TIMIKA,KTP.com– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mimika mulai membuka kesempatan bagi kontraktor Orang Asli Papua (OAP) untuk memasukkan profil perusahaan sebagai data acuan. Langkah ini dilakukan guna mengecek kesiapan dan kelengkapan dokumen perusahaan sebelum diberikan kepercayaan untuk menangani pekerjaan dengan skema Penunjukan Langsung (PL).
Kepala PUPR Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi saat ditemui pada, Rabu (26/8/2026) , menjelaskan bahwa pendataan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan persiapan kontraktor lokal. Dengan dasar dokumen profil perusahaan yang lengkap dan rekam jejak pekerjaan sebelumnya yang dinilai baik tanpa cacat, kontraktor dapat diberikan kepercayaan mengerjakan proyek PL. Adapun besaran anggaran untuk proyek PL sesuai aturan adalah Rp1 miliar ke bawah .
“Jadi PL ini kita usahakan pecah, agar semua bisa dapat, biar sedikit. Jadi yang tidak memenuhi syarat secara dokumen bisa kita kasih sebagai subkontraktor. Kami juga sudah punya ketentuan sendiri, yang sub itu berapa persen untuk memenuhi kontraktor utama. Ini sebagai bentuk pembinaan,” kata Yoga.
Paket pekerjaan PL tahun ini lebih difokuskan pada pembangunan drainase. Yoga menilai pekerjaan di sektor ini dari sisi kesiapan tidak terlalu berat dan kurang berisiko, sehingga cocok untuk menjadi ajang pembinaan. Saat ini, konsultan perencana telah melakukan survei lapangan di sejumlah distrik, seperti Mimika Baru, Kuala Kencana, dan Mimika Timur, untuk menyusun dokumen teknis. Proses penandatanganan kontrak dengan kontraktor OAP ditargetkan dimulai pada Agustus 2026 .
“Ini semua tujuan membina, mempersiapkan mereka ke depan sudah baik bisa dipercayakan menangani PL sendiri tanpa harus subkontraktor lagi,” pungkasnya. (EH)







