Connect with us

Tanah Papua

Merasakan Penerangan Listrik, Mantan Anggota KKSB Serahkan Senpi dan Amunisi

Published

on

Kipan A Yon756

KEEROM, HaIPapua.com – Pembinaan teritorial yang dilakukan prajurit Kompi Senapan (Kipan) A Batalyon 756/WMS terhadap warga Kampung Yammua, Distrik Arso, Kabupaten Keerom menggugah hati mantan pengikut kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

Melalui komunikasi dengan Pratu Arviandi yang sudah dikenal sebelumnya di Kampung Yammua, iapun menyampaikan keinginannya untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hidup berbaur dengan masyarakat di Keerom.

Setelah cukup lama mendapat pendampingan dari Pratu Arviandi, pada Senin (19/2/2018) malam, ia menyampaikan keinginannya untuk menyerahkan satu pucuk senjata api (senpi) yang ia punyai. Untuk melaksanakan keinginannya tersebut, ia lalu meminta agar dipertemukan dengan Komandan Batalyon (Danyon) 756/WMS, Mayor Inf Budi Situmeang.

Budi Situmeang, yang kebetulan sedang mengikuti Rapat Pimpinan di Makodam XVII Cenderawasih lalu menyanggupi permintaan mantan anggota KKSB tersebut.

“Kami bertemu di Kebun Sawit Yammua, sekitar pukul 00.45 WIT. Ia lalu menyerahkan satu pucuk senpi jenis mouser beserta 10 butir amunisi kaliber 7,62 milimeter,” kata Budi Situmeang yang didampingi PasiOps Yon 756, Lettu Inf Sony yang juga mantan Dankipan A Yon 756 bersama Pratu Arviandi, Selasa (20/2/2018) dini hari.

(Baca Juga: Ini Bukti Keberhasilan Pendekatan Teritorial Kodam Cenderawasih)

Dalam pertemuan itu, kata Budi, mantan anggota KKSB ini meminta agar identitasnya dirahasiakan karena menyangkut keamanan anggota keluarganya. “Setelah memberikan senjata api itu, mantan anggota KKSB yang kini sudah hidup berbaur dengan masyarakat itu meminta agar identitasnya dirahasiakan untuk keselamatan keluarganya,” kata Budi Situmeang.

Dari pengakuannya, kata Budi Situmeang, ia mengaku terharu karena pada Desember lalu anggota Kipan terlibat mendampingi masyarakat yang merayakan Natal, seperti membantu tenda dan membersihkan gereja.

Ia juga menyampaikan rasa simpati dengan program Presiden Joko Widodo yang memberikan penerangan listrik melalui program Listrik masuk Honay di Keerom. Baginya, program itu sebagai bentuk penghargaan kepada leluhur orang Papua. “Sebelum meninggalkan lokasi, ia berjanji akan mengajak rekan-rekannya meninggalkan kehidupan lama mereka di hutan, dan mulai hidup berbaur dengan masyarakat kampung untuk membangun kampung halamannya,” kata Budi Situmeang. (Mas)

Komentar
Continue Reading
Advertisement