Tanah Papua
Kodam Cenderawasih Bantah Penyanderaan Prajurit TNI oleh KKSB di Puncak Jaya
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi membantah isu penyanderaan terhadap anggota TNI dan istrinya oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya.
Menurut Aidi, Pratu Darius yang diisukan tengah disandera bersama istrinya adalah prajurit TNI dari Yonif 753/AVT Nabire yang disersi atau meninggalkan tugas kemiliteran tanpa keterangan.
“Jadi informasi itu tidak benar, itu hoaks. Pratu Darius asal Kabupaten Pegunungan Bintang itu sebenarnya desersi, meninggalkan satuan dan kabur bersama pacarnya bernama Mega,” kata Aidi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (18/6/2018).
(Baca Juga: Satgas Pamrahwan Diberondong Tembakan di Yambi, 5 Personel Luka-Luka)
Aidi menjelaskan bahwa sempat beredar isu bahwa Pratu Darius bergabung dengan KKSB di Distrik Yambi saat melarikan diri dari satuan TNI AD beberapa waktu lalu. Namun setelah diselidiki ternyata yang bersangkutan tidak bergabung dengan KKSB.
Demikian juga sejak beredar isu bahwa ia disandera, kata Aidi, pihaknya melakukan pengecekan dan ternyata tidak ada.
“Informasi yang kami terima saat ini, Pratu Darius bersama pacarnya Mega sedang menuju ke Timika. Semoga yang bersangkutan segera tiba di Timika sehingga semua berita bisa menjadi jelas dari keterangan yang bersangkutan,” ujar Aidi.
Sebelumnya, iring-iringan mobil patroli Satgas Pamrahwan diberondong tembakan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kampung Tirineri, Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (16/8/2018) lalu.
Sempat terjadi kontak tembak antara prajurit TNI dengan anggota KKSB dan selanjutnya patroli Satgas Pamrahwan mundur mengevakuasi 5 rekan mereka yang terluka akibat terkena tembakan dan serpihan peluru (rekoset).
“Informasinya, pelaku penyerangan adalah kelompok KKSB yang dipimpin Lery Mayu Telenggen. Kelompok ini merupakan bagian dari kelompok KKSB pimpinan Lekagak Telenggen yang bermarkas di Kampung Kumagi, Distrik Yambi,” kata Aidi.
(Baca Juga: Lima Personel Satgas Pamrahwan Dievakuasi ke RS Marthen Indey)
“Saat ini kondisi di Distrik Yambi masih tetap kondusif, aktivitas masyarakat masih berlangsung normal. Belum ada pengejaran dan kami masih melaksanakan pengamanan sambil mengumpulkan data, serta mengevaluasi kejadian kemarin,” kata Aidi menambahkan.
3 Anggota Satgas Dievakuasi ke RSPAD Gatot Soebroto
Akibat insiden tersebut, 3 anggota Satgas Pamrahwan mengalami luka tembak dan 2 lainnya terkena rekoset.
Kelima personel tersebut yakni Kapt Chb Gugun mengalami luka di pelipis dan lengan kiri, Pratu Erik mengalami luka di lengan kiri, Praka Supriyanto mengalami luka di paha kanan, Pratu BJ Soesilo mengalami luka di paha kanan, dan Pratu Rinaldi mengalami luka di paha kiri.
Aidi mengatakan personel Satgas Pamrahwan yang mengalami luka tembak sudah dievakuasi ke RS Marthen Indey Jayapura. Selanjutnya, ada 3 personel yang dirujuk ke RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta.
“Kondisi mereka saat ini sudah membaik, dan ada 3 korban sudah dievakuasi ke RSPAD Gatot Soebroto di Jakarta,” kata Aidi. (Mas)



