Connect with us

Tanah Papua

Petani Mimika Keluhkan Kenaikan Harga Pupuk

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Petani di Kabupeten Mimika, Provinsi Papua mengeluhkan kenaikan harga pupuk yang sangat tinggi.

Samin, petani sayur dan buah di Jalan Poros Pomako, SP4, Jalur 7 Distrik Wania, Mimika, mengatakan harga pupuk yang dijual distributor saat ini di Timika mengalami lonjakan harga yang sangat tinggi.

“Saat ini, harga pupuk non subsidi yang dijual di Timika sangat mahal. Empat bulan yang lalu harga pupuk NPK itu dijual dengan Rp575.000 ribu per karung 50 kilogram itu kalau beli banyak, tapi kalau beli eceran satu karung itu Rp 600.000 lebih per karung.
Sekarang ini harga pupuk NPK kalau beli banyak Rp800.000 tapi beli eceran satu karung Rp820.000 ,”kata Samin.

Naiknya harga pupuk imembuat petani di Mimika sangat dilematis, karena disatu sisi harga sayuran dan buah buahan sendiri tidak mengalami kenaikan harga.

“Sekarang ini keluhan semua petani di Timika ini hampir sama soal naiknya harga pupuk,”kata Samin.

Dirinya mengakui bahwa ia juga mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah, namun dalam kuota yang sangat terbatas.

“Kalau pupuk subsidi kita cuma dapat satu karung pupuk Ponska, satu karung urea dan satu karung organik. Kalau dulu bebas tapi lima tahun belakangan ini untuk pupuk subsidi terbatas,” kata Samin.

Untuk memenuhi kebutuhan pupuk untuk tanamannya, dirinya membeli pupuk non subsidi yang dijual di toko pertanian di Timika namun harga yang tinggi tentunya hal ini menjadi kendala bagi dirinya dalam pemenuhan kebutuhan pupuk untuk tanaman sayuran dan buah-buahan yang ia tanam di lahan seluas 12 hektar tersebut.

“Satu kali beli pupuk non subsidi kadang satu ton sampai dua ton untuk dan itu hanya untuk empat sampai tiga bulan,”kata Samin, yang sudah 16 tahun menjadi petani sayur di Timika.

(Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan Dinas Pertanian Mimika Beli Hasil Kebun Dari Petani)

Bukan hanya Pupuk, harga pestisida untuk tanaman juga mengalami kenaikan harga. Oleh karena itu, dirinya sangat berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika untuk dapat mendengar dan memperhatikan apa yang menjadi keluhan dari para petani.

“Saya tidak tahu apa penyebabnya tapi semua pada naik harganya.Harapan saya harga pupuk turun seperti semula,”kata Saimin.

Keluhan akan naiknya harga pupuk juga disampaikan oleh, Bambang, salah satu petani sayur di Jalan Budi Utomo Timika.

“Pupuk naik tinggi sekali, sekarang ini NPK jadi Rp800.000 lebih per karung, sebelumnya Rp600.000 perkarung,”kata Bambang.

Bambang mengatakan pihaknya mendapatkan pupuk subsidi namun kuota untuk pupuk subsidi sangat terbatas dan tentunya tidak dapat memenuhi kebutuhan pemupukan pada tanaman.

“Kalau untuk pupuk subsidi kita dapat hanya satu karung beda dengan dulu, lima tahun belakangan ini kuota pupuk subsidi terbatas.Kita berharap ke depan agar kuota pupuk bersubsidi bisa bertambah,”kata Bambang.

Untuk memenuhi kebutuhan pupuk , salah satu solusinya adalah membeli pupuk non subsidi yang dijual di toko pertanian yang ada di Timika dengan harga jual yang sangat mahal.

“Mahal sekali pupuk, sementara harga sayur di pasar masih normal saja tidak ada kenaikan harga. Kerena rata rata penyerapan sayur sekarang ini rata rata dijual di pasar. Secara Matematika kita rugi, tapi kita tetap jalan saja,”kata Bambang, yang sejak 2001menjadi petani sayur di Timika.

Dirinya juga membenarkan bahwa salain pupuk harga pestisida dan bibit tanaman juga mengalami kenaikan harga.

“Harga pestisida dan bibit naik,obat rumput juga naik tinggi sekali. Harapan kami harga pupuk bisa turun tapi pengalaman kalau di pertanian itu kalau barangnya sudah naik susah turun,”kata Bambang.(MSC)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *