyakit tersebut juga berdampak terhadap produktivitas masyarakat, kondisi sosial ekonomi, kualitas sumber daya manusia, dan pembangunan daerah.

“Penanggulangan AIDS, tuberkulosis, dan malaria membutuhkan komitmen yang kuat, kerja keras yang berkesinambungan, serta kolaborasi antar sektor,” ungkapnya.

Emanuel juga menekankan pentingnya peran pemerintah kampung dalam mendukung program kesehatan melalui perencanaan dan penganggaran yang tepat. Menurutnya, dana kampung tidak hanya diarahkan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan.

Ia meminta kepala distrik dan kepala kampung memastikan program pencegahan dan pengendalian AIDS, TB, dan malaria mendapat perhatian dalam perencanaan serta penganggaran sesuai ketentuan yang berlaku. Penggunaan data yang akurat dan terpadu juga dinilai penting agar program dan anggaran benar-benar tepat sasaran.

(Baca Juga: Respons Pemerintah dan Aparat Keamanan Pasca Rentetan Peristiwa di Distrik Jila Mimika)

“Jangan sampai kita memiliki program dan anggaran, tetapi tidak didukung oleh data yang jelas mengenai persoalan dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tegasnya.

Selain penguatan program dan anggaran, Emanuel mengingatkan pentingnya mengatasi stigma dan diskriminasi terhadap masyarakat maupun pasien yang terdampak AIDS dan TB. Menurutnya, masyarakat yang sedang menjalani pengobatan membutuhkan dukungan, pendampingan, dan pendekatan yang membuat mereka tidak merasa sendiri maupun terisolasi.

Ia berharap hasil forum tidak berhenti pada diskusi, tetapi diterjemahkan menjadi rencana aksi yang jelas, pembagian tugas yang terukur, serta mekanisme monitoring dan evaluasi.

Emanuel mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan forum tersebut sebagai momentum memperkuat komunikasi, menyatukan komitmen, serta menghasilkan langkah nyata demi mewujudkan masyarakat Mimika yang sehat, produktif, maju, dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua Program Coordinator Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH) ATM sekaligus pengurus ADINKES Papua Tengah, Fransiska Rhamawati, menegaskan bahwa forum kemitraan tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial atau pertemuan rutin.

Menurutnya, forum harus mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun komitmen dan langkah konkret dalam pengendalian ATM, mulai dari tingkat kabupaten hingga kampung.

“Forum kemitraan harus menjadi ruang untuk membangun kolaborasi yang nyata. Dengan komitmen bersama, dukungan pemerintah daerah, dan anggaran yang jelas, program penanggulangan ATM dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (EH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *