Tanah Papua
Korban Penembakan KKSB di Puncak Jaya Diterbangkan ke Surabaya
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Setelah tertunda sehari, jenazah Sugeng Efendi (25), korban penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Puncak Jaya akhirnya diterbangkan ke Jayapura dari Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya, Senin (4/2/2019).
Jenazah Sugeng (25) diangkut menggunakan pesawat Trigana Air dan tiba di Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, sekitar pukul 10.05 WIT. Jenazah lalu dibawa dengan ambulans ke Masjid Al Aqsa Sentani. Di sana dilakukan pergantian peti dan pemeriksaan oleh Petugas Karantina Bandara.
(Baca Juga: Penjaga Kios Tewas Ditembak OTK di Puncak Jaya)
Berselang 30 menit kemudian, jenazah Sugeng (25) bersama beberapa pengantar di antaranya rekan kerjanya Alfan selanjutnya kembali ke Bandar Udara Sentani. Selanjutnya pengantar dan jenazah akan diangkut menggunakan pesawat Lion Air menuju Surabaya, Jawa Timur.
Menurut salah seorang pengantar, jenazah akan diantar dan dimakamkan di kampung halaman Sugeng (25) di Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sugeng Efendi (25) yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kios di Kampung Wuyukwi, Kecamatan Mulia, ditembak orang tak dikenal (OTK), Sabtu (2/2/2019) sore sekitar pukul 17.49 WIT.
(Baca Juga: Pelaku Penembakan Warga Sipil di Mulia Diduga KKSB Pimpinan Lekagak Telenggen)
Meski sempat dievakuasi ke RSUD Mulia oleh personel Kodim 1714 Puncak Jaya namun nyawa Sugeng tidak tertolong akibat pendarahan karena luka tembak yang dialaminya.
KKSB Pimpinan Lekagak Telenggen
Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan hasil penyelidikan sementara pelaku penembakan berjumlah sekitar 5 orang. Setelah melakukan aksinya, mereka lalu kabur ke arah hutan di wilayah perbukitan.
“Pelaku diduga kelompok Pagan Telenggen dan Leri Mayu Telenggen yang tergabung dalam KKSB pimpinan Lekagak Telenggen yang berbasis di Kecamatan Yambi,” ujar Aidi. (Mas)



