Connect with us

Tanah Papua

Jadi Pemasok Sabu, Anggota Korem 141 Toddopuli Dibekuk Tim Gabungan TNI-Polri di Deiyai

Published

on

JAYAPURA, HaIPapua.com – Satuan Narkoba Polres Paniai yang dipimpin AKP Sirin dibantu personel Polsek Tigi dan Koramil Waghete berhasil membekuk 4 orang yang diduga jaringan pengedar narkoba di Kabupaten Deiyai, Paniai hingga Nabire, Minggu (4/2) kemarin.

Kasat Narkoba Polres Paniai, AKP Sirin mengatakan setelah mendapat laporan adanya rencana transaksi narkoba itu, pihak lalu berkoordinasi dengan Polsek Tigi dan Koramil Waghete. “Dalam penggerebekan itu kami mendapat dukungan langsung dari Kapolsek Tigi Iptu Ferry Mehue dan Danramil Waghete Kapten Inf M Loukaki,” kata Sirin dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/2/2018).

(Baca Juga: Perbatasan RI-PNG Rawan Transaksi Narkotika)

Setelah persiapan matang, aparat gabungan TNI-Polri langsung menuju lokasi penggerebekan di salah satu rumah kontrakan di Jalan Poros Waghete-Enarotali, Kampung Mogoda, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai. Sirin menjelaskan, dalam penggerebekan itu pihaknya mengamankan 4 orang bersama sejumlah barang bukti. Ke-4 orang yang diamankan yakni Sertu S (46), KT (50), MS (60) dan AA (26).

“Salah seorang yang diamankan adalah prajurit TNI aktif yang bertugas di Korem 141 Toddopuli yang berada dibawah Kodam XIV Hasanuddin, Makassar,” kata Sirin.

Dari penggeledahan yang dilakukan, kata Sirin, pihaknya mengamankan sejumlah paket sabu yang disembunyikan di tempat kaca mata. Selain itu didapati pula alat penghisap sabu di salah satu kamar rumah kontrakan itu. “Barang bukti yang diamankan yakni 71 paket sabu, 1 alat penghisap sabu, 1 sedotan, 3 pisau badik, 8 unit telepon genggam, dan tempat kaca mata yang dipakai menyembunyikan sabu,” kata Sirin.

Dalam pemeriksaan di Mapolres Paniai, Sertu S (46) mengakui membawa puluhan paket sabu dari Makassar menggunakan kapal laut menuju Nabire. Dari Nabire, Sertu S (46) lalu mengunakan angkutan darat untuk menemui DB yang bertugas mengedarkan barang itu.

DB diketahui desertir TNI-AD karena melarikan diri dari tugas dan saat ini masih berstatus buron. “Saat ini Sertu S (46) sudah dilimpahkan ke Subdenpom TNI AD di Nabire, sementara DB mantan anggota TNI AD yang menjadi pengedar masih berstatus buron,” kata Sirin.

(Baca Juga: Swasta Masuk ke Nabire, Artinya Secara Bisnis Feasible)

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf M Aidi, membenarkan ada laporan itu, namun ia belum mengetahui pasti kejadiannya. “Saya sempat mendengar ada anggota TNI dari wilayah lain yang tertangkap di Papua, tapi saya belum tahu pasti kejadiannya,” kata Aidi. (Rex)

Komentar