Tanah Papua
Antisipasi KKSB, Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua Cek Kesiapan Personel di Tembagapura
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Panglima Kodam XVII Cenderawasih bersama Kapolda Papua berkunjung ke Tembagapura, Kabupaten Mimika, Sabtu (7/3/2020) pagi.
Kunjungan tersebut pasca-pengungsian ratusan warga dari sejumlah kampung di Distrik Tembagapura menyusul kehadiran Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).
“Kunjungan bersama Bapak Kapolda dan jajaran TNI-Polri ini untuk melihat langsung situasi di Tembagapura menyusul kehadiran saudara-saudara kita yang berbeda pendapat yang telah meresahkan masyarakat,” ujar Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab di Timika, Sabtu (7/3/2020).
(Baca Juga: Evakuasi Pertama Warga Distrik Tembagapura Tiba di Timika)
Selain meresahkan warga, kata Asaribab, kehadiran KKSB di Tembagapura juga berpotensi mengganggu aktivitas PT Freeport Indonesia (PTFI). Seperti diketahui PTFI merupakan salah satu objek vital nasional (obvitnas) yang mendapat penjagaan aparat TNI-Polri.
“Kami melakukan pengecekan kesiapan personel yang bertugas di areal PTFI, mulai dari wilayah dataran tinggi (highland) dan dataran rendah (lowland),” kata Asaribab yang pernah menjabat Komandan Brigif 20/IJK di Timika, 2010 silam.
(Baca Juga: Gelombang Kedua, 699 Warga Distrik Tembagapura Dievakuasi ke Timika)

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengecek kesiapan personel di Tembagapura menyusul kehadiran KKSB di wilayah tersebut, Sabtu (7/3/2020). (Humas Polda Papua)
Di tempat yang sama, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan dalam kunjungan tersebut pihaknya bersama Pangdam memberikan motivasi dan dukungan moril bagi personel di lapangan.
“Kami mengecek keberadaan satuan tugas yang ditempatkan di areal PTFI dan kami berikan motivasi serta dukungan moril,” ujar Waterpauw.
Kehadiran KKSB Resahkan Warga
Waterpauw menegaskan eksodusnya ratusan warga beberapa kampung di Tembagapura menjadi bukti KKSB sangat menakutkan bagi warga. Berkaca dari pengalaman kehadiran KKSB pada Oktober 2017 dan April 2018 silam, warga Tembagapura terpaksa memilih mengungsi ke Timika.
“Ini kan sudah jelas bahwa perbuatan mereka (KKSB) sangat menakutkan masyarakatnya sendiri,” kata Waterpauw yang pernah menjabat Kapolres Mimika 2002 silam.
(Baca Juga: Waterpauw: KKSB Sumber Kekerasan di Papua)
Ia menegaskan tugas kepolisian dibantu TNI untuk menindak KKSB yang telah meresahkan warga. Selain itu, aparat TNI-Polri melalui sejumlah satuan tugas bertugas untuk membatasi dan menghadang KKSB agar tidak masuk ke areal PTFI.
“Sampai saat ini situasi di Tembagapura masih aman dan terkendali. Kami juga secepatnya akan melakukan penegakan hukum terhadap KKSB yang telah meresahkan warga sejumlah kampung di Distrik Tembagapura,” tuturnya.
(Baca Juga: Penembakan di Tembagapura Dilakukan KKSB Pimpinan Lekagak Telenggen)

Ratusan warga yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak dari kampung Opitawak, Waa Banti, dan Banti 2 mengungsi ke Mapolsek Tembagapura menyusul kehadiran KKSB di kampung mereka. (Humas Polda Papua)
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 957 warga asal Kampung Opitawak, Waa Banti, dan Banti 2 dievakuasi dalam dua gelombang dari Tembagapura ke Timika, pada Jumat (6/3/2020) kemarin.
Menurut Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto, ratusan warga dari sejumlah lokasi di tiga kampung tersebut datang bergelombang berjalan kaki menuju ke Mapolsek Tembagapura sejak Jumat (6/3/2020) pagi.
Setelah berkoordinasi dengan PTFI dan Pemda Mimika, kemudian dilakukan evakuasi menggunakan bus PTFI. Ratusan warga ini kemudian diantar oleh bus Pemda Mimika ke rumah kerabat mereka di Timika. (Jnd)



