Connect with us

Tanah Papua

Dinkes Gelar Workshop Bahas Tentang Lansia Diikuti Nakes dan Kader

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar lokakarya (workshop) strategis guna memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan kader dalam menghadapi tantangan penuaan populasi di wilayah tersebut, Selasa (26/5/2026).

​Langkah ini diambil untuk memastikan kelompok lanjut usia (lansia) di Mimika tetap mandiri dan produktif di tengah penurunan fungsi fisik dan psikologis yang mendisrupsi kehidupan mereka.

Bertajuk “Tujuh Dimensi Lansia Tangguh Bagi Tenaga Kesehatan dan Kader”, pelatihan yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Ultima Mimika ini diikuti oleh 94 peserta yang merepresentasikan 26 Puskesmas di seluruh kabupaten.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Dr. Sisma HL, menyatakan bahwa intervensi terhadap kelompok lansia kini menjadi prioritas yang sama pentingnya dengan program kesehatan ibu hamil dan balita.

Fokus pembinaan didasarkan pada tujuh dimensi utama, yakni spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional, dan lingkungan.

“Kenapa udah senior juga masih ada kegiatan? Karena namanya kita hidup, kita hidup itu selalu berusaha untuk selalu produktif,” kata Sisma saat membuka acara secara resmi.

“Kalau kita tidak tahu ilmunya, kita tidak tahu dasarnya seperti apa, kita akan ya lansia dalam keadaan lansia yang tanpa ada pegangan,” ujarnya menmabahkan.

(Baca Juga: Dinkes Mimika Evaluasi Promkes dan Microsite, Diikuti 26 Puskesmas)

Sisma menjabarkan bahwa secara biologis dan hormonal, fungsi tubuh lansia dipastikan mengalami kemunduran signifikan yang berimbas pada kesehatan fisik hingga stabilitas emosional.

Tekanan psikologis akibat perasaan diabaikan oleh keluarga sering kali memperburuk kualitas hidup mereka.

Melalui pembinaan tujuh dimensi ini, pemerintah daerah berupaya mendorong para lansia agar minimal mampu mencapai kemandirian fungsional dalam aktivitas sehari-hari.

“Walaupun misalnya ada yang lansia misalnya udah 70 tahun, 80 tahun menggunakan popok, tetapi dia masih bisa untuk dirinya sendiri, minimal dia bisa berjalan, produktif untuk dirinya sendiri,” ujar Sisma menambahkan.

Dalam standar klasifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), populasi produktif saat ini akan segera memasuki fase pra-lansia.

Oleh karena itu, para tenaga kesehatan dan kader yang hadir dinilai sebagai penggerak utama yang wajib mengintegrasikan ilmu ini ke tingkat akar rumput.

“Harapan kami kegiatan ini bisa bermanfaat, bisa dikembangkan, bisa disosialisasikan ke tetangga atau nanti di lingkungan sekitar, minimal untuk diri kita sendiri,” pungkas Sisma.

Lokakarya intensif yang berlangsung selama satu hari ini menghadirkan panel ahli dari empat instansi lintas sektoral, meliputi Dinas Sosial, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), dan internal Dinas Kesehatan guna memberikan pendekatan pelayanan yang komprehensif dan multidimensi.(MWW)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *