Tanah Papua
Satgas Pamrahwan Diberondong Tembakan di Yambi, 5 Personel Luka-Luka
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Iring-iringan 3 mobil patroli Satuan Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) TNI yang dipimpin Mayor Inf Dwi Soerjono diberondong tembakan saat melakukan patroli rutin di Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (16/6/2018). Akibat insiden ini, 5 anggota TNI mengalami luka-luka akibat terkena tembakan dan serpihan (rekoset) peluru.
Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi membenarkan insiden penembakan terhadap Satgas Pamrahwan ini.
“Kejadian sekitar pukul 14.30 WIT, saat Iring-iringan patroli Satgas Pamrahwan TNI melewati Kampung Tirineri, Kecamatan Yambi. Mereka melakukan patroli rutin dalam rangka perayaan Idul Fitri di Kabupaten Puncak Jaya dan sekitarnya,” kata Muhammad Aidi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/6/2018).
(Baca Juga: Tim Khusus Polda Papua Lumpuhkan Yogor Telenggen Pentolan KKSB Kelompok Pilia)
Menurut Aidi, insiden penyerangan ini terjadi ketika Satgas Pamrahwan meninggalkan Kampung Tirineri dan tiba-tiba kendaraan paling depan dari iring-iringan mobil Satgas diberondong tembakan dari arah ketinggian.
“Penyerangan yang tiba-tiba itu mengakibatkan 5 anggota Satgas mengalami luka-luka. Pratu E, anggota Yonif 753/AVT mengalami luka tembak di lengan, sementara 4 prajurit lainnya mengalami luka-luka akibat terkena serpihan kaca mobil dan rekoset peluru,” kata Aidi.
Diberondong tembakan dari ketinggian, kata Aidi, anggota Satgas berusaha memberi perlawanan sambil berupaya untuk mundur guna mengevakuasi 5 anggota yang terluka. Saat ini seluruh korban luka-luka sudah dievakuasi ke RSUD Mulia Kabupaten Puncak Jaya, sementara personel lainnya melakukan pengamanan.
“Dari data sementara diduga pelaku penyerangan adalah Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Lekagak Telenggen,” ujar Aidi.
(Baca Juga: Bus Karyawan PTFI Ditembak OTK di Jalan Tambang Mil 60 Tembagapura)
Pascapenyerangan ini, kata Aidi, pasukan keamanan di Puncak Jaya melaksanakan siaga 1 guna mengantisipasi perkembangan situasi. Ia mengaku belum dapat memastikan apakah ada korban dari pihak penyerang.
“Anggota TNI kesulitan melakukan pengejaran karena penyerang berada di daerah perbukitan. Untuk sementara prajurit melaksanakan siaga 1 mengantisipasi perkembangan situasi pascakontak tembak,” kata Aidi
Informasi yang dihimpun di Puncak Jaya, kelima korban tersebut yakni Kapt. Chb GG terkena rekoset di pelipis mata kanan dan lengan kiri, Pratu ER mengalami luka tembak di lengan kiri, Praka SY terkena rekoset di paha kanan, Pratu BJS mengalami luka tembak di paha kanan dan Pratu DR mengalami luka tembak di paha kiri. (Mas)



