Connect with us

Tanah Papua

Korban Banjir Bandang Terus Bertambah, 93 Jiwa Meninggal Dunia dan 8.773 Jiwa Mengungsi

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus bekerja keras untuk mencari dan menolong korban bencana banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura.

Data yang terkumpul di Posko Induk Penanggulangan Bencana di Kantor Bupati Jayapura hingga Selasa (19/3/2019) pukul 15.00 WIT, tercatat korban meninggal dunia sebanyak 93 jiwa dan jumlah pengungsi mencapai 8.773 jiwa yang tersebar di beberapa titik pengungsian.

“Total korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten dan Kota Jayapura mencapai 100 jiwa,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam keterangannya di Jayapura, Selasa (19/3/2019).

(Baca Juga: Korban Banjir Bandang, 72 Jiwa Meninggal Dunia dan 4.738 Jiwa Mengungsi)

Menurut Aidi, korban meninggal dunia yang ditemukan dalam proses pencarian selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi.

“Seperti yang dilakukan pagi tadi, ketika tim kesehatan TNI mengevakuasi 2 jenazah masing-masing dari Gereja Advent Kemiri dan BTN Sosial,” ujar Aidi.

Hari ke-3 penanggulangan bencana banjir bandang ini, kata Aidi, Tim Kesehatan TNI mendirikan Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) di Posko Induk Kantor Bupati Kabupaten Jayapura di Gunung Merah. Rumkitlap ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesehatan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Ckm. dr Djanuar Fitriadi, dengan koordinator lapangan Kolonel Ckm dr Budi.

“Dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan, Tim Kesehatan TNI selanjutnya akan berkolaborasi dengan Tim Kesehatan RSUD Dok II Jayapura, RSUD Abepura, RS Provita, RSUD Yowari, Tim dari Dinkes Provinsi Papua dan Kabupaten Jayapura, serta para relawan lainnya,” papar Aidi.

(Baca Juga: Kepala BNPB Minta Penanganan Pengungsi Harus Maksimal)

Tim kesehatan gabungan ini, kata Aidi, juga melakukan pelayanan bergerak (mobile) menggunakan mobil ambulans mendatangi pos-pos pengungsian dan perumahan penduduk yang terdampak bencana.

“Hari ini, tim kesehatan di Rumkitlap sudah melayani 93 pasien di Posko Pengungsian, sementara untuk tim kesehatan mobile menyisir kantong-kantong pengungsian seperti di BTN Gajah Mada, Sekolah SIL, HIS, Gereja Maranatha,” kata Aidi. (Ong)

Komentar