Inflasi Timika Juli 2026 Capai 3,28 Persen, Transportasi dan Perawatan Pribadi Jadi Penyumbang Utama

TIMIKA,KTP.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat terjadinya inflasi year on year (y-on-y) di Timika pada Juli 2026 sebesar 3,28 persen. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,66 pada Juli 2025 menjadi 116,36 pada Juli 2026.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Pendataan Lembaga Keuangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Barbara C.T. Barends, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (4/8/2026).

“Pada Juli 2026 terjadi inflasi year on year Timika sebesar 3,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 116,36,” ujar Barbara.

Berdasarkan data BPS, inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 20,78 persen. Sementara itu, kelompok transportasi mengalami kenaikan signifikan sebesar 10,63 persen.

Kelompok lain yang turut mengalami kenaikan indeks antara lain:

· Rekreasi, olahraga, dan budaya: 4,55 persen
· Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 2,38 persen
· Makanan, minuman dan tembakau: 1,25 persen
· Kesehatan: 0,95 persen
· Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: 0,02 persen
· Penyediaan makanan dan minuman/restoran: 0,13 persen

(Baca Juga: Bupati Mimika Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih Sepanjang Agustus 2026)

Tiga Kelompok Alami Penurunan

Meskipun secara umum terjadi inflasi, terdapat tiga kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan indeks, yaitu:

· Pakaian dan alas kaki: minus 1,79 persen
· Perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga: minus 1,29 persen
· Pendidikan: minus 0,15 persen

Inflasi Bulanan dan Tahun Berjalan

Sementara itu, tingkat inflasi month to month (m-to-m) Timika pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,26 persen. Sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) atau inflasi sejak awal tahun hingga Juli 2026 mencapai 3,18 persen.

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Mimika,” jelas Barbara.

Dengan adanya fluktuasi harga pada berbagai kelompok komoditas, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok dan mengatur pola konsumsi secara bijak. Pemerintah daerah juga diharapkan terus melakukan intervensi untuk menstabilkan harga, terutama pada komoditas yang mengalami kenaikan signifikan. (EH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *